Info dari milis sebelas :
( tak kebetulan anak saya yg ke-4 bernama Hasan Nasrullah lahir 4 bulan lalu)
Saksikan Malam ini juga! di TVRI
27 Agustus 2007 jam 19.30 s/d 21.00 WIB
akan ada Dialog Exclucive tentang Indonesia ,
antara Sayyid Hasan Nashrullah Sekjen Hizbullah Lebanon (the most "Wanted "
By Israel )dengan :
1. Prof. DR. Amien Rais.
2. Khofifah Indar Parawansa
dengan Moderator : Iwan Hendrawan ( pemred Trans TV )
dan di acara tersebut semoga aja ada di dalamnya telp dan tanya jawab dengan
pak amin rais & bu khofifah - jadi siap-2 aja gunakan telponnya.
Ini hanya sekedar ide saja
Mungkin kalau Dewan Pengawas dan Dewan Direksi TVRI ada yang baca email ini
bisa jadi masukan. Soalnya susah membuat masukan melalui www.tvri.co.id
Ditengah ketidak beresan tayangan teve distasiun teve swasta dalam hal bisnis
hiburan dalam bentuk sinetron. Sehingga membuat Ibu Menteri Muthia Hatta merasa
prihatin dan telah menghimbau dengan mengumpulkan petinggi sta.teve dan anggota
ATVSI dengan mengungkapkan keprihatinan atas tayangan teve yang kurang mendidik
di sinetron yang penuh dengan caci-maki, sensualitas, dan banyak faktor yang
lainnya.
Tapi keprihatianan Ibu Menteri ini hanya ditanggapi secara "lips service" aja
yaitu "Kami akan memperhatikan dan lebih selektif lagi"
Toh nyatanya tidak ada tindakan konkrit dari pihak stasiun teve karena mereka
terbelenggu dengan "sistem kapitalis" yaitu uang. Uanga adalah segalanya untuk
memutar roda industri pertelevisian yang ada. Uang itu bisa masuk berdasarkan
masukan rating atas tayangan diteve. Rating tinggi dan view shares tinggi
berarti banyak pemasanh iklan dan banyak uang yang masuk.
Rating adalah belenggu bagi stasiun teve untuk tidak mau merubah hal yang buruk
menjadi yang baik. Ujung-ujungnya adalah "uang yang berbicara"
Jika tayangan sinetron sudah tidak sehat dan memprihatinkan di semua stasiun
teve swasta.
Kenapa moment ini tidak dimanfaatkan oleh TVRI untuk mengambil peran sebagai
stasiun teve alternatif. TVRI menyajikan tayangan yang sehat bagi penonton di
seluruh Indonesia karena misi mereka sangat jelas harus berada didalam koridor
kebijaksanaan Pemerintah.
Jika Ibu Menteri prihatin, orangtua dirumah prihatin dan pengusaha juga
prihatin atas tayangan teve tersebut. Kenapa tidak bahu-membahu membuat
tayangan teve yang sehat dengan memanfaatkan media TVRI. Toh TVRI masih bisa
diajak kompromi dengan tidak terikat pada norma-norma yang segala sesuatunya
berdasarkan rating.
Toh TVRI pernah membuat sinetron yang berkualitas seperti
Salah Asuhan, Unyil, ACI, Jendela Rumah Kita, Losmen dan lainnya.
Sekarang tinggal berbagai pihak yang merasa prihatin akan situasi ini bisa
turun tangan aktif memperbaiki keadaan dengan memberikan berbagai tayangan yang
positif untuk disaksikan pemirsa teve dirumah.
Kenapa tidak memanfaatkan TVRI sebagai stasiun teve alternatif?
Ludi Hasibuan
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]