uat saidiman, saya senang kamu bisa gabung dalam mailis 
ini, sebagai orang NU, boleh lah berkeliaran dimana-mana, 
tapi minimal ada sedikit sentimen kecil dan harapan bahwa 
NU kelak menjadi alat perubahan hehehe, kapan ke jogja:
iya tapi kan nggak boleh mengganggu ruang publik. trotoar 
dibangun untuk semua, pake duit dari masyarakat. kalo 
dibajak seseorang, bahkan didirikan tenda dan segalanya, 
itu kan mengakuisisi mulik publik menjadi milik pribadi. 
yang rugi jelas banyak: orang lewat, orang difabel salah 
satunya, di Jogja, ada trotoar dipasang guide block untuk 
difabel, itu memakan biaya berjuta-juta, tapi ada 
"malfunction", guide block tersebut malah digunakan untuk 
jualan, PKL dan seterusnya. ini jelas melanggar hak asasi 
manusia i.e. orang2 difabel untuk menikmati ruang publik. 
dan seterusnya.

masalah neoliberalisme:
Ini masalah bagi anak muda NU... keputusan untuk melawan 
sudah bulat, padahal memplajarinya aja belum. sayup2 
dengar dari sana-sini, lalu sudah memutuskan untuk 
beraliran, saya melawan neoliberal, saya mendukung 
neoliberal dan seterusnya. secara pribadi bagi saya itu 
tidak penting, yang penting itu belajar..

oke lah.. untuk bacaan kiri anak muda NU sudah lumayan, 
tapu mau nggak anak muda NU itu juga belaja2 yang agak 
kanan-kanan gitu, bahkan belajar sampai pada praktik 
penelitiannya: maka matematika menjadi penting, maka, 
ekonometri dibutuhkan..

bukan sekedar gagasan abstrak yang gak jelas...dalam 
sebuah diskusi seorang berapi2 "kemiskinan Indonesia tiap 
hari semakin meningkat, terlebih lagi bila aset2 negara 
kita dijual" tapi diskusi hanya begitu, tidak menghadirkan 
berapa jumlah angka orang miskin yang  dimaksud, bagaimana 
dia melakukan peng-angkaan tersebut" pakai model CGE atau 
apa? gak jelas... umumnya lebih mencintai pemikiran2 yang 
populis tapi jauh dari realitas, menyentuh hati tapi 
(maaf) jauh dari otak. sama halnya yang liberal, kadang 
juga "budeg" tidak mendengarkan dan keluhan2 pendapat kiri 
mengkritikinya.

sebagai manusia, kita musti dewasa, sanggup melewati batas 
atau dilewati batas.  perbedaan kiri dan kanan itu sudah 
dari dulu. yang paling baik adalah belajar mendegarkan 
teman-teman kita untuk berpendapat: entah poskolonial 
entah liberal, entah tranformatif dan seterusnya.

aku heran, mendengar tentang anak2 NU yang kini banyak 
bertengkar gara2 perbedaan aliran: liberal dan 
poskolonial. tapu mudah2 mudahan pendengaran saya yang 
salah..






Kirim email ke