Salam, Bang Syarif! di mana sahaja berada. Itulah perbedaan persepsi di antara kami, Bagi saya mungkin juga rekan lain yang sependapat, Reaktor nuklir bukan bencana seperti tsunami. Reaktor nuklir adalah tempat berlakunya reaksi fisi(pembelahan) uranium yang dapat menghasilkan energi.Masa,M yang hilang dalam reaksi tsb berubah menjadi energi E,mengikuti rumus terkenal Einstein E=MC^2. Tergantung manusianya menggunakan energi itu, ada yang memanfaatkan untuk pembangkit listrik, Ada juga sebagian negara yang membuat bom.Tapi negara2 yang membuat bom cenderung berkurang menurut El-Baredei, karena ada perjanjian NPT(Non Proliferation Treaty).IAEA akan mengotrolnya secara ketat setiap reaktor yang ada di dunia, terutama yang bagi negara2 baru akan membangunnya. Ada sekitar 1000-an reaktor nuklir di dunia ini, lebih dari 400 buah yang digunakan untuk membangkitkan tenaga elektrik (PLTN). Puluhan reaktor lagi akan segera di bangun di kawasan China,Jepang,Korea-Selatan,India,Pakistan,Iran dll. Tragedi Chernobyl Rusia 1986 adalah bencana kemanusiaan yang tidak dikehendaki, seperti halnya bencana Pabrik Kimia di Bhopal India 1984 korbannya jauh lebih banyak dalam waktu sehari lebih dari 2000 meninggal,tapi gembar gembornya tak sedasyat Chernobyl.Sudah banyak study dan Laporan dibuat tentang chernobyl. misalnya pada web site berikut http://www.atoms-for-peace.org Tapi kalau saya boleh berpendapat, rupanya Tuhan tidak berpihak kepada Chernobyl ini, karena ada maksud "buruk" dibalik Reaktor Chernobyl yaitu keinginan memproduksi plutonium untuk membuat bom,yang kala itu UniSovyet sedang bertempur melawan Mujahidin Afghanistan. Begitu juga tragedi Reaktor TMI (Three Miles Islands) Pensylvania Amerika Serikat 1979.Saya curiga reaktor tersebut dibangun bukan tujuan damai, tapi untuk keperluan senjata,belakangan kita tahu bahwa di padang pensylvania yang terserang teroris 11 sept 2001, juga adalah tempat instalasi militer rahasia US. Setelah kejadian itu memang menjadi suatu realita, bahwa pendapat mengenai reaktor nuklir terpolarisasi menjadi dua kelompok, seperti yang pernah diceritakan P'Dian.Ada kelompok opponent ada yang proponent, syah-syah saja, silahkan berjuang dalam kelompoknya masing2. Kembali kepada perasaan takut, saya sepakat dengan Bang Haniwar, bahwa Tuhan menciptakan ketakutan agar waspada.Supaya manusia tidak di masukan ke dalan neraka, Agar manusia tidak menentang perintah Tuhan, agar manusia berbuat baik pada sesamanya, tidak saling membunuh,berperang tanpa alasan yang benar. Tuhan mengurniakan sumber daya alam, termasuk di dalamya uranium agar diambil manfaatnya untuk kebaikan manusia, bukan untuk kehancuran.Menurut saya pemanfaatan uranium untuk membangkit energi listrik (PLTN)adalah bagian bentuk mensyukuri terhadap karunia itu.Tapi kita harus waspada jangan sampai uranium ini disalah gunakan, dijadikan plutonium untuk membuat senjata, karena akan membahayakan keselamatan manusia, itulah yang dilarang Tuhan. Jadi tak perlu takut dengan kehadiran PLTN, selama untuk digunakan untuk kebaikan dan kesejahteran manusia. Terimakasih.. Wassalam. Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: kalo yg sudah terjadi... ya nggak usah ditakuti lagi.. sdh liwat.. terima nasib aja lah.. sambil bilang ya itu takdirku.. Jadi sebelum tsunami terjadi sebelum reaktor nuklir terjadi..lalu ada yg meramal atau memperhitungkan itu bisa terjadi .. ya kita harus punya takut.. dan coba sekuatnya untuk menghindar bencana buruk,,
Bukan nunggu terjadi dulu baru takut..wah merdeka yg begini salah kaprah.. dan sesungguhnya Tuhan juga yang menciptakan ketakutan ... agar kita waspada.. misal takut masuk neraka...termausk nerka dunia seperti tsunami dan bocornya reaktor ala chernobyl.. apa saya salah nangkap maksud mas Ekki ?? Salam Haniwar At 07:44 AM 8/21/2007, you wrote: >Salam Nuclear for peace WITHOUT WEAPONS >Ya Betul Mas... >Kita harus merdeka,termasuk merdeka dari ketakutan yang belum terjadi! >Thanks God. >Salam/ Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
