Saya jadi teringat film G 30S PKI yang diputar istiqamah setiap 30 Sep pada 
masa Orba. Kalau dalam film itu, PKI menyerbu umat Islam yang sedang melakukan 
salat berjamaah, menginjak-injak al-Qur'an, dan membunuh banyak orang. 
Sekarang, umat Islam menyerbu kawan sendiri. Apa yang dilakukan Umarella persis 
seperti yang dilakukan PKI, terlepas apakah dia habib atau bukan.

Kendatipun dia habib, kita wajib mengingatkan dia. Siapapun yang melakukan 
kekerasan wajib kita tindak. Baru jadi habib saja sudah sombong! Wong rajanya 
habib (Rasulullah) melarang melakukan kekerasan atasan nama agama kok.

hendra_gst <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               hanya 
menanggapi komen mas ulil :
 
 [Sekali lagi, jangan gunakan kata "habib" untuk
  Abdurrahman Assegaf yang ternyata bernama Abdul Haris
  Umarella itu.]
 
 berhubung ini soal nasab yg dipandang merupakan hak asasi dlm syariat: 
 setahu saya ada marga assegaf yg sewaktu hijrah ke maluku di masa 
 kolonial, merubah marga mereka dgn nama marga yg familiar dgn telinga 
 lokal.
 
 untuk memastikannya, apa betul ybs. berhak atau tidak untuk dipanggil 
 dgn gelaran itu, kontak dulu kantor rabithah alawiyah di jakarta.
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke