Salam, beberapa waktu lalu saya pernah bilang bahwa "nasib" tradisi NU seperti Yasinan, Tahlilan dan sebagainya bukan di tangan orang-orang Wahabi yang rajin mem-provoke atau menghasut umat baik via podium maupun selebaran. Bahkan saya tetap yakin bhw globalisasi atau modernisasi pun bukan penentu nasib tradisi-tradisi itu. Saya tetap percaya bahwa yang menentukan nasib tradisi2 itu ada kita sendiri, masihkah kita mengamalkan tradisi-tradisi itu semua? Tidak perlu kreatifitas2 baru untuk mempertahankan, cukup mengamalkan saja...
Ada kreatifitas baru anak NU selain tradisi2 di atas. Yaitu berbuat culas demi keuntungan pribadi. Sinyalemen dari Sdr Afandi ini mengingatkan saya atas geger-geger KMNU Mesir yang berawal dari (upaya) pencongkelan lemari KMNU untuk mendapatkan stempel... demi bisa berangkat ke Muktamar Lirboyo. Pelaku-pelakunya memang jago jualan proposal, sayang fiktif... Manusia model gini harus segera persona-non-grata-kan, atau sekalian dibumihanguskan aja dari Bumi NU. sorry, provokatif... semoga pak Moderator tidak memperpanjang kasus ini... dan pak moderator bisa tidur nyenyak (sebab Barca juga seri...) wassalam, luthfi (tiap minggu pagi yang susah, tetap masuk kantor meski semua libur...) Original Message ----- From: nasrul - afandi To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, June 09, 2007 9:52 PM Subject: [kmnu2000] Awas ! Proposal Palsu(PCINU Maroko) Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. Mohon maaf, menggangu. Sehubungan adanya informasi dari Indonesia, bahwa ada oknum yang menyebarkan proposal atas nama "Panitia Pembangunan Sekretariat PCINU Maroko", dengan ini kami informasikan: Sampai detik ini, di Maroko belum terbentuk organisasi bagi Nahdliyin, baik PCI NU atau pun KMNU. Meski jumlah Nahdliyyin terus bertambah, dan hampir semua tokoh-tokoh inti PBNU pernah atau bahkan ada yang sering berkunjung dan bersilaturrahim dengan putra-putri NU yang sedang berada di Maroko. Dan dalam waktu dekat kami ada rencana ingin mendeklarasikan PCNU. Maka jika ada pihak yang membawa proposal dengan atas nama tersebut diatas, adalah murni oknum-oknum yang tidak bertanggung Jawab. Perlu diketahui, bagi mahasiswa Maroko asal Indonesia, jika mencari donatur/beasiswa pribadi atau golongan, di Instansi manapun, selalu membawa surat keterangan atau pengantar dari KBRI(Kedutaan Besar RI) Rabat, Maroko. Dan kami mahasiswa Indonesia di Maroko, semuanya memegang kartu Mahasiswa resmi, dari universitas masing-masing. Kami yakin, untuk mahasiswa Indonesia di Maroko, baik yang NU atau bukan, tidak akan melakukan tindakan terkutuk semacam itu. Nama-nama Mahasiswa NU di Maroko. 1- Rhima Rohmiati(Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat/ada di Maroko) 2- Maryam (Cirebon Jawa Barat/ada di Maroko) 3- Nasrulloh Afandi (Indramayu Jawa Barat/ada di maroko) 4- Nasrulloh Jasam(Jakarta/sedang di Indonesia) 5- Ahmad Najib( Bumiayu Brebes Jateng/sedang di Indonesia) 6- Dedi Wahyudin Sanusi( Nusa Tenggara Barat/sedang di Indonesia) 7- Syariful Hidayat(Banyu Wangi Jawa Timur/ada di Maroko) 8- Sabiqul Hadi (Sidoarjo Jawa Timur/ada di Maroko) Para Alumni/Ada di Indonesia: 1- Najib Wahid Zaini(Paiton Probolinggo Jawa Timur) 2- Agus Syarif Hidayatulloh(Bandung Jawa Barat) 3- Ahmad Agus Suaidi( Ponorogo Jwa Timur) Demikian pemberitahuan ini, harap maklum, mohon disebarkan seluas-luasnya. Wassalamu'alaikum warahmatullohi Wabarokatuh. Mewakili putra-putri NU di Maroko. Nasrulloh Afandi, Maaf, surat ini saya juga posting di nu-network. --------------------------------- Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. [Non-text portions of this message have been removed]
