Beda dari dua bentuk penerimaan, terkadang kita sering tidak menelaah terlebih 
dahulu setiap istilah atau konsep yang diucapkan oleh orang lain di sekitar 
atau diluar lingkungan tempat tinggal kita. Kita juga sering terkesan grabak 
grubuk ketika mencomot ungkapan-ungkapan yang sering kita dengar di media 
elektronik atau yang sering kita baca di surat kabar.

Ada dua frase kalimat yang saat ini menggelitik otak saya. Yang pertama adalah, 
"Menerima apa adanya" dan yang kedua, "Menerima segala kekurangan yang ada."

Para wanita dan pria sering keselo ketika mengucapkan salah satu diantara 
keduanya. Apalagi dalam urusan cinta, maksud hati mungkin ingin menggambarkan 
seseorang yang dapat menerima dirinya, akan tetapi hati-hati jika ingin 
menggunakan satu diantara dua frase di atas. Sebab keduanya setelah saya 
cermati mempunyai pengertian yang berbeda.

Frase pertama, "Menerima apa adanya." berarti bentuk penerimaan atas seseorang 
yang bersifat baku, dalam artian ketika kita seorang perempuan atau pria 
berkata bahwa dirinya menginginkan pasangan hidup yang dapat menerima dirinya 
apa adanya, maka berarti pria atau perempuan itu tidak ingin dirinya dicerca, 
dibandingkan, diungkit lagi segala kekurangannya dan berharap pasangannya 
menerima begitu saja kekurangan atau kelemahan itu tanpa harus dilakukan 
perbaikan di sana-sini.

Berbeda dengan yang kedua, istilah "Menerima segala kekurangan yang ada." 
memiliki pengertian bahwa jika kedua belah pihak menerima segala kekurangan 
yang ada pada pasangan mereka, maka walaupun sama-sama bentuk penerimaan, 
tetapi bentuk penerimaan yang satu ini bersifat dinamis. Artinya meski saling 
menerima kekurangan, tetapi tetap ada usaha untuk saling melengkapi, memerbaiki 
dan mengoreksi agar menuju kepada arah yang lebih baik. 

Di sinilah bedanya, memang kedua bentuk penerimaan di atas mengajarkan 
nilai-nilai menghargai kekurangan dan ketidak sempurnaan orang lain, akan 
tetapi bentuk aplikasi penghargaan dan penghormatan antara keduanya berbeda. 
Yang pertama stagnan, nrimo dan pasrah, tanpa ada usaha melakukan perubahan, 
baik itu dari diri sendiri atau dari diri orang lain. Pada bentuk penerimaan 
pertama ini antara satu sama lain masih dianggap sebagai pribadi-pribadi yang 
berbeda.

Sedangkan bentuk penerimaan yang kedua, setiap individu yang berlainan di 
dalamnya adalah satu kesatuan yang membentuk sebuah ikatan. Jadi ada siklus 
simbiosa di dalamnya, sehingga walaupun saling menerima kekurangan dan ketidak 
sempurnaan dari pasangannya, akan tetapi lantas tidak berdiam diri membiarkan 
begitu saja. Karena dalam pengertian kedua ini setiap individu direkatkan 
menjadi satu dalam membina kehidupan jangka panjang yang lebih baik, maka 
terdapat aktifitas saling melengkapi dan memerbaiki kekurangan masing-masing 
pasangan diantara keduanya.

Saya lebih setuju kepada konsep penerimaan yang kedua, karena jika 
diaplikasikan pada kehidupan berpasangan, akan sesuai dengan ayat Al-Quran yang 
menganalogikan pria dan perempuan itu ibarat pakaian yang saling menutupi tubuh 
pasangannya. Pria adalah pakaian bagi wanita, dan wanita adalah pakaian bagi 
pria.

Sehingga kalau lebih luas diterapkan pada konteks isu gender misalnya, maka 
bentuk penerimaan yang kedua ini yang menurut saya cocok diaplikasikan 
ketimbang yang pertama. Daripada membiarkan keduanya berdiri sendiri-sendiri 
dan saling bermusuhan, mengungkit segala kekurangan, atau malah ingin 
mendominasi pada yang lain. Maka cara penerimaan yang kedua lebih efektif dan 
semoga terwujud sesuatu yang lebih baik, dalam hal ini, sesuatu yang lebih baik 
itu saya terjemahkan bukan jenis yang mana yang lebih unggul, akan tetapi 
adalah nilai ketakwaan dan keimanan seseorang di sisi Allah serta kemajuan umat 
Islam seutuhnya.

Kembali kepada bentuk penerimaan dan hubungannya pada kehidupan berpasangan, 
khususnya yang masih jomblo seperti saya, supaya dapat berhati-hati lagi ketika 
mengutarakan konsep penerimaannya kepada si calon pasangan. Beri penjelasan 
yang mumpuni, sehingga nanti tidak salah paham, dan bisa diterima dengan baik 
oleh akal yang sehat dan kondisi emosional yang stabil. Selamat mencari 
pasangan! Kalau dah dapat undang-undang. 
  
 
       
---------------------------------
 Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Tryit now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke