Kepatuhan Hamba
Shaykh Muhammad (s) Hisham Kabbani
Michigan, Ceramah 23 May 2007
http://www.mevlanasufi.blogspot.com
   
   
  A`udzu billahi min asy-syaitaan ir-rajiim 

  Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Nawaytu'l-arba` iin, nawaytu'l-`itikaaf, 
nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadah, nawaytu's-suluuk, nawaytu'l-`uzlah 
lillahi ta`ala fii hadza'l-masjid. Ati` Allah wa ati` ar-Rasula wa uli 'l-amri 
minkum 
   
  Kadangkala kalian harus berbicara. Kalian harus berkata sesuatu untuk 
kepentingan dirimu sendiri dan kepentingan yang lain, maka itulah mengapa 
nasehat Mawlana Shaykh Nazim, atas saran Grandshaykh Abdullah, semoga Allah 
memberkahi jiwa beliau, mereka selalu mengatakan nasehat atau pidato yang 
mereka berikan adalah pertama-tama kepada diri mereka sendiri dan kemudian 
kepada mereka yang mendengarkan. 
   
  Beliau berkata "Inilah cara normal dan cara memperlihatkan respek kepada Sang 
Nabi (saw) dan menunjukkan respek kepada Allah swt. Karena jangan memikirkan 
diri sendiri lebih baik dibandingkan para hadirin dan kau tidak boleh memandang 
dirimu lebih tinggi dibandingkan yang lain. Kau harus melihat dirimu sendiri 
kalau kau membutuhkan apa yang kau ucapkan dan mereka butuh mendengarkan dan 
menerima nasehat itu." 
 
Karena Para Wali memiliki hati/qalbu yang selalu menerima ilham Ilahiyah dan 
mereka tidak seperti kita. Allah memberikan Sang Nabi saw otoritas rahmatan 
lil-`alamiin. Jadi dari otoritas itu Nabi saw merasakan bahwa dia harus selalu 
memberikan rahmat. Jadi salah satu makna rahmat adalah nasehat. Suatu Pesan 
adalah rahmat. Jika kalian mempunyai seorang anak dan kalian berusaha 
menasehatinya, memberitahunya mana yang baik dan mana yang buruk, itulah rahmat.
   
  Kalian akan merasakan rahmat kepadanya untuk menasehati dia. Jika kalian 
tidak mencintai anakmu maka kalian tidak peduli. Jadi, nasehat apa pun yang 
Ummat manusia butuhkan, maka Nabi saw mengirimkan nasehat itu ke hati/qalbu 
awliyaullah agar mereka dapat mengambilnya saat mereka membutuhkan nasehat Sang 
Nabi (saw) dan mereka menasehati murid-muridnya.
 
Dan disinilah kita, semuanya, pada tingkat yang sama, kita semua mendengarkan 
pesan yang mereka kirimkan. Saya tidak berkata kalau saya yang bicara berarti 
saya lebih baik. Tidak. Siapa pun dapat duduk dan meminta pertolongan dari 
Mawlana Shaykh Nazim dan Grandshaykh dan hati/qalbu mereka akan bekerja dan 
mereka dapat bicara. Mereka butuh bertemu kondisi yang sama, jika kau tidak 
bertemu kondisi ini apa yang kau ucapkan mungkin saja tidak bernilai dan kau 
mungkin tidak sanggup mengatakan inspirasi-inspirasi yang benar.Jika piringan 
satelit tidak diarahkan pada arah yang benar ke satelit diatas bumi, maka tidak 
akan mendapat suara atau gambar apapun. 
 
Jika sudutnya tidak benar kau akan mendapat sebuah gambar yang kabur. Begitu 
juga jika hati/qalbumu jika tidak dihubungkan dengan benar ke sudut yang benar. 
maka kalian tidak bisa menerima apapun; itu akan menjadi sebuah informasi atau 
gambar yang kabur. 
 
Jadi yang paling penting yang mereka ajarkan kepada kita, Grandshaykh sebutkan, 
adalah jika kalian 'patuh' Jika saja seluruh suku bangsa patuh kepada Allah swt 
selama hanya 40 hari saja (itu tidak berarti kemudian kalian dapat tidak patuh 
setelah 40 hari), tetapi jika dapat menjaga kepatuhan kepada Allah dan Nabi-Nya 
tanpa pelanggaran apa pun selama 40 hari, apa pun itu, maka kita akan menerima 
perbekalan surgawi tanpa kita perlu mengejar untuk melakukan apa pun. 
   
  Allah akan mengirimkan dari surga makanan bagi semua orang.  Dan itulah apa 
yang kita ketahui terjadi kepada Bunda Maria Sang Perawan ( Siti Maaryam). 
Itulah kepatuhan dia kepada Allah swt telah membuatnya menerima makanan dalam 
guanya. Dia tidak pernah keluar dari gua. Dan itulah mengapa Sayyidina 
Zakariyya (as) kapan pun memasuki guanya, beliau menemukan makanan. 
"wakaffalahaa Zakariyya (as) kullama dakhala `alaihaa Zakariyyal mihraaba 
wajada `indahaa rizqan qaala yaa maryamu annaa laki hadzaa qaalat huwa min 
`indi Allahi inna Allaha yarzuqu may yasyaa-u bi-ghairi hisaab"
   
  "Dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk 
menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: "Hai 
Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu 
dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang 
dikehendaki- Nya tanpa hisab. [Ali 'Imran [3]:37] Sayyidina Zakariyya (as) 
terpaku, terkejut. Bagaimana dia mendapatkannya. Beliau bertanya "Dari mana?"  
Maria menjawab, "min `indi Allahi..Allah telah mengirimkan nya kepadaku." 
Bagaimana!? Bagaimana caranya itu dikirimkan? Kita tidak tahu, tapi apa yang 
kita tahu adalah kalay makanan itu muncul setiap hari dihadapannya.
   
  Mawlana berkata, "Bila selama 40 hari kita berada dalam kepatuhan penuh, Ati` 
Allah wa ati` ar-Rasula ... patuh kepada Nabi adalah patuh kepada Allah – 
kemudian tidak hanya Allah akan memberikan kita makanan fisik yang kita kejar 
untuk mendapatkannya, tapi Allah akan memberikan kita makanan spiritual yang 
tidak seorang pun bisa membayangkan. Itulah jenis pengetahuan itu… ketika kau 
patuh selama 40 hari setan tidak bisa mengaksesmu lagi, Itulah mengapa 
awliyaullah melakukan penyendirian (khalwah). 
  Mereka tahu kalau dalam penyendirian (khalwah) mereka dalam kepatuhan penuh 
dan setan tidak bisa menggapai mereka disana. Ketika setan tidak bisa 
mengaksesmu kemudian Nama-Nama Indah dan Atribut-atribut akan mewujud (tajalli) 
kepadamu dan lidahmu akan menjadi sebuah air mancur pengetahuan yang tidak 
pernah berhenti. 
   
  Saya pernah melayani Grandshaykh Abdullah al-Faiz ad-Daghestani ( Wafat 
1974), semoga Allah memberkahi jiwa beliau, dan aku melayani Mawlana Shaykh 
Nazim, semoga Allah memberikan beliau umur panjang, dan aku melihat pengetahuan 
yang dilimpahkan melalui lidah Mawlana Shaykh dan Grandshaykh. Ini pengalaman 
yang sangat luar biasa. Saya biasa mendengarkan dan duduk dan menulis dan 
mengambil buku catatan dan Grandshaykh biasa berbicara 2-3 jam terus menerus 
tanpa berhenti. 
   
  Beberapa orang datang, dia bicara 2-3 jam dan mereka pergi dan lebih banyak 
lagi orang datang dan diwaktu lain beliau yang membuka dan bicara. Bahkan 
sepanjang hari sampai waktu 'Isya Grandshaykh biasa berkata tanpa henti, 
disamping shalat dan awraad dan makan. Seluruh waktu beliau sibuk bersama 
orang-orang yang datang dan pergi dan mendengarkan. Dan beliau tidak pernah 
membuka sebuah buku pun. Itu datang dari hari/qalbu. Karena Allah membukakan 
rizq al-manawiyy – pengetahuan spiritual yang bisa kita sebut sebagai makanan 
spiritual. 
   
