KH WAHAB CHASBULLAH
Dedengkot NU yang Tak Pernah Lepas Peci dan Sarung
Sabtu, 10 November 2007 06:26

Jakarta, NU Online
Selain Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari, dikenal pula nama KH Wahab 
Chasbullah yang disebut-sebut sebagai ‘dedengkot’ Nahdlatul Ulama (NU). 
Namanya memang tak setenar KH Hasyim Asy’ari. Namun, kiprahnya dalam 
membesarkan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air ini, 
tak bisa dikecilkan.

Kiprahnya di panggung politik pada periode awal kemerdekaan pun dicatat 
sendiri oleh sejarah. Kiai Wahab bersama kaum pergerakan lainnya, 
seperti, Ki Hajar Dewantoro, Dr Douwes Dekker, Dr. Rajiman 
Wedyodiningrat, duduk dalam Dewam Pertimbangan Agung, kemudian 
berkali-kali duduk dalam kursi parlemen sampai akhir hayatnya pada 1971.

Namun, Rais Aam NU pertama yang juga pendiri Sarikat Islam (SI) Cabang 
Makkah itu pun dikenal sangat bersahaja dan sederhana. Ia juga dikenal 
sebagai kiai yang tak pernah meninggalkan identitas ke-NU-annya. Ia 
selalu setia mengenakan sarung dan serban. Pakaian semacam itu ia 
kenakan juga saat berada di parlemen, Istana Presiden atau di front 
pertemuan.

“Beliau (Kiai Wahab, Red) ke mana-mana selalu pakai peci, kadang serban. 
Ke luar negeri, kalau diajak Bung Karno, ke Rusia, Eropa, Amerika 
Serikat, mesti pakai sarung dan peci,” katat Ketua Pengurus Besar 
Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj.

Bahkan, tutur Kang Said—begitu panggilan akrabnya—suatu ketika, Kiai 
Wahab berbicara dalam sidang parlemen. Sebelum naik podium, ia terlebih 
dahulu membetulkan letak serbannya. Pada saat itu, katanya, ada mulut 
usil nyeletuk, “Tanpa serban kenapa sih?” Sambil menunjuk serbannya, 
Kiai Wahab kontan menjawab, “Serban Diponegoro!”

Ketika berdiri di podium, sang kiai, sambil menunjuk serbannya berkata, 
“Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, Imam Bonjol, Teuku Umar, semuanya pakai 
serban.” Karuan saja ruangan sidang dipenuhi gelak tawa anggota parlemen.

Peran paling menonjol dari Kiai Wahab dalam hal ini adalah sebagai 
negosiator antara kepentingan NU dan pihak pemerintah. Tidak heran, 
dengan fungsinya itu Kiai Wahab sangat dekat dengan presiden dan pejabat 
tinggi lainnya.

Dalam intern NU sendiri puncak karier Kiai Wahab adalah ketika 
bersama-sama tokoh muda lainnya, seperti, KH Wahid Hasyim dan Idham 
Chalid menjadikan NU sebagai partai politik bersaing dengan partai 
lainnya yang lebih dahulu mapan dalam gelanggang politik Indonesia dan 
diterima secara bulat dalam Muktamar NU tahun 1952.

Pada waktu itu, situasi hubungan antara NU dan Masyumi dan juga 
tokoh-tokohnya amat tegang. Meskipun Dr. Sukiman sendiri menyaksikan 
peristiwa keluarnya NU dari Masyumi, hal itu tidak cukup untuk mengatasi 
situasi tersebut. Situasi ragu dan tegang juga menghantui pengikut dan 
pimpinan NU yang semula duduk dan aktif dalam Masyumi. Dalam situasi 
seperti itu, Kiai Wahab tampil dengan sikap khasnya, yaitu tegas dan 
berwibawa.

Katanya, “Siapa yang masih ragu, silakan tetap dalam Masyumi. Saya akan 
pimpin sendiri partai ini (NU). Saya hanya memerlukan seorang sekretaris 
dan Tuan-tuan silakan lihat apa yang akan saya lakukan!”

Alhasil. Beberapa tahun kemudian, dalam Pemilu 1955 Partai NU keluar 
sebagai salah satu partai terbesar di samping PKI, PNI dan Masyumi.

Kiai Wahab juga dikenal sebagai pengatur strategi perjuangan NU yang 
baik dalam kancah pergolakan dan turun naiknya politik Islam, mulai dari 
pembentukan MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), GAPPI (Gabungan Partai 
Politik Indonesia), Masyumi, sampai NU keluar dari partai Islam 
tersebut. (rif)


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke