http://www.dutamasyarakat.com/rubrik.php?id=25564&kat=Nahdliyin
06 Maret 2008
Amaliah Warga NU Dilecehkan

Buku yang berjudul “Membongkar Kebohongan Buku; Mantan Kiai NU Menggugat 
Sholawat dan Dzikir” ini, merupakan jawaban dari buku yang ditulis H 
Mahrus Ali yang berjudul, “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir 
Syirik”. Tulisan Mahrus, ternyata mempunyai banyak kejanggalan dan 
kebohongan, bahkan meresahkan kaum muslimin, khususnya bagi warga 
Nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Tim Lembaga Bahtsul Masail Pengurus 
Cabang NU Jember merasa bertanggung jawab untuk meluruskan adanya 
kejanggalan dan kebohongan buku tersebut.
Adapun kebolehan ber-tawassul dan ber-istighotsah kepada para nabi dan 
para wali, baik ketika mereka masih hidup maupun yang telah meninggal, 
hukumnya sudah disepakati seluruh ulama salaf yang saleh sejak generasi 
Sahabat sampai generasi para ulama terkemuka pada abad pertengahan. Ada 
12 ulama besar terkemuka, yang semuanya sepakat membolehkan ber-tawassul 
dan ber-istighosah. Di antaranya, Al- Imam Sufyan bin Uyainah (Guru Imam 
Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal), Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin 
Anas, Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Abu Ali al-Khallal, 
Al-Hafizh Ibn Khuzaimah, tiga hafizh (al-Thabarani, Abu al-Syaikh dan 
Abu Bakar Ibn al-Muqri’), Ibrahim al-Harbi, Al-Hafizh Abu Ali 
al-Naisaburi, Al-Hafizh Abdul Ghani al-Maqdisi, dan Abu al-Khair al-Aqqtha’.
Adapun penolakan Mahrus, dalam bukunya, terhadap doa-doa, tawassul dan 
istighotsah, dengan dipertentangkan dengan ayat-ayat Al-Quran, adalah 
berakar pada dua hal. Pertama, Mahrus tidak merujuk pada kitab-kitab 
tafsir yang mu’tabar (dapat dipertanggungjawabkan) yang ditulis para 
huffazh, seperti, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir al-Qurthubi, dan lain-lain. 
Kedua, Mahrus tidak memahami maksud ayat-ayat Al-Quran yang diajukan 
untuk menentang doa-doa tawassul dan istighosah. Ia tidak dapat 
meletakkan ayat-ayat Al-Quran pada tempat yang sebenarnya (hal. 59-60).
Selain itu, Mahrus mengaku sebagai mantan kiai NU, padahal dia tidak 
pernah tercatat sebagai anggota dan aktivis NU, apalagi tokoh atau kiai 
NU, sebagaimana keterangan dari Pengurus Ranting NU Sidomukti, Kebomas, 
Gresik—tempat kelahirannya. Juga, keterangan dari pengurus Majelis Wakil 
Cabang NU Waru, Sidoarjo—tempat Mahrus saat ini tinggal.
Dalam bukunya, “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir”, Mahrus 
telah menyinggung dan melakukan pelecehan terhadap kaum muslimin, 
khususnya warga NU. Karena ia mau merubah, bahkan melarang amaliah yang 
sudah menjadi tradisi kalangan pesantren dan warga NU.
Buku ini sangat penting untuk dimiliki dan dibaca kaum muslimin, warga 
NU pada umumnya. Agar umat Islam, warga NU, hati-hati dan tidak gampang 
terpengaruh tulisan-tulisan yang saat ini sering menyudutkan terhadap 
amaliah yang sudah menjadi kebijakan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah. 
Semoga buku ini bermanfaat bagi umat Islam, khususnya bagi warga NU. (nuo)


______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke