Rendah Diri Kaum Wahhabi

Dalam sebuah diskusi di Paramadina beberapa waktu yang lalu, K.H. Abdurrahman 
Wahid (Gus Dur) menyebut kelompok Islam Wahhabi adalah kelompok Islam yang 
memiliki rasa rendah diri yang sangat tinggi. Kelompok ini kemudian menutupi 
rasa rendah dirinya dengan melakukan aksi kekerasan, mudah tersinggung, dan 
gampang sekali mengkafirkan orang lain. Mereka kemudian menganggap diri dan 
kelompoknyalah yang memiliki otoritas kebenaran sejati. Kelompok-kelompok lain 
adalah kafir, penghuni neraka, dan harus dimusuhi bahkan dibasmi.

Belakangan ini, ciri-ciri bentuk rendah diri seperti yang dikemukakan Gus Dur 
itu tampak mudah ditemui dalam praktik fatwa sesat, pengusiran, teror, dan 
pembakaran rumah-rumah kelompok al-Qiyadah al-Islamiyah dan kelompok-kelompok 
keagamaan lain di Indonesia. Tentu saja mereka tidak mewakili Islam secara 
keseluruhan. Meski mereka terus sesumbar mewakili kelompok mayoritas, 
kenyataannya mereka segelintir saja.

Ideologi yang dikembangkan oleh kelompok Islam yang gemar mengkafirkan dan 
mengeluarkan fatwa sesat ini sangat mirip dengan ideologi Islam yang sekarang 
dianut oleh kerajaan Arab Saudi, Wahhabisme. Bahkan kebanyakan pengamat 
mengatakan bahwa hampir semua gerakan Islam garis keras saat ini merupakan 
bagian dari, atau setidaknya dipengaruhi oleh, kelompok Wahhabi. Ideologi 
inilah yang dianut secara resmi oleh Taliban di Afganistan dan jaringan 
al-Qaidah yang beberapa tahun ini aktif melakukan kegiatan teror di pelbagai 
negara.

Gus Dur menyebut kelompok Wahhabi memiliki rasa rendah diri yang sangat besar 
karena ideologi ini berasal dari satu wilayah pinggiran di jazirah Arab, yaitu 
Najd. Najd adalah satu wilayah yang di dalam sejarah tidak pernah memunculkan 
intelektual atau pemimpin Islam yang diakui. Wilayah ini malah terkenal sebagai 
wilayah yang melahirkan para perampok suku Badui. Nabi sendiri mengakuinya 
dalam salah satu hadis. Orang-orang Najd juga adalah kelompok yang paling akhir 
masuk Islam. Bahkan Najd melahirkan tokoh oposan terhadap nabi Muhammad yang 
terkenal dengan nama Musailamah al-Kazzab (Musailamah Sang Pembohong). 
Musailamah mendeklarasikan diri sebagai nabi untuk menandingi popularitas 
kenabian Muhammad saat itu. Gus Dur menyebut pendiri ideologi Wahhabi, Muhammad 
Ibn Ab Wahhab, adalah keturunan Musailamah Sang Pembohong tersebut.
Selain Wahhabi, ideologi garis keras pada masa-masa awal Islam, Khawarij, juga 
didirikan oleh orang-orang Najd. Banyak orang yang menyimpulkan bahwa 
Wahhabisme sebenarnya hanyalah bentuk baru dari ideologi Khawarij. Orang-orang 
Khawarijlah yang mempopulerkan konsep takfir (pengkafiran) dan bahkan 
pembunuhan terhadap mereka yang tidak setuju dengan pendapatnya. Kelompok 
inilah yang kemudian membantai sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad, Ali Bin 
Abi Thalib, dan melancarkan aksi yang sama terhadap Gubernur Damaskus saat itu, 
Amr Bin Ash.

Kaum Wahhabi menjadi kekuatan yang semakin merusak ketika mereka melakukan 
aliansi aneh dengan sekelompok bandit pimpinan Muhammad Ibn al-Saud dari 
wilayah Dir’iyyah. Al-Saud sendiri adalah keturunan Banu Hanifah, salah satu 
klan yang di masa lalu menjadi pendukung utama Musailama al-Kazzab. Sejak saat 
itulah Wahhabi terus melancarkan serangan dalam bentuk klaim pengkafiran dan 
pembantaian terhadap orang-orang yang mereka anggap kafir (yaitu kelompok Islam 
Syi’ah, mayoritas Sunni, dan orang-orang non-Muslim) sampai sekarang. Arab 
Saudi yang mereka kontrol, sampai saat ini, menjadi negara yang paling tertutup 
dan paling tidak bebas di seluruh dunia.

Wahhabi kemudian dikenal sebagai gerakan anti-ilmu pengetahuan dan menjadi 
salah satu sumber keterbelakangan umat Islam. Mereka menolak apapun yang baru, 
seperti teknologi dan jaringan informasi. Dengan tegas mereka menolak 
demokrasi. Mereka mengurung perempuan di dalam rumah. Mereka mengharamkan 
nyanyian. Mereka membenci kesenian. Memanjangkan jenggot bagi laki-laki dewasa 
adalah kewajiban. Buku-buku tasawwuf dan filsafat yang merupakan salah satu 
kekayaan Islam adalah barang-barang haram. Praktik kehidupan sosial seperti ini 
tampak nyata dalam kehidupan masyarakat Afganistan di bawah kekuasaan Taliban 
yang berideologi Wahhabi.

Dengan keuntungan minyak yang seolah tak ada habisnya, penguasa Arab Saudi 
kemudian mengekspor ideologi Wahhabi ke seluruh dunia, tidak hanya ke 
negara-negara Islam, melainkan juga ke Eropa dan Amerika. Menurut Hamid Alghar, 
dalam buku Wahhabism: A Critical Essay, kelompok ini berhasil meraih pengikut 
sekitar 10% dari keseluruhan umat Islam di seluruh dunia. Anak-anak muda yang 
menyediakan diri menjadi martir dalam kegiatan bom bunuh diri di Eropa dan 
Amerika Serikat beberapa tahun ini adalah generasi yang benar-benar terdidik 
secara “Barat.” Ideologi yang diekspor oleh penguasa Saud-Wahhabi telah 
menggerakkan anak-anak muda Islam didikan “Barat” untuk melakukan aksi 
terorisme.

Keluarga Saud dan Wahhab yang sekarang menguasai otoritas politik dan agama di 
Arab Saudi sesungguhnya bukanlah keluarga yang cukup saleh, bahkan boleh 
dibilang bejat secara moral. Stephen Sulaiman Schwartz, The Two Faces of Islam: 
The House of Sa’ud from Tradition to Terror, menyebut keluarga al-Saud sangat 
gemar menghambur-hamburkan uang untuk berjudi dan bermain perempuan. Dengan 
kelakuan semacam itu, pangeran Saudi saat ini mencapai 4.000 orang. Artinya, 
seorang raja yang memiliki ratusan isteri dan selir bukanlah dongeng di Arab 
Saudi.

Schwartz menyebut dukungan terhadap Wahhabi yang dilakukan oleh penguasa Arab 
Saudi saat ini adalah bentuk pengelabuan atas praktik tak bermoral yang mereka 
lakukan. Ideologi yang disebarkan oleh keluarga mantan bandit inilah yang 
kemudian dianut, atau setidaknya mempengaruhi, kelompok Islam Indonesia yang 
belakangan ini begitu gemar mengkafirkan dan mengeluarkan fatwa sesat terhadap 
mereka yang berbeda pendapat. Pengetahuannya terhadap Islam dan sejarahnya 
begitu dangkal, mereka bahkan adalah orang-orang yang sebetulnya tidak 
religius. Kekerasan tidak akan muncul dari religiositas. Rasa rendah diri 
itulah yang membuatnya brutal.

Saidiman
www.saidiman-idhi.blogspot.com

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke