Amin...
Terimakasih atas kirimannya.
Maharani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mari kita berdoa semoga cita-cita luhur Ahmadijenad berhasil untuk
mempersatukan ummat Islam sedunia, amin.
---------------------------------
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of rona only
Sent: Tuesday, September 11, 2007 8:11 PM
To: PKS; tauziyah; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [tauziyah] Rapor Dua Tahun Kinerja Ahmadinejad [1] [2]
Rapor Dua Tahun Kinerja Ahmadinejad
Sumber : http://indonesian.irib.ir/POLITIK/2007/september07/rapor.htm
Pekan Pemerintah Republik Islam Iran merupakan ajang terbaik bagi Presiden
Ahmadinejad dan kabinetnya untuk melaporkan kinerjanya selama dua tahun secara
utuh. Dalam memperingati Pekan Pemerintah tahun ini, Ahmadinejad melaporkan
kepada rakyat Iran apa yang telah dilakukan oleh pemerintah kesembilan ini
selama dua tahun. Laporan pemerintah Ahmadinejad menjadi sangat penting karena
memegang rekor paling aktif dari semua pemerintah yang ada di Iran, sekalipun
baru dua tahun memerintah. Selama dua tahun ini, kinerja pemerintah dibuktikan
dengan proyek-proyek besar bagi pengembangan ekonomi Iran. Hal itu dilaksanakan
di tengah-tengah perubahan radikal yang dilakukan di badan pemerintah dan
rintangan-rintangan yang dihadapi pemerintah, khususnya masalah politik luar
negeri.
Berdasarkan safari propinsi yang dilakukan Ahmadinejad dan para menterinya,
ada beberapa prioritas program ekonomi yang dicanangkan. Program itu antara
lain, pembangunan satu setengah juta rumah setiap tahun, penyediaan lapangan
kerja dengan mengajak masyarakat menggalakkan industri-industri kecil dan
efisiensi pemakaian bahan bakar dengan meluncurkan program kartu pintar guna
mengontrol pemakaian bensin. Namun, bisa dikatakan bahwa program paling
spektakuler yang dilakukan pemerintah Ahmadinejad adalah kunjungannya bersama
jajarannya ke seluruh propinsi. Safari propinsi memberi kesempatan presiden dan
jajarannya bertemu dengan masyarakat, bahkan dengan mereka yang hidup di daerah
terpencil sekalipun. Pemerintah Ahmadinejad merupakan satu-satunya pemerintah
yang berhasil melakukan kunjungan nasional dan melihat dari dekat masalah yang
dihadapi masyarakat setempat.
Presiden Ahmadinejad dan kabinetnya selama dua tahun berhasil mengunjungi 30
propinsi dan 336 kota. Secara kuantitas, bila dibandingkan dengan pemerintah
sebelumnya, safari propinsi yang dilakukan pemerintah Ahmadinejad dua kali
lebih banyak dibandingkan kunjungan pemerintah sebelumnya. Dalam safari
propinsinya, secara keseluruhan menghasilkan 6.119 undang-undang mencakup
pembangunan struktur dan infrastruktur, kemudahan administrasi, percepatan
penyelesaian proyek-proyek yang tertunda dan penyelesaian masalah-masalah yang
dihadapi rakyat Iran. Poin penting dari safari propinsi pemerintah Ahmadinejad
adalah peningkatan anggaran belanja daerah tertinggal. Daerah-daerah yang
mendapatkan anggaran lebih itu seperti, Kahkiluyeh va Buyer Ahmad, Golestan,
Gilan, Zanjan, dan Char Mahal va Bakhtiyari.
Berbicara mengenai keberhasilan pemerintah Ahmadinejad dalam program safari
propinsinya, tidak utuh tanpa membeberkan data-data. Tujuan safari propinsi
Ahmadinejad dan jajarannya ke 30 propinsi adalah pengadaan struktur dan
infrastruktur bagi pertumbuhan dan pembangunan yang simetris, distribusi
fasilitas secara adil dan penganggaran dana dengan memprioritaskan
daerah-daerah tertinggal. Sebagai contoh, dalam safari propinsi ini telah
dilakukan pengkajian mendalam pembangunan 124 mega proyek pengilangan minyak
dan petrokimia, pembangunan 210 kota industri, 14.528 unit koperasi, dan
fasilitas gas bagi 128 kota dan 4.829 desa. Data statistik ini menunjukkan
keberhasilan besar bagi pemerintah Ahmadinejad di pelbagai bidang. Berdasarkan
program yang ada dan sesuai dengan pusat data statistik Iran, angka
pengangguran tidak meningkat, bahkan di 17 propinsi terjadi pengurangan.
Padahal, setiap tahunnya sekitar satu juta dua ratus ribu pelamar kerja
bertambah di Iran.
Keberhasilan pemerintah Ahmadinejad dalam dua tahun ini tidak bisa dilepaskan
dari pelayanan pemerintah kepada para petani. Dalam tahun-tahun terakhir,
masalah terbesar yang dihadapi para petani Iran, hasil panen yang dibeli
pemerintah dibayar beberapa bulan kemudian. Artinya, ongkos produksi gandum
ditanggung sendiri oleh para petani dan ini sangat memberatkan mereka. Untuk
pertama kalinya dalam sejarah pertanian Iran, pemerintah Ahmadinejad
mengeluarkan instruksi pembelian gandum secara kontan.
Pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk membayar tunai pembelian gandum
yang disambut gembira oleh para petani. Tahun kemarin, selain gandum yang
dibeli secara tunai, pemerintah memperluas pembelian kontan mencakup empat
hasil pertanian lainnya. Bila dijumlahkan, berarti 95 persen hasil-hasil tani
rakyat Iran dibeli kontan oleh pemerintah. Saat ini, paling lambat tiga hari
setelah penyetoran hasil pertaniannya, para petani dapat menikmati jerih
payahnya.
Pada paruh tahun 2005, pemerintah Ahmadinejad dengan teknologi tepat guna
berhasil melakukan swasembada gandum. Suatu keberhasilan yang luar biasa di
tengah kekeringan yang menimpa 11 propinsi di Iran. Dalam kondisi yang sulit
seperti itu, prosentase pembelian gandum dari para petani naik lima persen.
Iran yang sebelumnya merupakan negara pengimpor gandum, saat ini telah mampu
mencukupi konsumsi dalam negerinya bahkan Iran telah menjadi negara pengimpor
gandum. Menurut Menteri Pertanian Iran, hasil-hasil produksi pertanian Iran
pada tahun ini akan melewati angka 107 juta ton. Bila ini dibandingkan dengan
dua tahun sebelumnya, ada kenaikan yang cukup signifikan sebesar 15 juta ton.
Kemajuan ini berkat perencanaan matang pemerintah dalam mengembangkan mekanisme
pengolahan tanah, pengembangan pemanfaatan unit-unit pelayanan teknis di
berbagai daerah dan peningkatan informasi pertanian bagi para petani.
Sebelum kemenangan Revolusi Islam, Iran mengekspor minyak bumi sekitar 6 juta
barel perharinya. Dengan jumlah itu, 70 persen dari 35 juta penduduk Iran pada
waktu itu tidak mendapatkan pelayanan dan fasilitas dari pemerintah. Saat ini,
dengan jumlah ekspor minyak setengah dari sebelum revolusi, penduduk Iran yang
jumlahnya 70 juta orang sekitar 95 persennya mendapatkan pelayanan dan
memanfaatkan fasilitas pemerintah. Kebijakan pemerintah Ahmadinejad mengurangi
kebergantungan ekspor minyak. Untuk itu, pemerintah memprioritaskan ekspor gas
dan hasil-hasil non migas. Penandatanganan ekspor gas cair Iran ke Eropa dengan
Austria seharga 5 miliar dolar merupakan keberhasilan perencanaan pemerintah
Ahmadinejad.
Selain itu, mega proyek saluran pipa gas Iran ke India yang melalui Pakistan
sedang memasuki tahap-tahap akhir. Saluran pipa gas yang dikenal dengan nama
"Saluran Pipa Perdamaian", setiap harinya mampu mengekspor 150 juta kubik gas
ke India dan Pakistan. Tahun kemarin, Pemerintah Ahmadinejad menanamkan modal
pada sektor gas sebesar 600 juta dolar, sementara nilai keseluruhan proyek gas
Iran bernilai lebih dari 20 miliar dolar. Pemerintah Ahmadinejad selama dua
tahun ini, secara keseluruhan berhasil menarik penanam modal asing untuk
menanamkan modalnya di sektor gas Iran dengan jumlah nominal sebesar 38 miliar
dolar. Ini rekor tersendiri bagi keberhasilan Presiden Ahmadinejad dan
kabinetnya dibandingkan dengan tahun-tahun
Rapor Dua Tahun Kinerja Ahmadinejad (2)
Sumber : http://indonesian.irib.ir/POLITIK/2007/september07/rapor2.htm
Keberhasilan pemerintah Ahmadinejad di bidang politik luar negeri harus
dilihat ke belakang, ketika Ahmadinejad baru saja terpilih sebagai presiden ke
sembilan RII. Pada masa-masa itu, terjadi krisis yang serius dalam hubungan
luar negeri Iran dengan Barat. Krisis ini berpulang pada masalah program nuklir
Iran. Barat tidak setuju Iran menguasai teknologi nuklir, sekalipun untuk
tujuan damai. Waktu itu, kebijakan politik luar negeri Iran terkait isu nuklir
lebih toleran mengikuti keinginan Barat. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan
cita-cita bangsa Iran. Melihat kesempatan itu, Amerika dan sekutunya
mempretensikan Iran dalam posisi lemah. Pada masa kampanye pemilihan presiden
Iran yang ke sembilan, media-media Barat berusaha meyakinkan rakyat Iran bahwa
seandainya Ahmadinejad terpilih menjadi presiden, hubungan Iran dengan Barat
akan memasuki babak-babak terburuknya. Konflik Iran dengan Barat bakal tidak
terhindarkan.
Rakyat Iran tidak peduli dengan propaganda media-media Barat dan mengikuti
pemilihan umum. Ahmadinejad terpilih sebagai presiden RII yang kesembilan.
Dalam kondisi yang demikian, pemerintah Ahmadinejad harus mencari solusi keluar
dari tekanan Barat yang dimotori Amerika. Pemerintah Ahmadinejad tidak memilih
kebijakan asal selamat dan mundur dari tekanan Barat, melainkan bersikukuh
memperjuangkan prinsip-prinsip dan cita-cita revolusi sejalan dengan keinginan
bangsa Iran. Rakyat Iran menuntut hak-haknya terkait dengan pemanfaatan energi
nuklir untuk tujuan damai. Keinginan ini yang diperjuangkan oleh pemerintah
Ahmadinejad hingga akhir dua tahun pertama masa jabatannya. Berdasarkan
alasan-alasan inilah, sejak awal, pemerintah Ahmadinejad menolak politik
hegemoni Barat yang bertujuan menghalangi Iran menguasai teknologi nuklir untuk
tujuan damai. Pemerintah Ahmadinejad memilih kebijakan menentang hegemoni Barat.
Krisis nuklir Iran berubah menjadi masalah internasional berkat tekanan dan
konspirasi yang dilakukan Amerika dan sekutunya. Hal ini membuat pemerintah
Ahmadinejad pada tahun pertama di bidang politik luar negerinya tidak diberi
pilihan lain. Pemerintahnya mengkonsentrasikan kekuatannya untuk menyelesaikan
masalah ini. Dari sini, masalah nuklir menjadi fokus utama diplomasi RII. Tidak
diragukan lagi, penguasaan teknologi nuklir sangat strategis bagi pengembangan
dan kemajuan sebuah negara. Namun, kebijakan politik luar negeri Iran berhasil
mengubah masalah ini menjadi simbol perjuangan rakyat Iran menentang hegemoni
Barat. Krisis nuklir Iran menjadi ujian bagi rakyat dan pejabat pemerintah
untuk mengukur seberapa besar mereka membela kemandirian politik luar negeri
Iran.
Ahmadinejad, minggu ini, dalam pertemuannya dengan para pemuda berprestasi
Iran menjelaskan masalah ini. Ia mengatakan, "Sejak kemenangan RII, musuh-musuh
rakyat Iran tanpa kenal lelah berusaha menghalang-halangi kemajuan bangsa Iran.
Sekitar tiga dekade belakangan ini, upaya itu diwujudkan dengan boikot, perang
dan teror untuk melemahkan RII. Saat ini, hegemoni Barat berhadap-hadapan
dengan RII dalam masalah nuklir. Barat khawatir bila Iran mampu meraih semua
tujuan yang diinginkannya di bidang pemanfaatan damai energi nuklir, Iran akan
menjadi simbol bagi seluruh negara berkembang. Masyarakat tertindas di dunia
akan meniru apa yang telah dicapai oleh bangsa Iran dan akan mempermasalahkan
otoritas monopoli sejumlah negara atas energi nuklir. Atas dasar ini, dalam dua
tahun terakhir ini, Amerika, sejumlah sekutu Eropanya dan Rezim Zionis Israel
mengerahkan segala kekuatannya untuk menghentikan program damai energi nuklir
Iran."
Ada dua hal yang membuat pemerintah Ahmadinejad memperkuat politik luar
negerinya. Pertama, tekanan dan serbuan yang luas dari hegemoni Barat dan peran
vital energi nuklir dalam kemajuan dan pembangunan negara mengharuskan
pemerintah Ahmadinejad memperkuat politik luar negerinya. Terlebih lagi, saat
melihat keinginan kuat rakyat Iran untuk mendapatkan haknya memanfaatkan energi
nuklir untuk pembangkit tenaga listriknya. Kemampuan politik luar negeri Iran
untuk keluar dari tekanan Barat dalam masalah nuklir mengubah stigma
sebelumnya. Saat ini, kemampuan nuklir Iran berubah menjadi sebuah kekuatan
diplomatik dalam politik luar negeri Iran dengan dunia internasional. Hal itu
karena kemajuan pesat Iran di bidang ekonomi, budaya dan sosial ditambah
sekarang Iran telah menjadi salah satu kekuatan nuklir dunia. Saat ini, masalah
nuklir Iran menjadi kekuatan diplomasi pemerintah Ahmadinejad.
Keberhasilan politik luar negeri Iran dalam dua tahun pertama masa
pemerintahan Ahmadinejad dapat ditelusuri di kawasan Timur Tengah. Sistem
diplomasi RII dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki berhasil
dalam aksi-aksinya di Irak, Afghanistan, Palestina, Lebanon dan juga Amerika
Latin. Kemampuan diplomasi pemerintah Ahmadinejad mengubah RII menjadi salah
satu negara terkuat di Timur Tengah. Kemampuan Iran diakui oleh tokoh-tokoh
Barat yang menasehati Gedung Putih agar tidak memandang sebelah mata peran dan
posisi Iran di Timur Tengah. Perundingan segi tiga Baghdad menunjukkan posisi
Iran sangat menentukan di peta politik Timur Tengah. Perundingan segi tiga
terlaksana setelah permintaan resmi Amerika dan desakan pemerintah Irak. Satu
hal yang menggembirakan, ketika Timur Tengah menjadi pusat konsentrasi tekanan
politik dan militer Amerika dan sekutunya terhadap Iran, keberhasilan diplomasi
Iran lebih mendominasi. Pejabat-pejabat tinggi Irak lebih menganggap
Iran sebagai negara sahabat dan lebih dekat dengan mereka. Usaha Amerika untuk
merusak hubungan ini selalu menemui jalan buntu.
Di kawasan Teluk Persia, politik luar negeri Iran yang aktif dan cerdas
ditambah kunjungan Presiden Mahmud Ahmadinejad ke Arab Saudi dan Emirat Arab
memperkokoh hubungan Iran dan negara-negara di sekitar Teluk Persia. Pada saat
yang sama, kunjungan pejabat-pejabat tinggi Amerika, khususnya Condoleeza Rice
dan Robert Gates, Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Amerika, gagal mengajak
negara-negara Arab memusuhi Iran. Di Afghanistan, Hamid Karzai, Presiden
Aghanistan, membela hubungan mesra Iran dan Aghanistan. Pembelaannya
disampaikan saat kunjungannya ke Amerika. Kalangan politisi dan media Barat
menilai itu sebagai kemenangan lain diplomasi Iran di kawasan.
Kebijakan politik luar negeri Iran di kawasan Timur Tengah dan seluruh
negara-negara Islam berlandaskan upaya mewujudkan persatuan di dunia Islam.
Kunjungan-kunjungan Presiden Ahmadinejad ke negara-negara seperti Suriah,
Malaysia, Azerbaijan, Tajikistan, Qatar, Sudan, Emirat dan Arab Saudi bertujuan
mewujudkan persatuan negara-negara Islam. Menteri Luar Negeri Iran di tahun
pertama menjabat telah mengunjungi 21 negara dan tahun kedua 26 negara-negara
Islam menjadi tamu Manucher Mottaki.
Di hari-hari Pekan Pemerintah, Ayatullah Khamenei, Rahbar RII dalam
pertemuannya dengan Ahmadinejad dan para pemimpin di Mahkamah Agung memuji
kinerja pemerintah Ahmadinejad selama dua tahun ini. Beliau berharap agar
pemerintah lebih memperhatikan keinginan rakyat, kemajuan negara dan
mempertahankan keberhasilan politik luar negeri. Dalam pertemuan lainnya dengan
jajaran kementrian luar negeri dan duta-duta besar Iran di luar negeri, Rahbar
kembali mengingatkan kebijakan politik luar negeri Iran. Iran tidak menerima
hubungan dengan kekuatan yang ingin mendikte. Iran menjalankan kebijakan
politik luar negerinya secara cerdas dan realistis menghadapi sistem hegemoni
dunia.
Pemerintah Ahmadinejad berkewajiban melindungi prinsip-prinsip revolusi
Islam, identitas dan kepentingan nasional. Hal yang ditekankan oleh Ayatullah
Khamenei bahwa Revolusi Islam bertujuan mewujudkan program-program politik,
ekonomi, sosial dan budaya Islam. Politik luar negeri Iran dan hubungan
internasional RII berlandaskan syariat Islam. Agama Islam menolak sistem
hegemoni sejumlah negara yang sewenang-wenang. Islam mengajarkan perdamaian,
keamanan dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.
Belajar dari pengalaman RII dalam menghadapi kelicikan tiga dekade terakhir
hegemoni Barat yang dimotori oleh Amerika, dapat dikatakan bahwa dengan tawakal
kepada Allah dan kepercayaan diri berdasarkan nilai-nilai Islam, pemerintah dan
rakyat Iran dapat keluar sebagai pemenang.
*************************************************************
[17:36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggungan jawabnya.
*************************************************************
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
This message may contain confidential and privileged information. If it has
been sent to you in error, please reply to advise the sender of the error and
then immediately delete this message. Please visit
www.hhp.co.id/legal_note_bnm.html for other important information concerning
this message, including with respect to BNM Consultants' regulatory position.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]