Ketua PBNU HM Rozy Munir Jadi Dubes Qatar
Rabu, 5 September 2007 14:55
Jakarta, NU Online
Ketua PBNU Urusan Luar Negeri HM Rozy Munir dilantik oleh presiden Susilo
Bambang Yudhoyono untuk menduduki jabatan duta besar Indonesia untuk Qatar
untuk tiga tahun ke depan. Pelantikan dilaksanakan di Istana Presiden pukul
14.00 Rabu (5/9).
Kepada NU Online di PBNU sesaat sebelum keberangkatannya ke istana, Rozy
menjelaskan bahwa ia akan memfokuskan tiga hal untuk meningkatkan hubungan
antara Indonesia dan Qatar yang mencakup investasi, perdagangan dan pariwisata.
Banyak peluang yang bisa diraih seperti tenaga ahli dibidang perminyakan,
konstruksi, perhotelan, sarana dan prasarana sampai dengan dokter dan perawat.
Kita juga akan berusaha meningkatkan kunjungan wisatawan dari Qatar ke
Indonesia karena sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Doha ke Jakarta
dan Bali, tuturnya.
Beberapa hal yang belum diselesaikan oleh dubes sebelumnya seperti MoU
tentang Joint Investment Fund juga akan menjadi prioritas garapannya.
Sebagai orang yang sudah lama mengabdi di NU, Ia juga akan berupaya
meningkatkan hubungan keagamaan dengan mengembangkan Islam yang rahmatan lil
alamiin yang selama ini sudah dijalankan NU dan International Conference of
Islamic Scholars (ICIS) turut digagasnya.
Ia merupakan satu dari tujuh dubes baru yang bukan merupakan diplomat karir
dan hari ini dilantik bersama dengan tiga dubes lainnya. Posisinya di Qatar
menggantikan Abdul Wahid Maktub yang sudah habis masa tugasnya.
Dilahirkan di Mojokerto, 16 April 1943, darah NU sudah mengalir sejak lahir
karena ia merupakan anak dari KH Munasir Ali, salah satu pejuang Hizbullah,
yang merupakan pasukan NU dalam mengusir penjajah.
Lulus dari FE UI tahun 1974, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas
Hawai dengan mengambil program Master of Science in Public Health/Population
and Family Planning yang diselesaikan pada tahun 1977 yang selanjutnya ia
mengabdi di almamaternya.
Beberapa jabatan penting yang pernah di pegangnya adalah direktur Pranata UI
1986-1997, staff ahli Menakertrans pada tahun 1998, Badan Kependudukan Nasional
(200-2001, Menneg BUMN (2000) dan anggota Panwaslu (2004).
Semasa mahasiswa, Rozy aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
organisasi mahasiswa yang menjadi wadah anak-anak NU, selanjutnya, ia aktif di
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) yang merupakan bidang
keahliannya. Selanjutnya, ia menjadi ketua PBNU semasa kepemimpinan Gus Dur dan
masih dipercaya sampai dua kali masa khidmat kepemimpinan KH Hasyim Muzadi.
Pernikahannya dengan gadis Bugis yang disuntingnya Hj Mufida Munir membuahkan
tiga orang anak, Avianto Muhtadi, Benny Saaf dan Citra Fitri. Ia kini merupakan
kakek dari dua orang cucu dari anaknya yang pertama. (mkf)
« Kembali ke arsip Warta
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]