Berita bagus
   
  berarti orang-orang PKS sudah semakin pandai
   
  semakin cerdas
   
  dalam memanfaatkan peluang
   
  salam
   
  

Kinantaka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Ups, ada berita menarik, neh.

Kinantaka

---------- Forwarded message ----------
From: kader cikarang 
Date: May 25, 2007 1:06 PM
Subject: [Kebangkitan_Bangsa] Rp 1 Milyar buat Ongkos jadi walikota
To: [EMAIL PROTECTED]

hmmm...
kasihan pak inu, beliau dipalak 1 Milyar oleh PKS... ckckckc.. :(

"Saya tidak punya uang sebanyak Rp1 miliar. Sedangkan pengurus PKS,
berkali-kali datang ke Jatinangor (rumah Inu, red) untuk meminta uang
sebagai salah satu persyaratan menjadi Balon Walikota Payakumbuh. Mereka
men-deadline saya untuk menyediakan uang tersebut hingga jam 10 tadi malam
(pukul 22.00 WIB, red)," aku Inu kepada Padang Ekspres, Selasa (22/5).

"PKS memang tidak minta uang Rp1 miliar. Cuma mereka menanyai kepada saya,
pak Inu sanggup Rp3 atau Rp1 miliar saja? Karena calon yang satu lagi
menyanggupi Rp3 miliar," aku Inu tadi malam. Inu mengatakan, sebagai dosen
miskin yang masih tinggal di rumah dinas, tentu saja dia tidak punya uang
sebesar Rp1 miliar. "Saya tahu, uang tersebut dipakai PKS untuk kebutuhan
kampanye dan Pilkada. Tapi, mana mampu saya menyediakannya," ujar Inu
blak-blakan.

salam,
kc

=====

PKS Usung Ardi-Nasrullah, Inu: Saya Tak Punya Uang Rp1 Miliar
Rabu, 23-Mei-2007, 07:35:07
Telah dibaca sebanyak 20 kali

Payakumbuh, PadekĀ—Setelah ditunggu-tunggu banyak pihak, akhirnya, Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Payakumbuh mengumumkan juga pasangan bakal calon
(Balon) walikota dan wakil walikota yang akan diusungnya dalam Pemilihan
Kepala Daerah (Pilkada) langsung bulan Agustus mendatang.

Calon tersebut adalah Prof Ardi Abbas (akademisi sekaligus mantan Cabup
Limapuluh Kota) dan Haji Nasrullah Nukman (kader PKS)."Hari ini, kami sudah
tekan perjanjian atau MoU dengan Ardi dan Nasrullah.

Keduanya, resmi menjadi Balon Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh dari
PKS. Mereka akan segera kami daftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah
(KPUD), untuk seterusnya didukung dengan semangat kebersamaan," ujar Ketua
PKS Payakumbuh Tri Venindra, kepada Padang Ekspres, Selasa (22/5).

Saat itu, Tri Venindra sedang berada di Jakarta. Dia baru saja bertatap muka
dengan Ardi, Nasrullah dan pengurus DPP PKS Pusat. Mereka, sepakat untuk
menjadikan Pilkada Payakumbuh sebagai ajang kemenangan bagi PKS.Lantas ,
bagaimana dengan nasib dosen IPDN Inu Kencana Syafei yang semula juga
dilirik PKS Payakumbuh untuk jadi Balon walikota?

"Beliau, belum memenuhi beberapa persyaratan yang kami berikan.Karena itu,
beliau tidak dapat kami calonkan," ucap Tri singkat. Namun, komentar berbeda
justru diucapkan Inu Kencana Syafei. Melalui telepon genggamnya
(0813949XXXXX), Inu mengaku gagal menjadi Balon Walikota Payakumbuh dari PKS
karena tidak memiliki uang sebesar Rp1 miliar.

"Saya tidak punya uang sebanyak Rp1 miliar. Sedangkan pengurus PKS,
berkali-kali datang ke Jatinangor (rumah Inu, red) untuk meminta uang
sebagai salah satu persyaratan menjadi Balon Walikota Payakumbuh. Mereka
men-deadline saya untuk menyediakan uang tersebut hingga jam 10 tadi malam
(pukul 22.00 WIB, red)," aku Inu kepada Padang Ekspres, Selasa (22/5).

Inu mengatakan, sebagai dosen miskin yang masih tinggal di rumah dinas,
tentu saja dia tidak punya uang sebesar Rp1 miliar. "Saya tahu, uang
tersebut dipakai PKS untuk kebutuhan kampanye dan Pilkada. Tapi, mana mampu
saya menyediakannya," ujar Inu blak-blakan.

Meskipun demikian, Inu mengaku tidak kecewa. "Jabatan itu adalah amanah,
tidak meski saya bayar atau beli dengan lembaran rupiah. Karena itu amat
berbahaya dan diminta Allah pertanggungjawabannya," ujar putra asli Nagari
Simalonggang, Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Tri: Bukan Karena Uang

Sedangkan Tri Venindra yang dikonfirmasi wartawan soal pernyataan Inu,
justru menampik dengan nada agak tergesa-gesa. "Oh, bukan itu. Dia gagal
jadi Balon walikota karena memang belum bisa memenuhi beberapa kriteria yang
kami minta," sebut Tri singkat. (*)

=====

Inu: Mereka Bilang, Saya Pilih Rp1 M atau Rp3 M?
Jum'at, 25-Mei-2007, 12:44:42

Payakumbuh, PadekĀ—Komentar dosen IPDN Inu Kencana Syafiie, tentang pengurus
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meminta uang Rp1 miliar kepada
dirinya,....

....untukm aju sebagai bakal calon (Balon) Walikota Payakumbuh periode
2007-2012 ternyata, berbuntut panjang dan membuat kader PKS jadi keblinger.
Usai mendaftarkan Balon walikota dan wakil walikota yang akan diusungnya,
yakni pasangan Profesor Ardi dan Nasrullah Nukman ke Komisi Pemilihan Umum
Daerah (KPUD) Payakumbuh, Kamis (24/5) sejumlah pengurus PKS, mulai dari
pusat sampai daerah, langsung menggelar jumpa pers."Kami tidak pernah
meminta uang seperti yang diberitakan koran. Dari dulu, sampai sekarang, PKS
dan tokoh-tokohnya, seperti Hidayat Nur Wahid dan Nur Mahmudi Ismail, masih
teruji dan menunjukkan dedikasi. Begitupun dengan kader PKS yang duduk di
legislatif sekarang," tegas Kordinator Wilayah Dakwah PKS untuk Sumatera
Bagian Utara, Khairul Anwar. Pria yang mengeluarkan SK penetapan calon
Kepala Daerah PKS untuk Payakumbuh ini, menjelaskan, dalam menentukan sosok
calon kepala daerah, PKS memang membuat kriteria. "Tapi kriterianya, tidak
seperti pengakuan (Inu Kencana, red) di koran tersebut," ujar Khairul sambil
menyebut calon PKS harus kuat dan membawa perubahan. Kecuali itu, Khairul
juga menegaskan, seorang walikota meskinya tidaklah superman. Dia tidak
harus berperilaku one man show. Sebab, di bawahnya ada banyak pejabat eselon
II dan III, serta rakyat yang melihat. Termasuk juga para niniak mamak, alim
ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan pemuda. "Karena itu, PKS
mengkehendaki calon yang superteam. Sebab, jika calon sudah jadi superman,
biasanya dia cenderung diktator. Tapi kalau superteam, dia akan mau bekerja
dengan sistem," papar Khairil yang saat itu didampingi Ketua DPD PKS
Payakumbuh Tri Venindra dan sejumlah pengurus DPW PKS Sumbar.Lantas, apa
sikap PKS terhadap pernyataan Inu? "Bagi kami, ini adalah masalah sikap.
Sebagai anak bangsa, kita hidup dalam alam demokrasi. Kita harus bijak. Saya
tak mungkin ikut-ikutan menjelek-jelekkan, orang yang menjelekkan PKS,"
tegas Khairul.

Inu Kencana
Dia menambahkan, PKS sudah terbiasa dihantam dan dikritik. "Ini mungkin
tanda-tanda akan besar. Seperti pohon, kalau makin besar, angin yang
menerpanya memang semakin kencang," sebut Khairul.Penegasan senada juga
dilontarkan Tri Venindra. Dia bilang, PKS masih seperti yang dulu dikenal
warga, jujur, bersih, dan peduli. "Kami tidak pernah minta uang," tegasnya.

Inu Bergeming
Sementara itu, Inu Kencana yang dihubungi wartawan melalui telepon
genggamnya (0813949XXXXX), tetap dengan pernyataan awal. "PKS memang tidak
minta uang Rp1 miliar. Cuma mereka menanyai kepada saya, pak Inu sanggup Rp3
atau Rp1 miliar saja? Karena calon yang satu lagi menyanggupi Rp3 miliar,"
aku Inu tadi malam. Inu mengatakan, sebagai dosen miskin yang masih tinggal
di rumah dinas, tentu saja dia tidak punya uang sebesar Rp1 miliar. "Saya
tahu, uang tersebut dipakai PKS untuk kebutuhan kampanye dan Pilkada. Tapi,
mana mampu saya menyediakannya," ujar Inu blak-blakan.Meskipun demikian, Inu
mengaku tidak kecewa. "Jabatan itu adalah amanah, tidak meski saya bayar
atau beli dengan lembaran rupiah. Karena itu amat berbahaya dan diminta
Allah pertanggungjawabannya," ujar Inu yang menyimpan beberap Short Message
Service (SMS) dari pengurus PKS. (*)

http://www.padangekspres.co.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=105


[Non-text portions of this message have been removed]



______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Yahoo! Groups Links





 
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke