JELANG RAMADHAN
Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

Sidoarjo, *NU Online*
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H pengurus organisasi Nahdlatul
Ulama (NU) di semua tingkatan dihimbau untuk menggalakkan kegiatan
organisasi yang berpusat di masjid-masjid. Sebagai pelaksana kegiatan,
dibentuk Kelompok Anak Ranting (KAR) NU di setiap masjid, langgar dan
musholla dengan kepengurusan seperlunya.

Sebagai percontohan, pada rangkaian acara Harlah ke-84 NU di Sidoarjo, Jawa
Timur, Ahad (19/8) malam kemarin, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua
PWNU Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa melantik 5045 pengurus dan anggota KAR
NU di kantor PCNU Sidoarjo.

KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah usai pelantikan mengatakan,
selain menggalakkan kegiatan sosial dan keagamaan, dibentuknya KAR NU
berbasis masjid-langgar-mushalla ini juga dimaksudkan untuk "mengamankan"
masjid yang dibangun oleh warga NU dari aliran Islam Radikal.

"Pasalnya, saat ini banyak aliran Islam 'tetangga' NU yang berdakwah di
masjid-masjid yang notebene milik NU. Dilantiknya anggota KAR-NU di
Sidoarjo, sebagai *pilot project *bagi daerah lain," kata Kiai Hasyim di
hadapan ribuan warga Nahdliyin yang khusyu` usai  mendengarkan alunan ayat
suci Al-Qur`an yang dikumandangkan Ustadz H Muammar ZA dari Jakarta.

Di daerah lain, lanjut Kiai Hasyim, juga akan dibentuk KAR NU untuk
mengamankan masjid dan mencegah masuknya Islam radikal ke kawasan NU.

Ketua Lembaga Ta`mir Masjid Indonesia (LTMI) Sidoarjo, HM Sholeh Qosim
kepada *NU Online *di Sodoarjo, Kamis (23/8) mengatakan, selama ini memang
ada indikasi kelompok Islam radikal yang ingin menguasai masjid-masjid dan
menyebarkan faham keagamaan mereka.

Bahkan, mereka membentuk remaja masjid di masjid-masjid milik warga NU.
"Maka selain membentuk KAR berbasis Masjid Mushalla, PCNU Sidoarjo juga
mensertifikatkan ratusan masjid termasuk ribuan Musholla milik warga NU,"
Ustadz Sholeh yang juga Ketua Bidang Imarah Masjid Agung Sidoarjo.

"Selain mengantisipasi kelompok Islam radikal yang akan ingin 'menguasai'
masjid milik NU, dibentuknya KAR juga untuk mencegah adanya teroris yang
masuk di lingkungan mereka," tambahnya.

Pada Rangkaian Harlah NU di Sidoarjo dan pilot project pembentukan KAR NU,
sebagaimana dikatakan H Ahmad Khoiri, ketua panitia yang juga wakil Ketua
PCNU Sidoarjo, sebelumnya didahului dengan kegiatan pendidikan
kemasyarakatan terkait pengetahuan dan praktek memandikan jenazah. Sedangkan
pada malam harinya, digelar bedah buku Antologi NU. Juga dilakukan pekan
Rajabiyah oleh PC Muslimat NU di Masjid Agung Sidoarjo pada malam 12 Agustus
kemarin.

Kegiatan pengobatan massal dilakukan pada 10-15 Agustus kemarin. Lalu pada
18 Agustus dilakukan Pawai Ta`aruf di 18 MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo.
Dilanjutkan pada 19 Agustus dilakukan pembagian sembako dan santunan kepada
fakir miskin. Pada Jum'at (24/8) besok diadakan khotmil Qur'an oleh 120
khafidz-khafidzoh di Kampung Gedang dekat pusat semburan lumpur
lapindo.(nam)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke