kmnu2000Alhamdulillah, pelatihan berlangsung lancar berkat dukungan dari berbagai pihak terutama Fakultas Teknologi Informasi ITS dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (ikatan pesantren se-Indonesia). ITS dan RMI berperan besar dalam mendorong diaplikasikannya ICT di lingkungan pesantren.
Pada saat berlangsung acara pelatihan, para kiai yang turut mendampingi wakilnya beserta para dosen dan undangan melakukan silaturahmi. Saat itu juga dilakukan pemaparan hasil nota kesepakatan RMI dengan 5 menteri pada saat Mukernas seminggu yang lalu di Jakarta. Dilanjutkan dengan penjelasan beberapa komunitas anak muda NU yang sdh memulai pengenalan dan pengembangan ICT di dunia pesantren, secara swadaya. Alhamdulillah, dari brainstorming kita capai beberapa point penting untuk ditindaklanjuti. Sementara itu selepas acara pelatihan, sebagai follow up, ketiga puluh pesantren tersebut kita bagi 4 berdasarkan wilayahnya untuk lebih berkonsentrasi pada bidang pendidikan, iptek, agama (kajian turats / pustaka), dan ekonomi / wirausaha / UKM. Mudah2an usaha yang tak seberapa ini mampu mendorong perkembangan pendidikan, agama, dan ekonomi bangsa kita. Wassalam Agus ========================= http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=3649 ITS Latih Ponpes Digitalisasi Kitab Kuning 31 Mei 2007 09:54:16 Fakultas Teknologi Informasi (FTIf), Rabu siang (30/5) memberikan pelatihan kepada sedikitnya 30 pondok pesantren di Surabaya dan Sidoarjo terkait upaya mendigitalisasi kitab kuning. Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi rencana Menkominfo memanfaatkan secara maksimal Information and Communication Technology (ICT) di bidang pendidikan. Kampus ITS, ITS Online - Agus Zainal Arifin, ketua pelaksana kegiatan itu mengatakan, pelatihan yang diberikan pada pondok pesantren ini merupakan keinginan FTIf mensosialisasikan tentang ICT yang murah dan mudah . "Pembuatan dan pengelolaan website, apalagi di pesantren selama ini mungkin terkesan sulit, membutuhkan dana besar, dan menyita waktu yang tidak sedikit. Apalagi di dalam tiap home page pasti dijumpai berbagai kode atau program yang sudah pasti hanya akan dipahami oleh mereka yang berpengalaman," katanya. Melalui pelatihan ini, kata Agus menambahkan, ia berharap keberadaan Ponpes yang selama ini dianggap tidak paham ICT akan mulai terangkat. "Ini juga merupakan realisasi dari rencana pemerintah melalui Menkominfo untuk memanfaatkan semaksimal mungkin ICT untuk bidang pendidikan," katanya. Selain itu, melalui pelatihan ini, niat ITS untuk membangun satu jaringan terpadu atau networking antar Ponpes bisa segera teralisasi. "Tanpa adanya sumber daya manusia yang mengerti dan paham tentang ICT dalam hal ini pengembangan website, maka akan sulit untuk merealisasikan jaringan terpadu antar Ponpes, karena itu pelatihan ini merupakan langkah awal," ungkapnya. Selain pelatihan pembuatan website, para peserta juga diajarkan mengelola isu dan menuliskannya sebagai bagian dari content management system. Sukemi yang memberikan materi itu mengatakan, website merupakan bagian dari usaha untuk mengenalkan dan membangun image di masyarakat yang lebih luas. "Memang selama ini website belum dimanfaatkan maksimal oleh Ponpes, padahal jika bisa dikembangkan punya nilai strategis, mengingat di Ponpes ada banyak potensi informasi yang bisa disebarkan," katanya. Dikatakan Sukemi, dengan ini dia berharap kitab kuning bisa digitalisasi, sehingga bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat Sukemi menyarankan, pendekatan juranalistik bisa diterapkan dalam mengelola website. Dengan itu, maka orang akan selalu datang berkunjung ke website. "Jika sering dikunjungi maka nama dari Ponpes itu akan lebih dekat dengan masyarakat. Ke depannya nilai tambah Ponpes itu akan terangkat image-nya," kata mantan wartawan ini. (humas/asa) [Non-text portions of this message have been removed]
