--- Machfudz Noor <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: "Machfudz Noor" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [kmnu2000] Gus Mus: Konflik Kiai Bukan
> Perpecahan
> Date: Tue, 03 Apr 2007 13:18:45 +0000
> 

---------------------------------

BISMILAHIR RAHMANIR RAHIM.

(30;22) Wa min ayatihi khalqus samawati wal ardli WA
IKHTILAFI ALSINATIKUM wa alwanikum, ina fi dzalika la
'ayatin lil a'alimin. (16;125) 'Udu' ila sabili
rabbika bil hikmati wa almaui'dhati al hasanati WA
JADILHUM BILLATI HIYA AHSANU Inna rabbaka huwa a'alamu
bi man dlalla an sabilihi wa huw A'A'LAMU BIL
MUHTADIN.

Lihat ucapanku jangan lihat amalku, manfaatilah dari
ilmuku, ketika amalku belum memadai.

 

---------------------------------
From: "Mukhlisin" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [email protected]
To: <[EMAIL PROTECTED]>
CC: <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Gus Mus: Konflik Kiai Bukan
Perpecahan
Date: Tue, 3 Apr 2007 14:29:56 +0700


Gus Mus: Konflik Kiai Bukan Perpecahan 
Selasa, 3 April 2007 13:08 

Sumenep, NU Online
Budayawan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) menilai, konflik
politik yang terjadi di kalangan kiai dan ulama
Nahdlatul Ulama (NU), pada dasarnya bukanlah suatu
perpecahan. Konflik yang belakangan memunculkan
istilah Kiai Kampung, Kiai Khos dan Kiai Langitan,
menurutnya hanyalah sebuah perbedaan pendapat.

"Kalau saya, agar tidak bingung dan pusing, saya
bilang bukan perpecahan. Saya anggap perbedaan
pendapat saja. Kalau di atas tidak mau ngalah, ya kita
di bawah yang ngalah," ujar Gus Mus beberapa saat
sebelum menjadi narasumber pada Dialog dan Orasi
Budaya di Gedung Nasional Indonesia, Sumenep, Jawa
Timur, Senin (2/4) kemarin.

Cara mengalah, sambung Gus Mus yang juga Pengasuh
Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa
Tengah, itu, yakni berusaha menerjemahkan perilaku
pemimpin-pemimpin tersebut sebagai perbedaan pendapat.
"Jadi, kalau perbedaan pendapat, itu wajar sekali,"
katanya.

Ketika terjadi adu kekuatan dan massa, Gus Mus juga
menganggap wajar. Alasannya, orang yang berbeda
pendapat akan selalu mempertahankan pendapatnya
masing-masing, dengan cara apa pun. "Oleh karena itu,
kita mengharapkan dan berdoa, itu bukan suatu
perpecahan, tapi hanya perbedaan pendapat," tandasnya.

Hanya, menurut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama itu, perbedaan pendapat itu sulit disatukan.
"Apalagi masing-masing yang berbeda pendapat itu tidak
bertemu, bagaimana mempersatukan?" tukasnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat bawah untuk
memahami masalah yang terjadi tersebut sebagai sebuah
perbedaan pendapat. "Minta kepada masyarakat bawah
lebih mudah, daripada minta yang di atas. Urusan
mereka jika mau selesai atau tidak. Kalau mereka mau
selesai, mereka bisa bertemu, kan gampang," paparnya.

Menurut dia, kebanyakan persoalan dan konflik itu
terjadi, karena budaya tabayyun atau bertanya, sudah
banyak ditinggalkan. "Mestinya harus tabayyun,"
ingatnya.

Tentang adanya anggapan kiai lebih baik tidak
berpolitik, Gus Mus berpendapat, siapa pun boleh
berpolitik, termasuk kiai. "Kiai mana yang tidak boleh
dan boleh berpolitik? Yang ngerti politik, ya silakan
berpolitik, kalau tidak ngerti (politik), ya tidak
usah," ujarnya.

Dikatakan, ada bidang-bidang yang juga tidak kalah
mulianya dengan politik. Seperti mendidik santri,
mengayomi rakyat kecil, dan memikirkan orang bawah.

Dalam kesempatan itu, Gus Mus memaparkan, negara ini
telah dipimpin dengan dua panglima. Yaitu, panglima
politik pada saat Orde Lama dan panglima ekonomi
ketika Orde Baru. Tapi ternyata, ketika reformasi saat
ini, negara ini kembali dipimpin panglima politik.

"Saya pikir kok tidak kreatif orang Indonesia.
Panglimanya kok politik dan ekonomi. Kenapa kok tidak
sekali-kali panglimanya budaya," kritiknya.

Gus Mus juga secara simbolis mencanangkan Gerakan
Budaya Cinta Rasul dengan memukul beduk dan memotong
nasi tumpeng atau yang dikenal orang Madura nasè'
rasol. Dengan pencanangan itu, dia berharap, dari
Sumenep, budaya akan menjadi panglima di Indonesia.

Madura yang cukup banyak memiliki pondok pesantren dan
juga santri, dia yakin, masyarakat tidak perlu lagi
mencanangkan budaya cinta Rasul. "Tapi yang perlu
dilakukan adalah budaya Rasulllah. Rasul ini manusia
yang memanusiakan manusia. Banyak pemimpin saat ini
yang kelihatannya manusia, tapi tidak ngerti manusia,"
sindirnya. (gpa/sbh)

[Non-text portions of this message have been removed]



#ygrp-mlmsg{font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}#ygrp-mlmsg
table{font-size:inherit;font:100%;}#ygrp-mlmsg select,
input, textarea{font:99%
arial,helvetica,clean,sans-serif;}#ygrp-mlmsg pre,
code{font:115% monospace;}#ygrp-mlmsg
*{line-height:1.22em;}#ygrp-text{font-family:Georgia;}#ygrp-text
p{margin:0 0 1em
0;}#ygrp-tpmsgs{font-family:Arial;clear:both;}#ygrp-vitnav{padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}#ygrp-vitnav
a{padding:0 1px;}#ygrp-actbar{clear:both;margin:25px
0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}#ygrp-actbar
.left{float:left;white-space:nowrap;}.bld{font-weight:bold;}#ygrp-grft{font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px
0;}#ygrp-ft{font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px
solid #666;padding:5px 0;}#ygrp-mlmsg
#logo{padding-bottom:10px;}#ygrp-vital{background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px
0 8px 8px;}#ygrp-vital
#vithd{font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}#ygrp-vital
ul{padding:0;margin:2px 0;}#ygrp-vital ul
li{list-style-type:none;clear:both;border:1px solid
#e0ecee;}#ygrp-vital ul li
.ct{font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}#ygrp-vital
ul li .cat{font-weight:bold;}#ygrp-vital
a{text-decoration:none;}#ygrp-vital
a:hover{text-decoration:underline;}#ygrp-sponsor
#hd{color:#999;font-size:77%;}#ygrp-sponsor
#ov{padding:6px
13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}#ygrp-sponsor
#ov ul{padding:0 0 0 8px;margin:0;}#ygrp-sponsor #ov
li{list-style-type:square;padding:6px
0;font-size:77%;}#ygrp-sponsor #ov li
a{text-decoration:none;font-size:130%;}#ygrp-sponsor
#nc{background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0
8px;}#ygrp-sponsor .ad{padding:8px 0;}#ygrp-sponsor
.ad
#hd1{font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}#ygrp-sponsor
.ad a{text-decoration:none;}#ygrp-sponsor .ad
a:hover{text-decoration:underline;}#ygrp-sponsor .ad
p{margin:0;}o{font-size:0;}.MsoNormal{margin:0 0 0
0;}#ygrp-text tt{font-size:120%;}blockquote{margin:0 0
0 4px;}.replbq{margin:4;}



---------------------------------
Txt a lot? Get  Messenger FREE on your mobile. 





                
___________________________________________________________ 
What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of your 
email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship. 
http://uk.rd.yahoo.com/evt=44106/*http://mail.yahoo.net/uk 

Kirim email ke