http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=279189
Kamis, 05 Apr 2007,
Ulama Dunia Minta AS Tinggalkan Iraq


BOGOR - Konferensi Internasional Pemimpin Muslim yang diikuti 25 ulama dari 
delapan negara menyepakati 18 rekomendasi untuk rekonsiliasi Iraq. Salah satu 
butir di antara 18 rekomendasi itu adalah meminta Amerika Serikat segera 
hengkang dari Iraq. Peserta konferensi meyakini akar masalah konflik Sunni dan 
Syiah adalah akibat propaganda Amerika Serikat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menutup konferensi dua hari di Istana Bogor itu 
mengatakan, pemerintah Indonesia mendukung sepenuhnya Deklarasi Bogor tersebut. 
Indonesia telah memiliki banyak pengalaman dalam mengatasi konflik serupa.

"Sebenarnya permasalahan di Iraq berakar dari konflik politik dan ekonomi. 
Namun, konflik ini merembet ke arah agama. Hal ini juga dialami Indonesia," 
ujar Wapres kemarin.

Wapres yakin, rekomendasi itu akan membuahkan hasil konkret. Apalagi, ada 
perangkat pelaksana yang akan membantu merealisasikan rekomendasi itu. "Tapi, 
detailnya belum kita bahas karena konferensi di sini masih baru pada tahap 
mendiskusikan permasalahan Iraq dan usul solusi atas permasalahan tersebut," 
ungkapnya.

Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi mengatakan, konferensi di Bogor baru pada 
tahap pemetaan masalah dan penyamaan visi. Tujuan sebenarnya akan bisa dicapai 
pada tahap kedua dan ketiga. 

"Agar tujuan konferensi ini bisa tercapai, kami akan berbicara dengan tokoh 
yang memiliki pengaruh baik dari segi wacana, spiritualisme, maupun pengendali 
lapangan di Iraq," beber Hasyim. 

Tapi, dia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu mengharapkan kondisi di 
Iraq segera pulih. Meskipun, pihaknya ataupun pemimpin Islam dari negara lain 
telah berdiskusi dengan tokoh Sunni-Syiah di negara itu. "Konflik Iraq telah 
berkembang secara horizontal. Akibatnya, meskipun pemimpin tertingginya merasa 
sudah tidak ada masalah Sunni-Syiah, hal ini belum tentu diterjemahkan sama 
oleh pengikut di bawahnya," ujarnya. 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, delegasi peserta 
konferensi internasional itu mengusulkan untuk membentuk pasukan penjaga 
perdamaian dari negara Islam. Tetapi, pasukan penjaga perdamian itu diharapkan 
bukan dari negara Arab. 

"Di negara Arab, kelompok Sunni-Syiah sangat berpengaruh sehingga dikhawatirkan 
justru akan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dengan kaum Sunni-Syiah Iraq 
karena dugaan keberpihakan," ujar Din. Dia menyatakan, sebagian besar delegasi 
mengusulkan agar Indonesia yang menjadi pasukan penjaga perdamaian. 

Menanggapi usul itu, Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda menyatakan setuju 
atas penarikan pasukan AS dari Iraq. Selain itu, dia menyetujui dibentuknya 
pasukan penjaga perdamian untuk membantu menjaga kestabilan keamanan di Iraq.

"Tapi, tentang usul agar Indonesia menjadi salah satu pasukan penjaga 
perdamaian, masih perlu pembicaraan lebih jauh," urainya. (nue)




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke