Dahsyat...
Memang penjajahan itu selalu ada dan muncul ari
amerika atau eropa. Ketidak puasan dan kelenahan
pejabat dan rakyatnya, kadang lebih bangga dan merasa
puas dengan tepuk tangan luar, bahkan pengadilan luar.
Akhirnya menyesal dan tertindas miskin tak ketulungan,
tak mampu bangun dari tersungkur pingsan, karena di
tekan dan di injak dari luar. Negara Irak masih
dihadapan mata, mata kita masih menyaksikan. Itulah
hasih intervensi luar, stelah tidak puas dengan dalam
negerinya. 
Kalau mau kita bangun, mari kita bangun RI kita, tapi
jangan ada intervensi luar. Kalau hanya mau bunuh
Soeharto, gak usah niru cara membunuh Saddam Hussein.
Umat Islam sedunia ikut sakit hati, dan sedih.
Cukupkan SDM kita dan satu pistol milik satpam kita
juga udah cukup.
Salam puasa :)
Allahumma inni shaimun, Ramadhan Kariim

Fadlolan M.

--- ekki kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> DasyaaaaT!...
>   Makanya sok lieur mikirin Indonesia mah!
>   ah..gimana lagi..kecuali kembalikan harta curian
> itu kepada yang berhak.
>   Semoga sepeninggal Bapak Suharto nanti,mungkin tak
> lama lagi
>   Indonesia menjadi lebih baik...
>   amin...
>    
>   
> 
> Umar Said <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           
> 
> Stop press, stop press dan stop press !!!
> 
> PBB nyatakan Soeharto sebagai
> 
> pencuri nomor satu !
> 
> Tidak disangka-sangka, dan bagaikan petir yang
> menggelegar di siang hari
> bolong, dari New York disiarkan berita yang pasti
> akan menjadi pembicaraan
> ramai di seluruh Indonesia, dan yang akan
> menimbulkan berbagai effek besar ,
> yaitu : PBB dan Bank Dunia telah menyatakan Soeharto
> sebagai pencuri nomor
> satu di dunia.
> 
> Berita besar yang mengagetkan banyak orang ini telah
> disiarkan oleh Kompas
> Cybermedia tanggal 18 September. Dinyatakannya oleh
> PBB dan Bank Dunia bahwa
> Soeharto adalah pencuri nomor satu di dunia, dan
> mengungguli
> koruptor-koruptor besar lainnya di skala dunia,
> membenarkan perjuangan
> gerakan berbagai kalangan dan golongan di Indonesia,
> yang melawan KKN
> Suharto dan telah sejak lama menuntutnya supaya
> diadili.
> 
> Sikap yang diambil PBB (dan Bank Dunia) ini juga
> merupakan pukulan besar dan
> tidak tanggung-tanggung terhadap dimenangkannya oleh
> Mahkamah Agung gugatan
> Soeharto terhadap majalah TIME. Lebih jauh dan lebih
> luas lagi, sikap PBB
> dan Bank Dunia yang merupakan “hukuman moral” yang
> berat sekali untuk
> Soeharto ini, juga merupakan pukulan berat bagi para
> pendukung setianya,
> yaitu orang-orang yang masih bermental Orde Baru.
> 
> Tindakan yang diambil PBB dan Bank Dunia terhadap
> Soeharto ini pastilah akan
> membangkitkan banyak reaksi, yang akan sama-sama
> kita saksikan dalam waktu
> dekat yang akan datang. Tulisan singkat ini hanyalah
> sebagai pengantar dan
> sekaligus sebagai penyambut atas tersiarnya berita
> besar ini.
> 
> 1.. Umar Said
> 
> ============
> 
> Berikut adalah teks lengkap berita yang disiarkan
> Kompas Cybermedia tanggal
> 18 September 2007 :
> 
> New York, Selasa. Mantan Presiden Soeharto kembali
> menjadi perhatian dunia.
> Bekas penguasa Orde Baru selama 32 tahun menyandang
> predikat sebagai
> pemimpin politik dunia yang diperkirakan mencuri
> kekayaan negara dalam
> jumlah berkisar 15 miliar dollar hingga 35 miliar
> dollar AS. Tidak
> tanggung-tanggung, Soeharto menempati urutan pertama
> dari sepuluh daftar
> mantan kepala negara yang dinyatakan sebagai pencuri
> 
> Seperti berita yang dilansir kantor berita Antara,
> daftar ini tercantum
> dalam buku panduan yang dikeluarkan Perserikatan
> Bangsa-Bangsa (PBB), dan
> Bank Dunia bersamaan dengan peluncuran Prakarsa
> Penemuan Kembali Kekayaan
> Yang Dicuri (Stolen Asset Recovery Initiative-STAR)
> di Markas Besar PBB, New
> York, Selasa (18/9) WIB.
> 
> Peluncuran prakarsa dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-moon,
> Presiden Bank Dunia
> Robert B. Zoellick, dan Direktur Kantor PBB untuk
> Masalah Obat-obatan
> Terlarang dan Kejahatan (UNODC) Antonio Maria Costa.
> Turut hadir para
> pejabat tinggi sejumlah negara anggota PBB, termasuk
> Deputi Wakil Tetap RI
> untuk PBB Adiyatwidi Adiwoso dan Direktur Perjanjian
> Internasional Deplu RI
> Arif Havas Oegroseno.
> 
> Daftar tersebut mencamtumkan Mohamad Soeharto
> (1967-1998) pada urutan
> teratas tabel “Perkiraan dana yang Kemungkinan
> Dicuri dari sembilan Negara”,
> dengan kekayaan yang diperkirakan dicuri Soeharto
> berjumlah 15 miliar dollar
> hingga 35 miliar dolllar AS.
> 
> Temuan PBB Bank Dunia itu menyebutkan perkiraan
> total PDB Indonesia setiap
> tahunnya pada rezim Soeharto. 1970-1998 sebesar 86,
> 6 miliar dollar AS.
> Indonesia seperti yang diungkapkan Arif Havas
> Oegroseno akan mengajukan
> permintaan bantuan kepada STAR Initiative untuk
> berusaha mengembalikan
> kekayaan negara yang diperkirakan dicuri Soeharto.
> 
> Menurut rencana, Havas, bertemu dengan pihak Bank
> Dunia di Washington D.C.
> untuk membahas rencana Indonesia.tersebut, Jum’at
> (21/9) . Pembahasan di
> Washington nanti , kata Havas yang ditemui sebelum
> peluncuran STAR
> Initiative, akan berkisar kepada penaksiran
> kemungkinan mengumpulkan kembali
> kekayaan yang diperkirakan dicuri Soeharto serta
> langkah-langkah apa saja
> yang akan dilakukan setelah itu. Dengan demikian,
> saat ini belum diketahui
> di mana saja kekayaan yang diperkirakan dicuri
> Soeharto tersebar dan dapat
> dikumpulkan kembali (Persda Network, 18 September
> 2007)
> 
> a.. * *
> 
> Daftar 10 Pencuri Kekayaan Negara
> 
> 1. Soeharto (Indonesia) 1967-1998 kerugian negara :
> 15 – 35 miliar dollar
> AS
> 
> 2. Ferdinand Marcos (Filipina) 1972-1986 kerugian
> negara :5-10 miliar
> dollar AS
> 
> 3. Mobutu Sese Seko (Zaire) 1965-1997 kerugian
> negara 5 miliar dollar AS
> 
> 4.Sani Abacha (Nigeria) 1993-1998 kerugian negara
> 2-5 miliar dollar AS
> 
> 5. Slobodan Milosevic (Serbia/Yugoslavia) 1989-2000
> kerugian negara 1
> miliar dollar AS
> 
> 6.Jean Claude Duvalier (Haiti) 1971-1986 kerugian
> negara 300-800 juta
> dollar AS
> 
> 7. Alberto Fujimori (Peru) 1990-2000 kerugian negara
> 600 juta dollar AS
> 
> 8.Pavlo Lazarenko (Ukraina) 1996-1997 kerugian
> negara 114-200 juta dollar
> AS
> 
> 9. Arnoldo Aleman (Nikaragua) 1997-2002 kerugian
> negara 100 juta dollar AS
> 
> 10. Joseph Estrada (Filipina) 1998-2001 kerugian
> negara 70-80 juta dollar
> AS
> 
> * * *
> 
> PDB Indonesia setiap tahunnya pada rezim Soeharto
> 
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.21/1012 -
> Release Date: 16/09/2007
> 18:32
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
>                          
> 
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/ 

Kirim email ke