Pemerintah ke 3 negara tersebut benar2 membuat saya kecewa. Kebebasan ber-ekspresi dalam aturannya menerjang batas2 keyakinan orang dan menjadi polemik dunia. Dan ternyata, berulang ... dan terus berulang .... Ngga ada permintaan maaf, ngga ada penyesalan ..
Ku mesti berpikir ulang tentang 3 negara tersebut. Meski Perancis itu negeri Zidane, meski Denmark negeri tim Panser kesukaan-ku, meski Swedia negeri maju .... Ku tak peduli .. Frame kebebasan mereka ku yakin ngga menjangkau nilai2 toleransi, bahkan mungkin ngga ada frame apapun. T e r l a l u ........ Salam, [EMAIL PROTECTED] -------------------------------------------------------------------- Koran Prancis Menangkan Kasus Kartun Nabi Muhammad Rita Uli Hutapea - detikcom Paris - Pengadilan Prancis memenangkan sebuah koran mingguan lokal dalam kasus publikasi kartun Nabi Muhammad. Pengadilan menolak tuduhan sejumlah kelompok Islam yang menganggap pemuatan kartun itu menghina muslim. Menurut pengadilan, kartun yang diterbitkan mingguan Charlie Hebdo itu dilindungi oleh hukum kebebasan berekspresi dan tidak bermaksud menyerang komunitas Islam. Demikian seperti diberitakan CNN, Jumat (23/3/2007). Kartun yang dipersoalkan itu adalah karikatur Nabi Muhammad yang pertama kali dipublikasikan oleh koran Denmark, Jyllands-Posten pada tahun 2005. Pemuatan kartun tersebut telah menimbulkan aksi protes besar-besaran di seluruh penjuru dunia. Sedikitnya 50 orang tewas dalam berbagai kerusuhan akibat pemuatan kartun tersebut. Beberapa media Eropa juga memuat ulang kartun kontroversial itu sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Pengadilan Prancis membebaskan koran Charlie-Hebdo dan direkturnya, Philippe Val dari tuduhan "menyerang secara terang-terangan sekelompok orang karena agama mereka." Tadinya jika terbukti bersalah, Val terancam hukuman penjara selama enam bulan dan denda hingga US$ 29.250. (ita/nrl) Sumber : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/02/time/033342/idnews/824500/idkanal/10 02/09/2007 03:33 WIB Pemerintah Swedia Tidak Perlu Minta Maaf Kartun Muhammad Iqbal Fadil - detikcom Stockholm - Sebuah pernyataan kontoversial dikemukakan koran terkemuka Swedia Dagens Nyheter dalam editorialnya. Pemerintah Swedia dinilai tidak perlu minta maaf atas publikasi karikatur Nabi Muhammad di koran Nerikes Allehanda yang telah menimbulkan reaksi umat Islam. "Pemerintah Swedia mulai sekarang punya tugas untuk mempertahankan prinsipnya dan menghadirkan dialog terbuka," demikian bunyi kutipan tulisan Dagens Nyheter seperti dilansi AFP, Sabtu (1/9/2007). Di bagian lain tertulis, umat Islam tidak akan pernah mendapatkan permintaan maaf seperti yang mereka harapkan. Sebelumnya, pada 18 Agustus lalu, koran Nerikes Allehanda menampilkan gambar kepala manusia dengan tubuh anjing yang disebut sebagai Nabi Muhammad. Gambar itu merupakan ilustrasi dari editorial bertajuk: self-censorship, kebebasan bereksperesi dan beragama. Kontan saja, publikasi gambar ini mendapat reaksi keras dari sejumlah negara. Yang paling keras dilakukan Iran dan pakistan. Kedua negara itu memanggil diplomat Swedia yang ada di negaranya dan menyampaikan protes keras. Tak hanya itu, anggota organisasi Islam dari 57 negara OKI juga mengutuk gambar yang disebut sebagai upaya provokasi terhadap umat Islam. Pemerintah Swedia dituntut menghukum pembuat gambar dan koran yang mempublikasikan serta permintaan maaf. Jumat 31 Agustus lalu, sekitar 200 warga muslim melakukan protes di Oerebro, sebuah kota di sebelah barat ibukota Swedia Stockholm tempat Nerikes Allhanda bermarkas. Demonstran ditemui langsung penanggung jawab editor Ulf Johanssen namun dia menolak menyampaikan maaf. "Saya sangat menyesal jika banyak orang yang merasa tersinggung. Tapi itu bukan tujuan saya," kelitnya. Sebenarnya, apa yang dilakukan koran Nerikes Allehanda bagaimanapun juga merupakan blunder setelah pada tahun 2005 lalu koran dari negara tetangganya Denmark, Jylland Posten mempublikasikan beberapa gambar karikatur yang menghina Nabi Muhammad. Tapi berbeda dengan Denmark, Swedia dikenal sebagai negara yang dengan mudah menerima imigran dan para pengungsi. Di Eropa, Swedia menjadi tempat tujuan utama bagi para pencari suaka dari Irak yang kini menjadi komunitas imigran terbesar di salah satu negara skandinavia itu. (bal/bal) Sumber : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/02/time/033342/idnews/824500/idkanal/10 07/10/2006 14:58 WIB TV Denmark Tayangkan Rekaman Lomba Kartun Muhammad Rita Uli Hutapea - detikcom Copenhagen - Stasiun televisi negara Denmark menyiarkan rekaman video amatir yang memperlihatkan beberapa anggota muda partai anti-imigran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad. Dalam rekaman itu terlihat beberapa anggota muda yang berusia 20-an dan 30-an tahun sedang minum-minum, bernyanyi dan menggambar kartun Nabi Muhammad. Wajah-wajah anggota partai itu sengaja dikaburkan. Namun gambar yang mereka buat terlihat jelas. Salah satu kartun menggambarkan Muhammad seperti unta yang sedang buang air kecil dan minum bir. Kartun lainnya memperlihatkan Nabi Muhammad dikelilingi oleh botol-botol bir. Kepemimpinan partai menyesalkan lomba gambar tersebut yang dilakukan saat kemah musim panas tahunan pada 4-6 Agustus. Meski begitu, ketua organisasi kepemudaan DPP, Kenneth Kristensen mengatakan, tidak salah bercanda soal figur agama dan politik. "Boleh-boleh saja berguyon soal Muhammad, Yesus atau (mantan presiden AS) Bill Clinton," dalihnya seperti diberitakan International Herald Tribune, Sabtu (7/10/2006). Berita ini pertama kali dilaporkan oleh harian lokal, Nyhedsavisen pada Jumat 6 Oktober kemarin. Rekaman video ini muncul setahun lebih setelah timbulnya kemarahan muslim dunia atas pemuatan 12 kartun Nabi Muhammad oleh koran Denmark, Jyllands-Posten pada September 2005. (ita/jon) Sumber : http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/02/time/033342/idnews/824500/idkanal/10 --------------------------------- Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. [Non-text portions of this message have been removed]
