BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM,
  Apakah akan sampai bacaan al Qur'an utk orang yg sudah wafat?
 Suatu pertanyaan INTI, karena kita semua akan wafat dan mengharapkan supaya 
bacaan dan doa mereka yg masih hidup, benar-benar menepati ajaran dan di 
kabulkan.
 Jawab: Dibelakang hadist populer, Hadits Abu Hurairah, riwayat Muslim 
(Riyadlus salihin 946) Idza mata al insanu inqatha'a amaluhu illa min 
tsalatsin...Amalnya orang wafat itu putus kecuali tiga: Sedekah Jariah, ilmu yg 
dimanfaatkan si hidup dan anak salih yg mendoakan.
 Pertanyaan: Bagaimana halnya orang wafat yg tidak punya harta utk sedekah. 
Bagaimana halnya mereka yg tidak berilmu (tidak pernah mengajar / menulis etc), 
dan bagaimana halnya orang wafat yang tidak punya anak saleh yg mendoakan ??
 Jawab: Sebenarnya yang putus bukan hanya amal baiknya saja, tetapi putus pula 
amal jahat dan segala bentuk dosa/ maksiyat. Kemudian adanya Fardlu Kifayah 
untuk Shalat mayyit, yang mengandung doa sesudah takbir ketiga: Allahumma 
ighfirlahu warhamhu...Ini berarti cukup diterimanya istighafar meskipun hanya 
SEORANG. Kemudian apabila dosa si mayyit sudah diampuni, maka yang sisa hanya 
amal baiknya yang tidak akan mengalamami deficiancy dgn maksiyat/dosa seperti 
kita yang masih hidup dan masih ada kemungkinan berdosa. ____________________
 Bertanya tentang diterima atau tidaknya doa, adalah pertanyaan tentang 
keputusan Allah SWT yg maha Pemurah (Al rahmanir Rahim). Dalam hadist 947/948 
berikutnya: Si wafat di tentukan sorganya, cukup bila hanya ada DUA orang saja 
yang menyaksikan amal baiknya. Dan sebaliknya bila ada dua orang menyaksikan 
ma'siyatnya, maka ditetentukan pula azabnya.
 . 
 ________________
 Hadist Qudsi (51) Hadist Aby Hurairah : Ana inda zhanni abdi bi wa ana ma'ahu 
hina dzakarani...Aku (Allah) sesuai menurut sangkaan hambaKU kepadaKU, dan AKU 
bersama dia ketika dia ingat kepadaKU.
 Sangka tidak diterimanya doa, berarti tidak percaya Rahmat, Taufiq dan Hidayah 
Allah.
(29;45) Wa la-dzikrullahi akbar. (20;14) Wa aqimis shalata li dzikry. (13;30) 
Ala bi dzikrillahi TATHMAI'NNUL QULUB.       



 
  
---------------------------------
  
From:  "ali mahmudi" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To:  [EMAIL PROTECTED]
To:  [EMAIL PROTECTED]
Subject:  [nu_uk] Doa untuk orang mati
Date:  Thu, 17 May 2007 14:35:23 +0000
>http://syariahonline.com/new_index.php/id/1/cn/24502
>syariahonline: Doa untuk orang mati
>
>Pertanyaan:
>
>apakah akan sampai pahala bacaan alqur'an untuk orang yang sudah meninggal ?
>terimakasih atas jawabannya .
>
>M.Rifai
>
>
>Jawaban:
>
>Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
>
>Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin,
>wa ba`du,
>
>Masalah pengiriman pahala kepada orang yang telah wafat, kami sebenarnya
>sudha sering kali  membahasnya. Kalau Anda sedikit usaha, pasti akan
>menemukan jawabnya di dalam database kami. Namun tidak ada salahnya kami
>memberikan gambaran untuk Anda saat ini.
>
>Khilaf Di Antara Para Ulama
>
>Kita menerima kenyataan bahwa para ulama memang terbagi-bagi dalam memahami
>masalah ini. Ada diantara mereka yang berpendapat bahwa orang yang sudah
>wafat itu sama sekali tidak bisa menerima pahala dari orang yang masih
>hidup. Sebagian lagi mengatakan bisa menerima, namun hanya jenis pahala
>tertentu saja yang bisa. Dan yang terakhir mengatakan bahwa semua jenis
>pahala bisa disampaikan kepada orang yang sudah mati.
>
>Lebih rincinya, berikut ini kami uraikan satu persatu pendapat mereka :
>
>1. Pendapat Pertama : Mutlak Tidak Sampai
>
>Pendapat ini berangkat dari pengertian beberapa ayat  Al-Quran Al-Kariem yang
>seklias memang menyebutkan bahwa tiap orang akan menerima sesuai dengan yang
>pernah dikerjakannya.
>
>Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem :
>Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa
>(dari kejahatan) yang dikerjakannya?. (QS. Al-Baqarah : 286)
>
>
>2. Pendapat Kedua : Hanya Pahala Ibadah Maliyah Saja Yang Bisa Sampai
>
>Mereka membedakan antara ibadah badaniyah dan ibadah maliyah. Pahala ibadah
>maliyah seperti shadaqah dan hajji sampai kepada mayyit, sedangkan ibadah
>badaniyah seperti shalat dan bacaan Alquran tidak sampai.
>
>Pendapat ini merupakan pendapat yang masyhur dari Madzhab Syafii dan
>pendapat Madzhab Malik. Mereka berpendapat bahwa ibadah badaniyah adalah
>termasuk kategori ibadah yang tidak bisa  digantikan orang lain, sebagaimana
>sewaktu hidup seseorang tidak boleh menyertakan ibadah tersebut untuk
>menggantikan orang lain.
>
>Dalil yang mereka gunakan adalah sabda Rasul SAW:
>Seseorang tidak boleh melakukan shalat untuk menggantikan orang lain, dan
>seseorang tidak boleh melakukan shaum untuk menggantikan orang lain, tetapi
>ia memberikan makanan untuk satu hari sebanyak satu mud gandum? (HR
>An-Nasai).
>
>
>3. Pendapat Ketiga : Semua Jenis Pahala Bisa Sampai
>
>• Hadits Populer
>Dalil yang paling populer untuk masalah ini adalah hadits yang sudah sangat
>kita kenal bersama, yaitu :
>Rasulullah SAW bersabda, Bila anak Adam wafat, maka amalnya terputus kecuali
>tiga hal : [1] Shadaqah jariah, [2] Ilmu yang bermanfaat dan []3 Anak shalih
>yang mendoakannya. (HR. Muslim,  Abu Dawud, At-Tirmidzi, NasaI dan Ahmad )
>
>• Terkabulnya Doa Selain Dari Anak
>Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berdoa dan mendoakan mayat yang
>telah wafat. Dan tidak harus untuk yang masih ada hubungan saudara dan
>darah. Melainkan kepada semuanya, yang dikenal maupun yang tidak dikenal.
>Logikanya, bila Allah SWT sendiri memerintahkan untuk mendoakan mereka,
>bagaimana mungkin dikatakan bahwa doa itu tidak ada gunanya.
>
>Bahkan di dalam Al-Quran Al-Kariem sendiri, ada teks doa itu dan memang
>telah dibaca oleh umat ini.
>Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka
>berdoa : Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang
>telah beriman lebih dahulu dari kami? (QS Al Hasyr: 10)
>
>Juga ada hadits Rasulullah SAW yang menceritakan doa kepada  mayyit :
>Dari Ustman bin Affan ra berkata: Adalah Nabi SAW apabila selesai
>menguburkan mayyit beliau berdiri lalu bersabda: mohonkan ampun untuk
>saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang
>ditanya? (HR Abu Dawud)
>
>Kalau kita diminta untuk memohon ampun bagi orang yang sudah wafat, logiskah
>bila masih akan dikatakan bahwa tidak ada pengaruh amal orang hidup untuk
>orang yang telah wafat ?
>• Disyariatkannya Shalat Jenazah
>
>Kira-kira, apa sih gunanya shalat jenazah ? Dan adakah bedanya bila jenazah
>dishalatkan dengan tidak dishalatkan ?
>
>Tentu saja shalat jenazah itu disyariatkan karena jenazah yang dishalatkan
>itu memang akan mendapatkan pahala dan keringanan siksa di dalam kuburnya.
>Paling tidak shalat itu bukan hanya berpengaruh kepada amal  yang
>melakukannya, melainkan juga kepada jenazah yang dishalatkan itu sendiri.
>
>Apalagi bila dilihat lafaz shalat jenazah yang intinya tidak lain adalah doa
>untuk mayit. Artinya, mayit itu didoakan agar dia mendapatkan segala yang
>dibutuhkannya di alam quburnya.
>
>Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW setelah
>selesai shalat jenazah-bersabda: Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia,
>maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah
>kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari
>segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah
>untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga
>yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya
>dan  peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka (HR Muslim).
>
>Kalau doa ini disyariatkan, artinya memang ada perintah untuk itu dna tentu
>saja Allah SWT tidak akan memerintahkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
>
>• Sampainya Pahala Sedekah Untuk Orang Mati
>Rasulullah SAW pun memerintahkan shahabat untuk bersedekah yang pahalanya
>untuk orang yang telah wafat. Haditys berikut ini menjelaskan bagaimana hal
>itu.
>Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia
>ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk
>bertanya: Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang
>saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat
>baginya ? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata: saksikanlah bahwa kebunku
>yang banyak buahnya aku  sedekahkan untuknya (HR Bukhari).
>
>• Dosa Hutang Yang Terhapus
>Hadits Abu Qotadah menjelaskan bahwa seseorang mati dalam keadaan berhutang.
>Tentu saja di kubur dia mendapat masalah. Lalu ketika keluarganya
>membayarkan hutangnya sebanyak dua dinar, maka nabi SAW bersabda:
>Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya (HR Ahmad)
>
>• Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada
>saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak
>dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan
>membebaskan utang setelah wafatnya.
>
>Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
>Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
>



  


       
---------------------------------
Nervous about who has your email address?  Yahoo! Mail can help you win the war 
against spam.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke