Mengubah Perilaku Manusia Menurut Al Qur'an, tingkah laku manusia memiliki karakteristik karakteristik sebagai berikut: (1) Terkendali, (2) mengandung unsur tanggungjawab, (3) bersifat lahir dan batin (4) berkategori tingkahlaku individual dan tingkahlaku kelompok.
Tmgkahlaku manusia di satu sisi tunduk kepada motivasi, orientasi dan kecenderungan yang dimilikinya, di sisi lain ia berhubungan dengan faktor intelektual, logika, moralitas dan kemerdekaannya. Jika seseorang telah mengambil keputusan untuk menggapai sesuatu, maka ia akan memusatkan perhatian dan pekerjaannya pada pencapaian hal yang diinginkan itu. Dalam perspektip ini maka tingkahlaku manusia bisa diubah. Al Qur'an mengisyaratkan bahwa tingkahlaku manusia bisa dibangun, diluruskan dan diubah. Perubahan itu bisa datang dari diri sendiri atau terbentuk karena pengaruh yang datang dari luar. Dalam hal ini Al-Qur'an memberikan contoh tentang terbukanya pintu taubat bagi orang yang menyesali kekeliruannya dan peluang bagi orang jahat untuk kembali ke haribaan rahmat Tuhan. Seseorang jika bertaubat, maka pertama ia menyesali perbuatan masa lalunya yang keliru, dan ia bertekad untuk tidak kembali pada perbuatan dosanya itu. Bersamaan dengan itu ia berusaha melakukan perbuatan yang positif sebagai perwujudan dari keinginannya memperbaiki diri, maka, kata Al Qur'an, pintu taubat terbuka baginya, dan bagi setiap orang yang ingin me ngubah tingkah lakunya. Tekad untuk memperbaiki diri bisa datang karena keinginannya yang kuat, bisa juga karena pengaruh positip yang datang dari luar, dari ajakan orang atau dari pengaruh lingkungan sosial yang kondusip, tetapi keputusan akhir untuk mengubah tingkahlaku tetap pada orang itu sendiri. Sebagaimana disebut dalam surat ar Ra'd/13: 11 Allah tidak mengubah suatu kaum sampai kaum itu sendiri mengubah apa yang ada dalam jiwanya. Pekerjaan mengubah tingkahlaku manusia adalah pekerjaan mengubah cara berfikir, mengubah mental dan mengubah karakter. Cara berfikir, perilaku, mental dan karakter manusia memang bisa diubah, tetapi proses perubahan itu tidaklah sederhana karena menyangkut aspek nafs manusia. Menurut teori psikologi ada dua pen dekatan yang dapat dilakukan untuk mengubah tingkahlaku manusia, yaitu hukuman dan ganjaran. Manusia yang bertingkahlaku buruk dihukum setiap kali melakukan kejahatan dengan asumsi bahwa ia akan merasa jera dan kemudian takut melakukan kejahatan karena takut mendapat hukuman. Orang lain yang melihat ada orang dihukumpun diharap untuk tidak mendekati perbuatan jahat karena takut dihukum. Teori kedua mengatakan bahwa untuk merangsang manusia melakukan kebaikan justeru dengan memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi, kepada orang yang terbaik. Penghargaan itu dimaksud untuk membuat orang lain berlomba-lomba mencapai tingkat terbaik. Dengan demikian maka pendidik, da'i atau pemerintah sibuk memikirkan apa yang akan diberikan kepada orang yang terbaik, bukan sibuk memikirkan bagaimana menghukum orang yang bersalah. Wassalam, agussyafii ============================================== Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui http://mubarok-institute.blogspot.com dan [EMAIL PROTECTED] ==============================================
