Buku yang berjudul MUHAMMAD, KARL MARX DAN MASYARAKAT TANPA KELAS buah tangan
Munir Che Anam terbit pada Kamis, 13 Maret 2008. Bagi saya, karya tulis mantan
presiden mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini terasa sangat penting untuk dibaca
bukan saja oleh kalangan islamis tetapi juga oleh kalangan marxisme, terutama
oleh organisasi kemahasiswaan. Pasalnya, banyak mahasiswa yang semula rajin
beribadah tiba-tiba menjadi pemalas karena bersentuhan dengan pemikiran Karl
Marx. Ketika al-Quran dan hadist dibacakan selalu mendapatkan sambutan sorak
sorai seperti pertandingan sepak bola. Akan tetapi, ketika seseorang mengutip
pemikiran dari Barat terutama Karl Marx dan yang sealiran, tiba-tiba saja diam
dan berdecak kagum. Fenomena seperti ini sudah sering saya temukan, teruma
diacara-acara PMII dimana saya aktif didalamnya.
Padahal, teori-teori dari Barat seperti Karl Marx itu dihadirkan dalam dunia
islam semata-mata sebagai pisau analisa terhadap islam dan fenomena sosial
politik, bukan untuk diyakini. Tetapi, ditangan para mahasiswa teori-teori
tersebut ibarat menjadi Quran baru. Memang, sakralisasi pemikiran keagamaan
telah sirna, akan tetapi mahasiswa, terutama yang mengandungi
pemikiran-pemikiran sekuler justru terjebak pada sakralisasi pemikiran Marxisme
(taqdis al-afkar al-markisiyah). Ini tentu saja tidak adil. Bagi saya, hal
seperti itu terjadi karena kedangkalan baik dalam membaca islam atau al-Quran
ataupun membaca pemikiran Karl Marx.
Karena itulah, buku yang ditulis oleh Chedemikian saya memanggilnyaini akan
memberikan sentuhan yang sangat menarik. Bagaimana gagasan Muhamad dan Karl
Marx tentang masyarakat Tanpa kelas. Kegagalan Marxisme untuk melakukan
revolusi juga dipaparkan dalam buku ini. Lalu, mana yang lebih compatible
diantara dua pemikiran tersebut dalam konteks Indonesia; Muhammad ataukah Karl
Marx?
Selengkapnya, silahkan membeli dan membaca buku tersebut. Sebuah buku yang
bergaya tulisan orasi. Maklum saja, penulisnya adalah orator. Disini tema dua
pemikir ini terasa lebih sederhana untuk dipahami karena bahasanya yang oratif
dan menggebu-gebu.
Hatim Gazali
http://gazali.wordpress.com/2008/03/12/selamat-atas-terbitnya-karya-munir-che-anam/#more-289
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]