Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU 
Ahad, 3 Juni 2007 14:25 

 

Probolinggo, NU Online
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan konsep yang paling sesuai 
dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam. Konsep ini sesuai dengan yang 
dipraktikkan Rasulullah Muhammad SAW ketika memimpin Madinah. 

"Rasululah SAW tahu bahwa di Madinah saat itu bukan hanya ada Islam. Namun juga 
ada Yahudi, Majuzi, Nasrani dan yang lain. Sebuah kondisi yang beragam," kata 
ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ali Maschan Musa, 
dalam acara silaturrahim pengurus ranting NU se Jawa Timur Rayon 1 di pendapa 
Pemkab Probolinggo, Sabtu (2/6) kemarin.

Menurut Ali Maschan, para sahabat Rasulullah yang melanjutkan pemerintahan juga 
tidak pernah memasukkan konsep negara Islam.

"Mengaca pada konsep pemerintahan Rasulullah dan sahabatnya, maka konsep NKRI 
sudah sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Dan ini merupakan konsep yang 
sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi," tegasnya. 

Dikatakan warga nahdliyyin perlu waspada terhadap munculnya beberapa aliran 
Islam baru yang menyerang ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang dianut NU. 
Aliran ini pertama-tama mempertanyakan kembali konsep NKRI dengan menawarkan 
konsep negara Islam.

Di hadapan ribuan pengurus ranting NU Maschan kembali menegaskan, NU sudah 
mencapai kata sepakat tentang konsep NKRI. "Jika ada aliran yang mempertanyakan 
lagi konsep NKRI maka harus berhadapan dengan NU," tegasnya.

Kedua, lanjut Maschan, aliran baru itu mengajak warga melakukan jihad dengan 
definisi yang salah kaprah. Menurutnya, mereka yang menganut ajaran ini lupa 
bahwa jihad yang paling berat yaitu jihad memerangi hawa nafsu."Jadi tidak 
perlu perang ke Irak atau Lebanon hanya untuk berjihad fi sabilillah," tuturnya.

Aliran baru itu menjadikan masjid-masjid warga nahdliyyin sebagai medan 
penyebaran faham mereka. "Parahnya, ada juga warga NU yang terseret-seret dalam 
ajaran ini," terang Maschan.(man/sam)

« Kembali ke arsip Warta 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke