mas anam,

harusnya nanyanya ke gus dur, karena yg nulis di kolom koran sindo itu gus dur,
mungkin ada yg merasa dekat dg gus dur ya silakan disampaikan pertanyaan mas 
anam ini.
atau barangkali mas guntur mau membantu menyampaikan uneg2 mas anam ini,
monggo...

sebenarnya pertanyaan mas anam ini sudah dijawab gus dur di alinea terakhir:
Apa yang dinyatakan di atas adalah kenyataan bahwa Islam membawakan manifestasi 
komplementer dalam kehidupan.Tapi ia juga berarti adanya pandangan bahwa Islam 
itu alternatif terhadap nilai-nilai lain. Bukankah dua macam pandangan itu 
menunjukkan adanya watak komplementer? Artinya, dalam komplementasi yang 
dibawakan Islam itu juga terkandung pandangan berbenturan yang diambilkan dari 
ajaran-ajaran Islam. Bukankah ini hal yang biasa terjadi dalam sejarah umat 
manusia? Ada kalanya yang digunakan adalah pendekatan komplementer, adakalanya 
pula pendekatan alternatif yang menghadapkan budaya yang berbeda-beda. Sesuatu 
yang menarik, untuk disaksikan terjadi berulang kali, bukan?. 

salam,
syaikhul

nb. menurut kamus bahasa indonesia judul tulisan gus dur belum benar, harusnya 
berjudul "islam sebagai pelengkap atau alternatif",
complement = pelengkap (kata benda)
complementary = melengkapi (kata kerja)
alternative = pilihan, cadangan

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of kh anam
Sent: Sunday, August 26, 2007 5:58 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [kmnu2000] Komplementer Atau Alternatif (Kolom Gus Dur)


Bung Guntur, saya pernah mengajukan pertanyaan, tapi belum dijawab dengan
tuntas, barangkali anda bisa membantu menjelaskan. Komplemen kalau
dibahasaindonesiakan secara lebih akrab adalah "pelengkap" (atau mungkin ada
maksud yang lain?). Yang ingin saya tanyakan, apa yang perlu
dilengkapi dengan Islam, atau Islam melengkapi bagian yang mana?

Kalau ini tidak dijelaskan 1)maka gagasan "Islam sebagai komplemen" itu
hanyalah sekedar kepanjangan tangan dari sebuah KEYAKINAN "bahwa tidak ada
kebenaran tunggal" atau dengan istilah yang lebih ekstrim "bahwa semua agama
dan semua ideologi sama saja." Sebagai sebuah keyakinan, skeptisisme
ini lumayan menarik, 2)akan tetapi jika dipraksiskan akan menjurus pada
pragmatisme, dalam pengertian milih secara sembarangan dari manapun yang
penting sesuai dengan sesuatu yang sifatnya mendunia. Dan ketika di dalam
dunia ada SESUATU yang dominan maka 3)gagasan Islam sebagai alternatif sama
saja dengan memilih yang dominan yang seakan akan lebih universal dan dengan
demikian menyingkirkan Islam secara halus dari peredaran, karena dominasi
Islam yang dulu itu sudah berakhir. Semoga anda mengerti maksud saya. Maka
jelaskanlah lagi!

Jadi begitu bukan?




On 8/26/07, Mohamad Guntur Romli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Komplementer Atau Alternatif
> Seputar Indonesia, Senin, 20-Agustus-2007 KH Abdurrahman Wahid
>

Kirim email ke