  Allah swt memberikan beliau pengetahuan spiritual karena kepatuhan beliau dan 
mengikuti Sunnah Sang Nabi (saw) dengan penuh cinta yang memberikan beliau 
sebuah air mancur yang airnya tidak pernah berhenti. Atau bagaikan sebuah 
lautan ombak berdatangan membentur pantai, ombak pengetahuan datang pada setiap 
kesempatan yang aku lihat dalam banyak pertemuan beliau, bersama para ulama, 
para ulama Lebanon, Suriah, dan Mesir dan mereka duduk berjam-jam dan mereka 
kelelahan dan Grandshaykh tidak pernah leleh berbicara. Dan beliau memberikan 
mereka sesuatu yang tidak pernah bisa mereka sangka dapat berarti dalam cara 
ini tapi bersama bukti yang beliau berikan kepada mereka dan penafsiran yang 
beliau berikan kepada mereka, membuat mereka terpaku. 
 
Itulah mengapa beliau berkata Ati` Allah wa ati` ar-Rasula - patuhi Allah dan 
patuhi Sang Nabi (saw). Itulah kuncinya. Jika kunci itu diberikan, maka 
pengetahuan spiritual itu didapatkan. Para Sahabat memiliki kepatuhan seperti 
itu. Mereka tidak pernah berkata kepada Sang Nabi (saw) "tidak". Mereka 
berkata, "Ya." Tanyalah. 
 
Tetapi saat ini kita tidak pernah berkata "ya" kepada Sang Nabi (saw). Jika 
kita berkata "ya", kita akan mengikuti cara para Sahabat ra mengikuti Sang Nabi 
(saw) dan kita dapat sanggup mencapai tingkatan pengetahuan spiritual itu, 
perbekalan makanan, kepatuhan fisik dan spiritual kepada Sang Nabi (saw). Kita 
lihat oleh karenanya itu tidak, kita tidak melakukan itu. Apa yang kita 
lakukan? Satu kaki di dunya dan satu kaki di akhirat 
 
Sahabat juga mempunyai satu kaki di dunya dan satu kaki di akhirat, tapi mereka 
tidak membuat prioritas bagi kaki yang di dunya. Dan mereka pada satu kaki itu 
yang di dunya tidak melakukan dosa tapi hanya untuk patuh. Apakah tugas kita? 
Kita ada di barat. Tugas kita adalah untuk memperlihatkan keindahan. Saya tidak 
ingin memperlihatkan kata-kata cinta dan damai. Banyak orang berbicara tentang 
itu. Kita harus memperlihatkan keindahan islam, keindahan penampilan yang 
muncul disekitar kita itulah yang memperlihatkan rasa, rasa madu yang datang 
dari Islam. Itulah tugas kita, tanggung jawab kita. Selain itu mengapa kita 
datang ke sini? Jika kita datang ke sini hanya untuk dunya maka lebih baik 
pulang ke rumah dan tidak kehilangan hidup kita disini, dan kemudian dalam 
akhirat kita terjepit. 
 
Tapi ada beberapa orang diantara jutaan, orang-orang yang sangat jarang itu 
melaksanakan kepatuhan selama 40 hari. Dan mereka adalah awliya. Jangan pikir 
disana dibarat tidak ada awliya. (Mereka ada) tapi mereka tersembunyi. Selain 
itu seluruh dunia akan terpuruk jika tidak ada awliya.
 
Ada 124,000 nabi dan pada kaki setiap nabi berdiri 124,000 Sahaaba dan pada 
setiap kaki Sahaaba ada berdiri 124,000 awliya. Itu pasti tapi lihatlah mereka. 
Mungkin mereka mengetuk pintumu suatu hari, tapi tidak mesti. Beliau berkata 
jika kita patuh selama 40 hari kemudian kita akan memperoleh makanan seperti 
Hawaariyyuun. 
   
  "Idz qaalal hawaariyyuuna yaa `iisabna maryama hal yastathii`u rabbuka ay 
yunazzila `alainaa maa-idatam mina as-samaai. Qaalat taqu Allaha in kuntum 
mu'miniin.  Qaaluu nuriidu an na'kula minhaa wa tathma-inna quluubunaa wa 
na`lama an qad shadaqtanaa wa nakuuna `alaihaa minasy-syaahidiin. Qaala `iisa 
ibnu maryama allahumma rabbana anzil `alainaa maa-idatam minas samaa-i takuunu 
lana `iidal li-awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka war zuqnaa wa anta 
khairu ar-raaziqiin "
   
  "Ingatlah, ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putra Maryam, 
bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" Isa menjawab: 
Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman". Mereka 
berkata; "kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan 
supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi 
orang-orang yang menyaksikan hidangan itu".  Isa putra Maryam berdo'a: "Ya 
Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang 
hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang 
bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan 
Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama".  
[Al Maaidah [5]:112-114] .
   
  Mereka bertanya kepadanya, kerena mereke mengikuti pesan Allah melalui Yesus, 
mereka berkata, "Allah dapat mengirimi kami sebuah meja makanan yang akan 
seperti sebuah perjamuan bagi kita semua dari awal hingga akhir zaman." Itulah 
mengapa mereka yang percaya kepada Sayyidina `Isa (as) mereka tidak hanya 
meminta untuk diri mereka. Mereka meminta untuk awwalina dan akhirina, dari 
awal hingga akhir dunia dan itulah kenapa mereka sudah diberitahukan oleh 
Sayyidina `Isa (as) bahwa mubasysyiram bi nabiyyin ya'tii min ba`dii ismuhu 
Ahmadi. Kemudian Allah akan menerima untuk mengirimi meja itu kepadamu. 
   
  "Wa idz qaala ii ibnu maryama yaa banii israaiila innii rasuulullahi ilaikum 
mushaddiqal limaa baina yadayya minat tauraati wa mubasysyiram bi-rasuuliy 
ya'tii min ba`dismuhuu ahmadu falammaa jaa-ahum bi l bayyinaati qaaluu haadzaa 
sihrun mubiin". Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani 
Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang 
turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) 
seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka 
tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, 
mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". [Ash Shaff [61]:6]
  Dia berkata kepada mereka "Aku mempunyai Taurat diantara kedua tanganku aku 
mempercayainya dan inilah sebuah kitab sebelum dia." Jadi, dia sudah menerima 
apa sebelumnya, dan kita kaum Muslim menerima apa yang dibawa sebelum kita 
yaitu Al Kitab, Injiil dan Taurat. "Dan saya menerima. Allah berfirman untuk 
mengirimkan meja itu jika kau menerima semuanya hingga akhir. Kaum Hawaariyyuun 
menjawab "ya." Allah berfiman "Jika mereka berubah Aku akan menghukum kalian." 
Sehingga Dia mengirimkan meja itu. 
 
Dan meja itu yang datang dari surga harus berupa fisik dan spiritual. Jadi 
karena meja itu mereka sanggup melanjutkan pesan Sayyidina `Isa (as) setelah 
beliau tiada, seperti para Sahaaba Sang Nabi (saw). Sayyidina `Isa (as)Jesus 
Christ mempunyai 12 orang sahabat dan Sang Nabi (saw) mempunyai 124,000 sahabt. 
 Perhatikan berapa banyak 10.000 kali lebih banyak pelajar, murid dibandingkan 
Sayyidina `Isa (as). Kau perhatikan betapa besar pesan itu. Itu membutuhkan 
begitu banyak kurir untuk mengantarkan kepada Ummat manusia. 
   
  Bukan dibutuhkan 12 murid, tapi ketika Sang Nabi (saw) datang disana begitu 
banyak ketidak pedulian. Begitu banyak karena tempat Sayyidina `Isa (as) pernah 
datang di Bayt al-Maqdis, Masjid al-Aqsaa. Itu merupakan sebuah area bangsa 
Yahudi dan beliau datang dengan agama Allah, Sayyidina `Isa (as), agama itu 
yang bisa kita sebuat Kristiani kini sebelumnya adalah sebuah area kecil 
sehingga itu tidak dibutuhkan ... 
   
  Ajaran Taurat sudah ada disana.
   
  Sayyidina Muhammad (saw) datang ke sebuah padang pasir, untuk memperlihatkan 
kebesaran Islam, tanpa peradaban. Di padang pasir tidak ada pepohonan, hanya 
semak-semak. Tapi kini di Jerusalem, dan dalam Bayt-laham, seluruh pohon ada 
disana. Lebih hijau daripada Makkah. Tapi di Makkah sebelumnya sebuah padang 
pasir dan disana ada banyak penyembah berhala. Tidak ada Kristiani atau Yahudi 
disana. Yahudi ada di Madinah. Di Makkah tidak ada apa-apa. Dengan itu Sang 
Nabi (saw) datang bagaikan sebuah pohon besar dengan 124.000 cabang yang 
menjalar kemana-mana ke seluruh dunia. 10.000 kali lebih banyak  dari murid 
Jesus Sayyidina `Isa (as). Jadi pesan itu sangatlah besar.
 
Jadi apa yang dikatakan  Grandshaykh? Beliau berkata bahwa "Jika selama 40 hari 
kau mendengar dan mematuhi Sang Nabi (saw), karena pertama kau patuh 40 hari 
kepada Allah maka kau akan mendapat meja itu, itu makanan fisik datang kepada 
`Isa (as) dan para muridnya. Jadi jika kau mendengar dan menerima Sang Nabi 
(saw) selama 40 hari, Allah akan membukakan kepadamu makanan surgawi dan 
spiritual bersama-sama. Sang Nabi (saw) akan membukakan kepadamu hati/qalbu 
beliau dan kau akan sanggup pergi ke sana dan mengambil pengetahuan keluar dari 
qalbu Sang Nabi (saw)." 
 
Jadi rahasia man ata`Allah faqad at`a ar-Rasul (saw) berarti bahwa Allah 
menghendaki kita pergi ke dalam qalbu Sayyidina Muhammad (saw) dan mengambil 
makanan Kenabian. Jadi, kini ada Obat Kenabian, kini disini ada juga obat 
spiritual Kenabian yang awliyaullah dapat pergi dan ambil dari qalbu Sang Nabi 
(saw). Apa yang dibutuhkan adalah kepatuhan selama 40 hari. Dan kemudian uli'l 
amr bagi mereka yang mempunyai otoritas, dan kita akan melanjutkannya diwaktu 
berikutnya.
 
Jadi itu sangatlah penting, kita katakan "mengapa tidak ada yang terbuka kepada 
kita?" Ya itulah yang benar. Karena kita tidak patuh. Bukan kepatuhan 
sesungguhnya yang kita miliki dalam hati/qalbu kita. Kita masih butuh untuk 
maju dan maju dan maju dalam mematuhi Allah dan Nabi-Nya. Pastinya ini 
sangatlah sulit tapi itulah mengapa kita mempunyai pembimbing, Pembimbing akan 
menuntunmu. Apa yang penting bagi semua murid untuk membuktikan diri mereka dan 
memperbaiki diri mereka untuk melakukan yang lebih baik. Dan yang terbaik dari 
mereka adalah berkunjung dan hadir dihadapan sang shaykh dalam hidupmu. Karena 
dia dapat membimbingmu dan memberikan kepadamu resep yang tepat dan ketika kau 
pergi ke dokter dia pertama kali akan menyuruhmu pergi ke dokter umum atau 
dokter keluarga. "Mengapa aku harus pergi ke dokter umum dan dokter keluarga." 
Karena Allah berfirman, "masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya" [Al Baqarah 
[2]:189] 
   
  Pintu rumah adalah dokter umum atau dokter keluarga. Kau pergi ke sana dan 
tanyalah mereka. Kemudian mereka mengetahui masalahmu dan mereka merujukmu ke 
spesialis. Kemudian mereka merujukmu ke opini dari dokter lain agar dapat 
memastikan kau berada diarah yang benar. Awliyaullah -Allah memberikan mereka 
kekhususan (spesialis) dan itulah kenapa ada dalam praktisi thariqah umum, 
dokter keluarga, mereka bisa menjadi wakil sang shaykh dan mengecek, dan 
kemudian mengirimkan ke sang shaykh dan dialah spesialis dan dapat memberikan 
setiap orang apa yang dibutuhkan. 
 
Yang satu melakukan itu, yang satu melakukan ini. Oh yang satu perlu khalwah. 
Tingkatan berbeda-beda. Semoga Allah mengaruniai kita lebih dan lebih dari 
cinta Nabi kita dan cinta syaykh dan Grandshaykh kita dan cinta kepada Allah 
dan cinta kepada sesama. 
   
  Wa min Allah at Tawfiq
   
  wasalam, arief hamdani
www.rumisuficafe.blogspot.com
www.mevlanasufi.blogspot.com


 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke