http://www.dutamasyarakat.com/rubrik.php?id=21297&kat=Opini
16 Nopember 2007
Transformasi NU Dan Sosialisasi Ajaran Islam

Oleh: Moh. Fudholi
Koordinator kajian Islam dan Filsafat (Kaifa) Pascasarjana IAIN Sunan 
Ampel Surabaya, Mahasantri Pesantren IAIN Sunan Ampel Surabaya

Banyak perubahan penting yang mesti dicacat dalam sejarah NU. Seperti 
saat ini NU berusaha menampilkan wajah baru Islam yang relatif “terbuka 
dan plural”, bertujuan agar NU sekarang tidak dipandang lagi sebagai 
organisasi yang berwatak primordial dan hanya mementingkan kepentingan 
golongan. Dan nampaknya NU cenderung lebih akomodatif terhadap semua 
golongan. Hal ini tidak terlepas dari perubahan-perubahan yan gradual 
yang terjadi dalam tubuh NU. Jika dulu NU dianggap sangat tradisional, 
sedikit demi sedikit anggapan dan status itu mulai hilang. Juga, jika 
dulu NU banyak menumpuk intelektual, pada perkembangannya NU berhasil 
mengembangkan wawasan ke-NU-annya dalam kontek Negara dan bangsa.
Adalah KH Ahmad Siddiq,sejak Kittah NU yang diputuskan dalam Muktmar NU 
ke-27 pada 1984 mengembangkan gagasan persaudaraan Islam dalam diri NU. 
Di samping telah mengkompromikan asas tunggal Pncasila dengan Islam, 
kiai kharismatik asal jember ini juga merancang satu konsep dasar 
persaudaraan( ukhuwah) kaitannya dengan wawasan kebangsaan. Konsep ini 
kemudian di diejawantahkan ke dalam persaudaraan antar manusia, 
persaudaraan sebangsa dan setanah air, dan persaudaraan intern umat 
Islam. Dari ketiga konsep tadi KH. Ahmad Siddiq, mengharapkan warga NU 
mampu berinteraksi aktif antarsesama elemen masyarakat secara plural. 
Baik dalam tataran regional, nasional dan internasional.
Identitas mengambarka warga NU yang menjadi sebuawh komonitas Ummatan 
Wasathon dan Khoira Ummah, kelompok yang tidak ekstrem,meminjam istilah 
Abid al-Jabiri Islam kiri dan kanan,sebagaimana diidam-idamkan 
al-Qur’an. Tapi nampaknya teori tidak selamanya cocok dengan kenyataan. 
Selama berabad-abad lamanya umat Islam tercoreng karena menampakan raut 
muka kebencian yang teramat dalam terhadap golongan lain. Akibatnya 
Islam menjadi agama yang tertutup dan tidak mau kompromi dengan 
aliran-aliran atau sekte yang lain. Hal inilah yang menyebabkan 
kemerosotan Islam selama berabad-abad terakhir.
Ditambah lagi dengan beban teologis warisan ulama dahulu, bahwa Islam 
adalah agama “perang”, Islam identik dengan pedang yang haus akan 
kekerasan (baca. FPI), cacatan ini tentunya juga ikut menodai sejarah 
hitam uamat Islam, paling tidak ikut memperkokoh opini dan justifikasi 
yang berkembang bahwa misi Islam bukanlah perdamaian, sebagaimana barat 
memahami Islam sebagai agam afundamental atau sarang teroris.
Di sinilah kemudian muncul keraguan akan kebenaran Islam sebagai sebuah 
agama yang mencintai perdamaian, Islam yang mengayomi dan melindungi. 
Ketidak percayaaan inilah yang banyak menimbulkan perpecahan dikalangan 
umat Islam, yang kemudian membuat aliran-aliran baru dengan klaim 
kebenaran, bahwa inilah Islam yang paling benar, Islam yang hakiki dan 
lain semacamnya.

Islam Agama Damai
Dalam tataran normatif Islam, dan juga agama lain selalu mengajarkan 
perdamaian, kerukunan dan kasih sayang. Dengan demikian bias dikatakan 
bahwa misi semua agama adalah perdamian. Misi ini semestinya dipandang 
sebagai nilai-nilai universal yang tak pernah hilang sepanjang masa, 
karena nilai inilah yang menjadi tolok ukur benar tidaknya ajaran suatu 
agama.
Namun,misi awal ini sering kali terjebak ke dalam interpretasi “oknum” 
yang bahkan sering salah memahaminya. Kita bias melihat bahwa fanatic 
telah mengubah agama menjadi sesuatu yang sangat menakutkan miminjam 
istilah Max agama adalah candu masyarakat, sehingga agama dipandang 
tidak bisa menyelesaikan problem rumah tangganya (antar aliran) apalagi 
persoalan eksternalnya (moralitas dan peradaban manusia yang hilang). 
Persoalan antar Sunni dan Syi’ah (intern Islam), Palestina Vs Israel 
(antar agama) belum bisa terselesaikan sampai saat ini, yang muncul 
malah sekte-sekte aliran sempalan dari agama itu, sebagai pelampiasan 
yang terjadi akibat tidak bisa memahami ajaran suatu agama, yang 
baru-baru ini terjadi pengakuan Lia Aminuddin sebagai Jibril, malaikat 
yang bertugas memberi wahyu, belum hilang dari ingatan kita muncul Ahmad 
Musaddeq yang mengaku sebagai nabi. Aliran-aliran ini timbul akibat 
kurangnya sosialisasi ajaran agama, ketidak pahaman mereka terhadap 
agama adalah modal utama untuk menafsirkan agama fersi mereka ditopang 
dengan dana yang banyak maka jadilah sekte ini agama baru. Lantas apa 
pekerjaan MUI sebenarya? Sebagai sebuah lenbaga yang ditunjuk untuk 
mengurusi agama, selama MUI hanya duduk berpangku tangan tanpa mempunyai 
agenda dakwah yang jelas mereka baru akan turun kalau ada yang dianggap 
menyimpang dari ajaran agama, padahal seharusya siraman rohani pada 
orang-orang yang agamanya minim sangat diperlukan yang hal ini adalah 
tugas MUI untuk mengadakan sosialisasi ajaran Islam?.
Kurangnya pengetahuan tentang agama inilah yang membuat sebagian orang 
setuju bahwa agama adalan candu masyarakat, agama sudah tidak dibutuhkan 
lagi apalagi harus diyakini dan diikuti.
Melihat hal ini, sudah semestinya ruh agama dalam hal ini Islam 
dikembalikan pada misi awal sebagai pembawa kedamaian dan penyelamat 
umat dari krisis moralitas yang sudah sedemikian akutnya yang menjangkit 
peradaban manusia. Sebagai agama yang Rahmatan Lilalamin, pertama Islam 
mencakup seluruh makhluk mesti ternaungi nilai pendamaian, Kedua, Islam 
tidak semena-mena memaksakan agamanya, terhadap siapapun juga, hal ini 
seharusnya menjadi acuan kalau seseorang ingin keluar dari Islam biarkan 
saja kalaupun butuh nasehat, maka nasehati seperlunya tidak seharusnya 
memaksakan kehendak agar kembali ke Islam dengan memanfaatkan kekuasaan 
pemerintah yang apabila tidak kembali, kedalam Islam, maka akan dipenjara.
Islam tidak mengenal kekerasan dan pemaksaan, kekerasan dalam Islam, tak 
lain adalah bentuk kekhilafan umat Islam dalam memahami ajaran Islam, 
atau boleh jadi karena factor politik yang menggunakan symbol Islam.

Eksistensi Islam Dalam Relasi Antaragama
Dalam islam seperti yraian di atas dikenal adanya konsep persaudaraan 
yaitu, persaudaraan intern Islam yang bersifat lokal misal antar 
NU-Muhammadiyah, dan Sunni-Syi’ah sedangkan yang kedua terbuka dan 
lintas sektoral. Yaitu persaudaraan kemanusiaan dan persaudaraan 
sebangsa setanah air.
Dari ketiga konsep diatas, dua di antaranya bersifat sensitif, karena 
hubungannya selalu bersinggungan dengan komonitas yang plural dan diluar 
umat Islam, disinilah Islam dituntut Elastis dalam memainkan peranannya. 
Rasulullah pernah mempraktekan hal ini ketika beliau hidup dalam 
komunitas Yahudi dan Nasrani di Madinah. Perilaku Rasulullah 
menjustifikasi semua bentuk persaudaraan sebagai contoh, ketika delegasi 
najran yang beragama yahudi pada rasul di Madinah, mereka kemudian masuk 
masjid , lalu mereka beribadah di masjid tersebut. Para sahabat ingin 
menegur, tapi Rasul melarang para sahabat dan menyuruh membiarkan 
delegasi tersebut untuk beribadah.
Demikian juga Rasulullah tidak pandang bulu pada siapa beliau 
bersedekah, baik itu orang Islam atau non muslim,ini bias dilihat ketika 
beliau memberikan bantuan pada penduduk kafir Makkah ketika sedang 
terjadi penceklik.
Sejarah juga mencatat keluwesan Rasul dalam menerima perjanjian 
hudaibiyah, beliau menerima seluruh syarat yang diajukan oleh orang 
Quraisy, walaupun dianggap merugikan umat Islam. Diantaranya beliau rela 
menghapus basmalah dan diganti dengan bismikallahummah dan menghapus 
Muhammad Rasulullah dan daganti dengan Muhammad Ibn Abdullah. Disini 
terlihat, betapa bijak Rasulullah dalam mendahulukan kepentingan bersama 
dari pada kepentingan diri sendiri.
Dari deskripsi diatas betapa pentingnya memelihara persaudaraan dengan 
siapapun juga tanpa harus memandang status social, karena bagaimanapun 
juga semua manusia adalah sama, dan kehidupan ini akan terus berlangsung 
apabila sifat saling menghormati dan menghargai dimiliki oleh setiap 
manusia. Inilah persoalannya, dalam tataran praktis kita masih belum 
bisa untuk melaksanakan hal ini, egoisme yang tertanam dalam diri kita 
begitu kuatnya mengakar sehingga untuk dicabutpun rasanya sangat sulit, 
apalagi harus menghilangkanya. []


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke