tanggapan dari milis sebelah.

--- Musadiq Marhaban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Wa'alaikumsalam wa rahmah,
        Menurut hemat saya, artikel kajian historis ini kurang 
lengkap karena tidak di dukung data-data yang kredibel. Di samping 
itu, kajian ini sangat terbatas dan benar seperti antum katakan 
penggiringan opini dengan data data yang terkesan spekulatif. Sebagai 
contoh, apabila Muhammad saw dipengaruhi ajaran Kristen, maka mengapa 
dia menyampaikan berbagai pemikiran yang justru tidak sejalan dengan 
ajaran Kristen? Bukan hanya sebatas itu, banyak kisah-kisah kenabian 
Al-Qur'an yang justru berbeda dari berbagai pemberitaan yang ada di 
PL (Perjanjian Lama) dan PB (Perjanjian Baru), meskipun tokoh-tokoh 
nabinya sama; dan baik Yahudi maupun Kristen tidak memiliki  catatan 
historis tentang hal ini. Kasus Samiri bisa dijadikan contoh, 
sedangkan seluruh naskah masoretik menyebutkan bahwa peristiwa patung 
tuangan didalangi oleh Nabi Harun as sendiri. Dan masih banyak kasus-
kasus kenabian lainnya yang bisa diangkat sebagai contoh.

Adapun soal kelompok hanif yang disebutkan penulis, maka hal ini 
bukan pemikiran baru, tapi sudah ada sejak lama yang dibukukan di 
Encyclopedia of Judaism. Pemikiran ini diusung sejak zaman Rabbi 
Moshe ben Maimun. (Silahkan rujuk buku saya di The Hidden 
Prophecies). Intinya, kisah ini sudah basi dan tidak ada rujukannya 
dalam sejarah kearaban, keisraelan, apalagi kontemporer.Jadi, 
pemikiran ini hanya hasil copy-paste dari Encyclopedia of Judaism 
saja, sehingga bukan hal baru! Meskipun mungkin, ini hal baru bagi 
JIL atau Muslimin di Indonesia.
    Penulis mengatakan:
    "Yang kedua adalah komunitas Ahli Kitab. Ini sebutan bagi pemeluk 
agama Yahudi dan Kristen. Orang Kristen di kalangan Islam disebut 
sebagai Nasrani yang dinisbatkan pada al-Nâshirah atau Nazaret, asal 
Isa al-Masih. Namun, bagi orang Kristen mayoritas, Nasrani di Jazirah 
Arab adalah sebuah sekte. Berbeda dengan bangsa Arab yang mandul dari 
kenabian, bangsa Yahudi subur dengan kenabian. Dua komunitas itu 
punya satu misi. Sama-sama memusuhi kaum pagan. Pada masa itu mereka 
tersebar luas di Jazirah Arab. Orang Yahudi bermukim di Yastrib 
(Madinah), orang Kristen menunjukkan pengaruhnya di Mekkah."
    Tanggapan:
    Menurut saya, uraian ini agak kacau dan tidak memiliki basis 
rujukan yang lengkap dan solid. Persoalannya, kalau Kristen mayoritas 
saat ini menganggap kelompok al-Nashirah atau Nazaret adalah suatu 
sekte, lalu bagaimana dengan istilah Kristen yang justru muncul di 
periode Paulus. Maksud saya, apakah nama pengikut Yesus, sebelum 
Paulus mendeklarasikan nama Kristen bagi kelompoknya di Antiokhia? 
Tanpa ada penjelasan, relasi yang mau dibangun sampai ke era Muhammad 
saw menjadi tidak relevan dan kontekstual.

    Sebelum membahas soal kenabian, baik itu dari Bani Israel-kah 
atau Ismail-kah atau dari orang Jepang sekalipun, maka sebaiknya kita 
mempertanyakan dulu, apakah jabatan kenabian itu memang faktual ADA 
ataukah TIDAK ADA? Lalu, apakah kenabian itu? Si penulis jelas belum 
membangun kajian historis yang solid dan relevan serta kontekstual 
dengan pemaparan yang ingin dipaparkannya.

    Penulis mengatakan:
    "Menurut Al-Ya'qubî dalam Tarîkh: orang Quraisy yang memeluk 
Kristen dari Bani Asad antara lain adalah Utsman bin al-Huwairits dan 
Waraqah bin Naufal. Khadijah yang istri Muhammad berasal dari bani 
ini. Informasi yang lebih menarik datang dari Muhammad bin Abdillah 
al-Azraqi dalam Akhbâr Makkah (Kabar-kabar Mekkah), tentang gambar 
dan arca Isa (Yesus) bersama ibunya, Maryam (Maria), di Kabah. Ketika 
berhasil menaklukkan Mekkah dari pemeluk pagan, Muhammad membersihkan 
Kabah dari segala perupaan, kecuali Isa dan Maryam. Arca tersebut 
baru hancur bersama puing-puing Kabah akibat perang di era Yazid bin 
Muawiyah."
    Tanggapan:
    Apakah Yazid bin Muawiyah pernah menyerang Mekah? Kapan? Ini 
setelah pembantaian Imam Husein ataukah sesudahnya? Tolong diminta 
agar lebih spesisifik?
        Sedangkan analisa selebihnya berasal dari si penulis sendiri 
menurut konteks sejarah yang berupaya dipahaminya. Jadi, saya pribadi 
tidak keberatan. Intinya, dia tetap menyetujui bahwa kenabian dan 
pewahyuan itu ada, meskipun kenabian dan pewahyuan itu menurut 
persepsinya adalah "hasil dari eksperimentasi kolektif setelah 
melalui proses kreatif yang sangat panjang." Substansi inilah yang 
seharusnya dianalisa secara seksama. Maksudnya, apakah kenabian dan 
pewahyuan itu hasil dari eksperimentasi kolektif setelah melalui 
proses kreatif yang sangat panjang?
    Selebihnya menurut saya, adalah beberapa hipotesa sejarah yang 
sebenarnya masih membutuhkan konfirmasi akademis, terutama agar bisa 
memenuhi kriteria kajian yang rasional dan kontekstual. Artinya, 
kajian ini belum membuktikan apakah Muhammad saw memang pernah 
dipengaruhi ajaran Kristen? Ataukah Nazaret? Ataukah justru sekte 
Hanif? Ataukah perpaduan dari seluruhnya, misalnya. Sebab, si penulis 
tidak konsisten dalam menyifati perbedaan antara Nazarean dan 
Kristenan? Dan mana yang lebih dulu ada? Apakah Muhammad saw 
dipengaruhi Kristen atau Nazarean, dan lain sebagainya. Penulis belum 
menjabarkan persoalan ini secara lebih proporsional.

    Sebagai penutup, si penulis sendiri kelihatannya tetap mengakui 
bahwa kenabian Muhammad itu benar ADA-nya . Adapun yang dipersoalkan 
olehnya adalah seputar definisi kenabian dan pewahyuan itu sendiri?
    Menurut saya, artikel ini kurang menukik ke substansi perihal 
apakah jabatan kenabian dari Tuhan kepada spesies manusia itu memang 
benar adanya ataukah tidak ada? Lantas apakah kenabian itu? Yang 
jelas, si penulis belum menyelesaikan kajiannya yang paling 
fundamental … 

Salah satu topik lain yang ingin saya sumbangkan kepada si penulis 
artikel dan masih perlu penjelasan lebih jauh adalah: bahwa relasi 
kenabian Muhammad di dalam Al-Qur'an dibangun melalui suatu kolesi 
riwayat PL tentang akan munculnya seorang Mesiah terakhir bagi umat 
manusia dalam tradisi Yahudi.
Jadi, selain menyebutkan dua sekte (Hanif dan Nazarean) yang 
sebenarnya masih disangsikan keberadaanya, maka alangkah baiknya jika 
si penulis juga menjelaskan tentang hubungan Muhammad dengan berbagai 
ayat-ayat Al-Qur'an ataupun Alkitab yang menposisikan Muhammad saw 
sebagai sosok Mesiah Universal yang ada di dalam Alkitab. Dan sejarah 
mencatat bahwa Abdullah bin Salam dan beberapa tokoh Yahudi menerima 
penubuatan kenabian ini dengan berpindah dari agama Yahudi ke agama 
Islam.

  Mungkin demikian Bang Geis. Syukran.

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone 
who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

--- End forwarded message ---


Kirim email ke