....."PP Muhammadiyah merasa, PKS itu tidak berjuang untuk kepentingan bersama sebagai bangsa, tapi hanya untuk kepentingan yang lebih sempit. Itu alasannya! Itu bagus sekali," kata Gus Dur menanggapi terbitnya Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah..... ada yg punya soft copy Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah??? sharing dong...
salam, kc On 4/18/07, Ahmad SAUKI <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > ------------------------------ > *From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of > *Mukhlisin > *Sent:* Wednesday, April 18, 2007 6:58 AM > *To:* [EMAIL PROTECTED] > *Cc:* [EMAIL PROTECTED] > *Subject:* [KOMMIT] Gus Dur: Syariat Islam Wajib Dilaksanakan > > > > Gus Dur: Syariat Islam Wajib Dilaksanakan > > > > *Jakarta, gusdur.net* > Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menceritakan, suatu saat > dirinya ditanya oleh aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), soal kewajiban > melaksanakan Syariah Islam. > > Gus Dur menjawab, "Oh iya, wajib dilaksanakan dong! Syariah Islam itu > diadakan untuk dilaksanakan. Tapi melaksanakan Syariat itu tidak harus > dengan adanya negara Islam. Ini bedanya." > > "Saya itu setiap hari bersyariah. Saya *nggak* pernah meninggalkan > syariah. Tapi saya tidak pernah menjadi orang seperti mereka itu > (menginginkan negara Islam, red)," sambungnya. > > Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu saat menjadi > narasumber pada acara *Kongkow Bareng Gus Dur*, di Radio 68 H Jl Utan > Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (14/04/2007). > > Formalisasi syariat Islam ini juga masih diperjuangkan oleh partai berasas > Islam yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kekhawatiran itu, kata Gus Dur > membuat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran untuk organisasi otonomnya, > supaya tidak menjalin kerja sama dengan PKS. > > "PP Muhammadiyah merasa, PKS itu tidak berjuang untuk kepentingan bersama > sebagai bangsa, tapi hanya untuk kepentingan yang lebih sempit. Itu > alasannya! Itu bagus sekali," kata Gus Dur menanggapi terbitnya Surat > Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP > Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah. > > Dikatakan Gus Dur, sejak awal Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah adalah > tulang punggung nasionalisme. "Maka, adanya surat edaran PP Muhammadiyah itu > menjadi sangat penting sekali," ujarnya. > > Mantan ketua PBNU ini menilai sikap nasionalisme inilah yang membedakan > PKS dengan NU maupun Muhammadiyah. "Saya pernah ketemu almarhum Syeikh Abdul > Aziz bin Baz. Menurut dia, kalau bukan negara Islam ya bukan negara. Kalau > itu yang diusung PKS, terus terang saja NU juga keberatan. " > > Mengapa? Gus Dur menjelaskan karena pada Muktamar ke-9 di Banjarmasin > tahun 1935, NU sudah menyatakan, untuk melaksanakan Syariah Islam, itu tidak > wajib adanya negara Islam. "Kalau *mbalik* lagi nuruti PKS, ya kita akan > rugi," imbuhnya. > > *Bukan Musuh > *Pada saat sama, Gus Dur menyatakan kegembiraannya, karena kemampun > organisasi Islam moderat kini kian baik dan disegani. "Kemampuan organisasi > moderat Islam semakin baik, hingga mereka bisa mengatasi kaum garis keras," > ujarnya. > > Namun demikian Gus Dur mengingatkan, bahwa massa garis keras itu bukanlah > musuh, melainkan saudara. "Kita dudukkan masalahnya dulu. Yang kita tentang > itu tindakan kekerasan itu, bukan orangnya," pesannya. > > "Jadi, yang penting bukan perbedaan kita dengan mereka, melainkan > bagaimana perbedaan itu kita jalankan," imbuhnya. > > Karena itu, Gus Dur menolak keras keinginan sebagian orang yang hendak > melenyapkan kelompok garis keras itu. "Saya sebagai muslim berpikir lain. > Apa kita tidak bisa mencari prinsip-prinsip supaya bisa hidup bersama? > Selama masih percaya pada Tuhan dan Muhammad itu pesuruh Tuhan, maka selama > itu pula saya tidak bisa mencap mereka sebagai kafir. Islam yang bener ya > begitu," tegasnya. > > > [Non-text portions of this message have been removed]
