APA bedanya hari Senin dan Selasa pekan ini dengan
hari-hari lainnya?
Secara hakiki tak ada, bahkan juga dengan hari-hari selebihnya. Ia tetap saja
sebuah bentangan waktu dimulai sejak matahari terbit di ufuk Timur dan diakhiri
dengan tenggelam benda yang sama di ufuk Barat. Sebutan hari hanyalah
artfificial, akal-akalan manusia belaka.
Juga suatu hari disebut ujung tahun atau awal tahun, pun adalah rekaan dan
kesepakatan manusia saja. Dan rekaan serta kesepakatan tentang nama-nama hari
dan bilangan serta sebutan tahun disebut kalander ada bebarapa. Komunitas
Cina, India, Islam dan Jawa punya system kalendernya sendiri. Mereka bisa
disebut komunitas peradaban.
Kebetulan bahwa komunitas peradaban yang dominant sekarang adalah Barat yang
menggunakan kalender dengan hitungan awal tahun jatuh pada hari Selasa, 1
Januari 2008. Sebagai makmum, semua komunitas peradaban lain, ikut
merayakannya.
Dan hari-hari itu, Kami putarkan diantara umat-umat manusia ibarat sebuah
roda
Orang Jawa menyebut prinsip perputaran peran dan posisi ini sebagai teori
cokro
manggilingan.
***
Soal Barat itu baik atau buruk, adil atau dzamil, korban teroris atau justru
biangnya, adalah soal penilaian (moral / political judgment) yang tidak pernah
bisa ada kesepakatan tunggal diantara segenap umat manusia di muka bumi ini.
Kalau ada penilaian yang terasa lebih kuat dari yang lain, itu soal
keras-kerasan suara saja, publikasi, belaka.
Yang menguasai corong (media) dialah yang akan menjadi hakimnya. Kata sebuah
teori, kepalsuan yang terus dikhutbahkan sebagai kebenaran, akan diterima
public
sebagai kebenaran; sebaliknya, kebenaran yang dikhutbahkana terus menerus
sebagai kepalsuan, juga akan dinilai sebagai kepalsuan. Di sinilah relevansi
sebuah keyakinan bahwa pengadilan yang sejati memang bukan di sini, tapi di
sana.
Betapa pun rumitnya debat soal mana si baik dan mana si buruk, yang
jelas Barat sebagai komunitas peradaban terbukti memiliki keunggulan di hampir
segala bidang yang memungkinkan pihaknya tampil sebagai imam dunia, termasuk
dalam hal hari atau kalender tahun barunya.
Di bidang sains dan teknologi, jantung kekuatan peradaban modern, kita semua
tahu keunggulan Barat begitu nyata dan luar biasa. Demikian pula di bidang
social, ekonomi, politik, seni budaya, bahkan militer tidak seorang pun
meragukan kecannggihannya.
Semua keunggulan itu berbasis pada dua hal: pertama, tekad dan kerja keras
setiap individu di sana untuk mencapai prestasi tak terbatas; kedua, tradisi
kerjasama bersinergi dengan sesame dalam mewujudkan segala gagasan secara
berjemaah, atau terorganisir. Dengan kata lain, ada keseimbangan yang prima
antara individualisme di satu pihak, dan kolektivisnme di lain pihak.
***
Tersinggungkah kita orang Timur dengan keunggulan Barat? Kalau kita akui
naluri kompetisi dengan sesame sebagai fitrah, maka ketersinggungan itu hal
yang
wajar. Kalah atau dikalahkan, dalam hal apa pun, pasti tidak enak. Lebih-lebih
jika kekalahan itu demikian telaknya.
Lebih-lebih bagi komunitas yang terlalu meyakini keunggulan dirinya,
berdasarkan keyakinannya, rasnya, atau sejarah masa lalunya. Kekalahan yang
memalukan pasti tidak akan pernah bisa mereka terima. Segala usaha dan cara
akan
dilakukannya untuk menutup kekalahannya.
Saya khawatir bahwa sebagian (kecil atau besar) dari umat Islam dihinggapi
syndrome kekalahan yang tak tertahankan ini, karena dua hal: Kekaguman, bahkan
pemujaan, sebagain umat Islam revivalistik kepada kegemilangan masa lalunya
boleh jadi telah mengilhami rasa kebencian terhadap segala sesuatu yang berbau
Barat, semata-mata karena Barat telah mengunggulinya.
Kedua, keyakinan yang menjadi dogma akan agamanya sendiri sebagai yang paling
unggul, yalu wa laa yula alaih.
Bersamaan dengan itu, ada elemen lain yang juga perlu dicermati. Mereka lupa,
bahwa keunggulan yang diraih seseorang/kelompok, adalah hasil kerja kerasnya
sebagai manuisa, bukan sekedar berkah dari entah berantah, apakah sebuah
keyakinannya, rasnya, atau sejarah masa lalunya. Bahkan bukan pula pemberian
Tuhan secara cuma-cuma.
Saya khawatir, komunitas muslim termasuk mereka yang tersinggung oleh
kemajuan orang lain (Barat), hanya karena mereka percaya agamanya, sebagai
yang paling unggul, yalu wa laa yula alaih . Tentu saja, umat Islam
seharusnya
percaya bahwa agamanyalah yang paling unggul. Tapi jangan lupa, bahwa umat lain
juga berhak, dan logisnya harus, meyakini agamanya yang paling unggul.
Sebenarnyalah, ketersinggungan karena kalah oleh pihak lain bisa merupakan
energi positif yang sangat diperlukan.. Yakni, jika secara jantan
ketersinggungan
itu diarahkan kepada dirinya sendiri: untuk mencela diri, mengkoreksi diri dan
memperbaiki secara mendasar kelemahan yang melekat pada dirinya sendiri.
Bahwa pihak lain (Barat) yang jauh lebih kuat (powerfull)
telah berbuat tidak adil kepada umat Islam, itu bisa saja terjadi. Bukankah
kita
ayat bijak telah mengatakan: Power tends to corrupt, absolute power
absolutely corrupt (?). Hari-hari ini, sang kekuatan absolute memang luar
biasa absolute. Ia benar-benar tengah menjadi yang maha kuasa, tidak ada satu
kekuatan pun yang layak mengimbanginya.
Tapi so what gitu lho?! Dalam teori Leviathan dari Hobbes, ketika
muncul kekuatan yang tak tertandingi di tengah-tengah masyarakat, maka
negaralah
yang harus tampil sebagai maha Leviathan yang akan mengontrolnya, agar
masyarakat tidak dihabisi satu demi satu oleh kedzalimannya. Selamat Tahun
Baru.
Salam,
K..H. Masdar F. Masudi
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]
______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/