*Mengunjungi Situs-Situs Nabi di Makkah; Yang Dibongkar dan Yang Terancam
Dirobohkan *

Perlancar Tawaf, Maqom Ibrahim Dibikin Muncul-Tenggelam
Jejak tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW sampai saat ini masih bisa ditandai
dengan mudah. Sebab, di atasnya berdiri sebuah bangunan untuk perpustakaan.
Tapi, menurut rencana, bangunan itu pun bakal dirobohkan. Berikut lanjutan
catatan Wartawan Jawa Pos Kurniawan Muhammad:

Bangunan itu berada di sebelah timur halaman timur Masjidilharam, Makkah.
Luasnya kira-kira 300 meter persegi.

Di atas bangunan tersebut terdapat papan bertuliskan huruf Arab: Maktabah
Makkah al-Mukarromah (Perpustakaan Makkah al Mukarromah).

Lokasi berdirinya bangunan perpustakaan itu termasuk tempat bersejarah
karena di sanalah Nabi Muhammad SAW dilahirkan.

Sebenarnya, Jawa Pos ingin sekali masuk ke perpustakaan itu. Tapi, keinginan
itu tak terlaksana karena dilarang oleh beberapa lasykar (polisi) yang
menjaga. "Haji... haram.... (tidak boleh)," kata salah seorang lasykar
setengah menghardik, sambil kedua matanya melotot ke arah Jawa Pos.

Menurut Sofyan, mukimin asal Sampang, Madura, yang sudah 22 tahun tinggal di
Makkah, pada hari-hari biasa di luar pelaksanaan haji, perpustakaan itu
dibuka untuk umum. "Selama haji, nggak boleh masuk," kata Sofyan yang
tinggal di kawasan Misfalah (sekitar 1,5 kilometer dari Masjidilharam) ini.

Karena tidak boleh masuk, Jawa Pos dan juga jamaah haji lain harus puas
melihat-lihat dari luar. Pagi itu pemandangan terlihat indah, karena di
belakang bangunan perpustakaan tersebut terlihat gunung-gunung yang berderet
dengan gagah.

Ratusan merpati yang berseliweran terbang menambah suasana pagi menjadi
lebih semarak. "Apa bedanya burung merpati di sini dengan merpati di
Indonesia?" tanya H Muntaki, salah satu jamaah yang sudah empat kali
berhaji, kepada Jawa Pos. Karena lama tak segera menjawab, pertanyaan itu
dia jawab sendiri. "Burung-burung merpati yang ada di sini semuanya sudah
haji. Setiap pagi mereka tawaf," katanya, sambil terkekeh.

Kembali ke tempat kelahiran Nabi. Menurut sejarah, tempat itu dulu sempat
dibangun masjid oleh al-Khaizuran, yaitu ibunda Khalifah Harun Al Rasyid
(dari dinasti Abbasiah).

Tapi, pada 1370 H (1950 M), bangunan masjid itu dirobohkan, lantas
dibangunlah perpustakaan umum oleh Syaikh Abbas Qatthan. Sampai sekarang,
bangunan tersebut masih difungsikan sebagai perpustakaan.

"Tapi, bangunan (perpustakaan) itu agaknya juga akan dibongkar dalam waktu
dekat," kata Sofyan.

Dia lantas menunjukkan sebuah koran lokal (berbahasa Arab) yang menulis
beberapa rencana dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk membongkar
tempat-tempat bersejarah di Makkah, termasuk tempat lahirnya Nabi Muhammad
yang dijadikan perpustakaan itu. "Alasan resminya untuk perluasan areal
Masjidilharam," kata pria 53 tahun itu. Lantas, apa alasan tak resminya?
"Mereka (pemerintah Kerajaan Arab Saudi) takut tempat itu dikeramatkan,
sehingga menjurus ke arah syirik. Ideologi Wahhabi sangat ketat dalam
soal-soal seperti itu," ujarnya.

Bukan hanya itu. Masih berdasarkan tulisan di koran lokal tersebut, maqom
Ibrahim yang terletak di dekat Kakbah juga diwacanakan bakal dihilangkan.

Maqom Ibrahim adalah batu bekas jejak kaki Nabi Ibrahim alaihissalam yang
digunakan saat membangun Kakbah.

Lantas, mengapa maqom Ibrahim dihilangkan? Alasannya, tempat itu kerap
menjadi biang kemacetan sehingga menghambat para jamaah haji yang tawaf
ketika suasana sedang padat.

"Banyak jamaah yang berhenti lama di maqom Ibrahim. Tak sedikit jamaah yang
menangis, sambil menciuminya. Ini yang dianggap ulama Wahabi berlebihan,"
paparnya. Karena itu, maqom Ibrahim diwacanakan akan dihilangkan.

Bagaimana jika rencana itu ditentang? "Sebenarnya sudah sering negara-negara
Islam protes ke pemerintah Arab Saudi terkait pembongkaran tempat-tempat
bersejarah. Tapi, protes itu sering tak digubris," kata Sofyan yang juga
ikut mengajar di salah satu madrasah setingkat SLTP di Makkah, untuk
anak-anak WNI itu.

Khusus untuk wacana menghilangkan maqom Ibrahim, kata Sofyan, pemerintah
Arab Saudi sudah menyiapkan beberapa skenario. Termasuk, skenario bila
rencana itu diprotes keras. "Nanti maqom Ibrahim dibuat seakan-akan
dihilangkan, tapi sebenarnya tetap ada," jelasnya. Bagaimana caranya?
"Ketika jamaah yang tawaf padat sekali, maqom Ibrahim akan dihilangkan,
dengan cara ditenggelamkan. Ketika jamaah yang tawaf agak longgar, maqom itu
akan dimunculkan lagi," paparnya. "Jadi, nanti dibuat teknologi yang bisa
memunculkan dan menenggelamkan maqom Ibrahim," paparnya.

Tempat bersejarah lain yang kabarnya juga masuk dalam daftar dibongkar
adalah Masjid Jin dan Masjid Sajaroh (pohon) yang berlokasi tak seberapa
jauh dari Masjidilharam. Kedua masjid itu letaknya berdekatan, tepatnya di
sebelah kiri jalan naik ke pekuburan Ma'la.

Sudah banyak dikisahkan bahwa dua masjid itu sangat bersejarah dan terkait
dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat (dituturkan oleh
al-Fakihi) diceritakan, suatu ketika Nabi didatangi serombongan jin. Para
makhluk halus itu minta bukti kenabian Muhammad sebelum mereka masuk Islam.
Maka, Nabi memanggil sebatang pohon yang tumbuh tak jauh dari tempat Nabi
dihadang para jin.

Begitu dipanggil, pohon itu langsung tercerabut dari akarnya, dan datang
mendekat ke Nabi. Setelah itu, pohon tersebut disuruh Nabi agar balik ke
tempat asalnya. "Di tempat Nabi didatangi para jin, didirikan masjid, yang
kemudian disebut Masjid Jin. Di tempat pohon yang dipanggil Nabi itu, juga
didirikan masjid, yang kemudian dinamakan Masjid Syajaroh (artinya: pohon),"
cerita Ustad Mahmudi Ilyas, pembimbing haji dari KBIH Nur Haromain,
Pandegiling, Surabaya.

Kedua masjid itu pernah diperbarui pada 1421 H (2001 M). Ketika Jawa Pos
mengunjungi dua masjid itu, memang terkesan tak terawat dengan baik. Ini
terlihat dari lantai masjid yang tampak kotor dan cat dinding yang seperti
dibiarkan memudar. "Kedua masjid itu rencananya juga dirobohkan. Alasannya
untuk perluasan jalan," kata Sofyan, mengutip koran setempat yang menulis
seputar rencana pembongkaran tersebut. Akankah pembongkaran itu benar-benar
dilaksanakan? (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke