Pertama,salam kenal tuk mas alam.
  Kedua, selamat buat republika!
  Ketiga, terus terang saya sedikit bingung dg inovasi di bidang isi. 
  untuk kolom jack dan suzy saya kira memang cukup inovatif dan isinya  memang 
berbobot. tapi bgm dengan ex. isu patriotisme, hukum, budaya  lokal?? dari 
resonansi bahkan opini yang ditampilkn republika  sepengetahuan saya masih 
kurang "strong"! lebih-lebih lagi Opini lebih  sering diisi dengan isu-isu 
ISLAM dan kritik keras thd dunia barat plus  isinya, ex: Pembaruan Islam, Bank 
Syariah, zakat, Islamophobia (tidak  pernah xenophobia), Timur-tengah, OKI, 
islam n terorisme, partai islam,  Amrik, dll. Namun tidak dipungkiri memang 
kadang2 ada ttg amandemen  UUD, nasionalissi SDA, bencana alam, dll...
  salam,
  munir, Ansor DIY 

"Alamsyah M. Dja'far" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                
                  Republika, Inovatif dan Mengedepankan Nilai-Nilai
  Toleran dan Damai 5-4-2007
  
  Oleh : AHMAD NURCHOLISH
  
  Akhir Maret lalu harian Republika meraih penghargaan
  surat kabar nasional terbaik 2007 dari majalah Cakram.
  Republika dinilai paling inovatif oleh majalah
  periklanan, promosi, dan kehumasan ini.
  
  Sebagaimana diberitakan oleh Republika, anggota dewan
  juri, Adnan Iskandar, yang juga Ketua Pengurus Daerah
  Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI)
  Jakarta, mengatakan sepanjang 2006 perubahan dan
  inovasi yang dilakukan koran-koran yang masuk nominasi
  sangat terasa. Namun, harian yang terbit pertama kali
  pada 4 Januari 1993 ini dinilai memiliki terobosan
  signifikan dari segi isi maupun bisnisnya.
  
  Bagi umat Islam hal ini tentu hal yang membanggakan.
  Republika merupakan satu-satunya koran nasional yang
  lahir dari kalangan muslim 14 tahun yang lalu. 
  Republika sendiri menilai hal ini wajar saja. “Saya
  kira itu wajar.... Bukan kami takabur.... Kami banyak
  sekali melakukan langkah-langkah. Mulai dari redesign
  (mendesain kembali), resizing (merubah ukuran),
  kemudian inovasi produk, dan lain-lain,” kata Naishin
  Masha, wakil pemimpin redaksi Republika. 
  
  Apa saja inovasi yang dilakukan Republika? Bagaimana
  pula ia mengemas isu-isu keislaman untuk pembacanya
  yang beragam? Juga bagaimana ia memosisikan diri di
  tengah media-media sejenis yang marak di negeri ini?
  Kepada kontributor Syir’ah Ahmad Nurcholish, Nasihin
  Masha, meluangkan waktunya secara khusus untuk
  berbincang panjang lebar seputar pengelolaan dan
  inovasi yang dilakukan Republika. Berikut petikannya:
  Menurut Anda, mengapa Cakram memilih Republika sebagai
  media terbaik?
  
  Saya kira itu wajar. Artinya kita sudah optimis pada
  tahun kemarin (2006), karena masuk nominasi. Tetapi
  urung menang. (Soal penghargaan  ini) bukan kita
  takabur, tetapi kita melihat apa yang kita lakukan dan
  apa yang media lain lakukan. 
  
  Cakram ini kan media komunikasi, kehumasan dan
  periklanan, sehingga aspek marketing yang mereka
  lihat. Dan kami banyak sekali melakukan
  langkah-langkah. Mulai dari redesign (mendesain
  kembali), resizing (merubah ukuran), kemudian inovasi
  produk, dan lain-lain. Menurut saya itu wajar-wajar
  saja. Ada upaya untuk meningkatkan imej.
  
  Republika bekerjasama dengan The New York Times (AS)
  dan Berita Harian ( Malaysia ), apakah itu bagian dari
  upaya untuk meningkatkan brand imej?
  
  Ya, itu juga salah satu pertimbangan utama dari mereka
  (Cakram). Jadi dengan kerjasama bersama The New York
  Times, kita menyuguhkan kolom Jack dan Suzy Welch
  tentang manajemen dan bisnis. Dia orang yang sangat
  sukses di General Electric dan istrinya, Suzy adalah
  seorang jurnalis, mantan pemimpin redaksi sebuah
  majalah milik Harvard University. Nah, ini merupakan
  kolom paling laris dan paling mahal di dunia. 
  
  Dengan penghargaan ini bagaimana perasaan Anda?
  Tentu kita makin terpacu untuk berbuat lebih baik
  lagi. Karena kita ini belum seberapa lah.
  Perjalanannya masih panjang, masih banyak yang harus
  kita lakukan, agar secara content (isi) lebih baik,
  secara bisnis juga lebih baik dan secara publik pun
  juga lebih baik dan memuaskan sesuai keinginan mereka
  dan sesuai dengan fungsi-fungsi jurnalistik. Dan ini
  bukan penghargaan pertama buat kami. 
  
  Sebelumnya penghargaan apa saja yang pernah diperoleh
  Republika?
  Pada tahun 2006 kami mendapat penghargaan Koran
  Terbaik dari Dewan Pers, untuk periode penilaian tahun
  2005. Dewan Pers menilai dari sisi content an dan
  penerapan kaidah jurnalistik. Jadi orang perslah yang
  menilai. Kalau Cakram kan dari sisi marketing. Saya
  kira ini dua penghargaan yang bergengsi bagi insan
  pers. 
  
  Ini penghargaan untuk Republika secara kelembagaan.
  Ada penghargaan yang didapat oleh awak Republika?
  O iya. Sebelumnya wartawan kami mendapatkan 
  penghargaan dari Adi Negoro. Ini perorangan. Dalam
  penerapan kaidah bahasa Indonesia yang baik kami juga
  mendapatkan penghargaan. Kemudian wartawan-wartawan
  kami yang mengikuti lomba-lomba penulisan yang
  diadakan oleh swasta maupun BUMN, juga banyak meraih
  kemenangan. Baik soal narkoba, kesehatan, dan
  lain-lain. 
  Jadi ini bukan penghargaan pertama yang kami peroleh.
  Hanya dalam bidang marketing, penghargaan Cakram Award
  ini yang pertama. Saya sendiri kurang tahu Cakram
  sendiri sudah berapa kali mengadakan penghargaan itu.
  Klik:
  http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=959
  
  __________________________________________________________
  It's here! Your new message!  
  Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
  http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
  
      
                                    

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke