Salam,
Ada satu buku lagi yang 15-an tahun terakhir ini dimiliki dan dibaca
rame-rame oleh anak muda NU (jg seniornya), secara istiqomah, yaitu "BUKU
TABUNGAN". Sayang tidak bisa diresensi. Tapi saya memaklumi, karena dalam fiqh,
"BUKU TABUNGAN" itu bersatatus "MILKUN TAAMMUN"
salam,
hamz`
ahmad baso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sdr Irwan,
sorry, agak telat.
mengapa alJabiri?
saya empat tahun membaca alJabiri. alJabiri menguasai tradisi, dan menjagi
bagian dari tradisinya itu (yang maghribi), juga khazanah pemikiran Perancis.
itu kekuatan dia. ia berhasil memadukan antara a fashl dan al-washl. bahasa NU,
muhafazah dan akhdz
setelah emlat tahun membaca itu, saya kemudian menemukan di kairo beberapa
pengkritik alJabiri, terutama George Tharabisyi, yang menulis beberapa buku
mengkrtik Jabiri.
kalau Anda membaca betul alJabiri selama 8 semester, akan ketahuan betul
kualitas pengkritik alJabiri tsb. Mereka biasanya muncul dari latar belakang
disiplin ilmu sosial, tapi sangat minim dalam penguasaaan khzanah klasik, atau
sebaliknya.
Tharabisy misalnya, kadang ia menulis ttg Nawal Saadawi, ttg Freud, dengan
latar psikoanalisis, dst. tapi Anda akan kecewa menemukan miskinnya penguasaan
tradisi lughah, filsafat, kalam fiqih, ushul fiqih, tasawuf, dst dari dalam
tradisi Arab-islam, pada diri Tharabisyi.