Tebang Pilih Perintah, Berjenggot atau Rihlah
Oleh : Mochammad Moealliem
Suatu ketika aku menemui fenomena tentang orang-orang yang memaksakan hukum
islam dengan cara berpikir yang dangkal, seolah pemahaman mereka adalah sama
persis dengan kehendak tuhan, hingga orang yang punya sikap berbeda akan serta
merta dijustifikasi salah walaupun memiliki dasar.
Pembahasan kali ini akan membahas wisata ke ma'bat fir'aun dan jenggot.
Pembaca tentu akan merasa hal itu apakah berhubungan, mari kita telusuri
bersama.
Memelihara jenggot adakah wajib hukumnya atau sunnah? Tiga madzhab besar
menganggap wajib, sementara madzhab syafii menganggap sunnah. Penulis disini
sepakat dengan madzhab syafii yang lebih moderat dan lebih peka zaman.
Bagi anda yang menganggap wajib, silahkan simak uraian saya tentang dasar
yang dipaksakan untuk menganggap wajib, hingga bagi yang mencukurnya dianggap
sama dengan berzina, dan melakukan dosa besar, padahal tidak ada dosa yang
dianggap besar, kecuali akan terdapat ayat yang akan menyebutkannya.
Anggap saja ini adalah sangkalan saya pada kitab yang berjudul "tahrimu halqi
llahyi" yang ditulis oleh abdurahman bin muhammad bin qosim, mungkin kitab itu
tak terlalu panjang, hanya saja bahasa yang dipakai berputar-putar dangan dalil
yang itu-itu aja.
Yang saya sayangkan adalah mendudukkan orang yang tidak mengganggap wajib,
sama halnya dengan melakukan dosa besar, hal demikian karena mereka menganggap
bahwa fiil amar (kata perintah) bermakna wajib, padahal tidak semua kata
perintah bermakna wajib, apalagi dasar yang dipakai adalah satu-satunya hadith
yang pada dasarnya mencakup tiga unsur, potong kumis, biarkan jenggot dan
berbedalah dengan kaum musyrik. Namun dalih yang dipakai adalah al aslu fil
awamir al wujub, wal aslu fi nawahi attahrim. pada dasarnya kata perintah
berarti wajib, dan larangan berarti keharaman.
namun kaidah itu dipotong, sehingga membuat pembaca akan langsung tunduk
tanpa punya hak berpikir, dan kemudian didukung dengan ayat wa ma
atakum....ayat umum yang menyuruh kita taat pada nabi, bukan ayat yang menyuruh
berjenggot. dan tidak ada satu ayatpun dalam alqur'an yang memerintahkan orang
beriman harus berjenggot.
Hal itu tidak ada dalam alqur'an, lalu bagaimana dengan wisata ke ma'bad
fir'aun, kenapa mereka tidak mewajibkan? Padahal ayat-ayatnya sangat banyak
yang menyuruh kita untuk berkeliling bumi mengenang kehebatan mereka.
Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah ; Karena itu
berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang
yang mendustakan .3:137
Katakanlah: "Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan itu."6:11
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan
wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di
muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka dan
sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.
Maka tidakkah kamu memikirkannya?12:109
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat : "Sembahlah
Allah , dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang
yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang
telah pasti kesesatan baginya . Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan .16:36
Katakanlah: "Berjalanlah kamu bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat
orang-orang yang berdosa.27:69
Katakanlah: "Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah
menciptakan dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi .
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.29:20
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan
bagaimana akibat oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah
lebihkuat dari mereka dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih
banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka
rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah
sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang
berlaku zalim kepada diri sendiri.30:9
Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah
orang-orang yang mempersekutukan ."30:42
Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana
kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah
lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan
Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Kuasa.35:44
Untuk pembaca yang merasa memelihara jenggot adalah wajib, kira-kira wajib
mana dengan wisata ke tempat-tempat sejarah yang termaktub dalam sekian banyak
ayat diatas, apakah bagi yang tidak berwisata juga tergolong maksiat, karena
semua itu dengan fiil amar (kata perintah), bukankah dalam pengambilan hukum
Alqur'an nomor satu dan palig tinggi kekuatannya?
Kalau saja penulis kitab itu bisa memahami tulisanku ini, tentu penulis
berharap bisa tehu bagaimana dia mengambil hukum dengan ayat itu? Adakah dia
hanya akan memilih ayat-ayat yang sesuai dengan misi madzhabnya saja.
Apakah mereka lebih menguatkan kata-kata manusia dari firman Allah, bukankah
mereka menganggap orang membaca shalawat kepada Nabi dianggap musyrik, padahal
Innalloha wamalaikatahu yusholluna ala nabi, ya ayuhalladzina amanu shollu
alaihi wasallimu taslima. Bukankah itu kata perintah?
Mungkin itulah sedikit kegelisahanku membaca tulisan yang tak begitu dalam,
dan hanya sekedar memperkuat konsep madzhab tertentu, bahkan justfikasi sepihak
bahwa yang menentang mereka tak berhak menuju kebenaran. Sekaligus sebagai
bahan untuk kita belajar lebih dalam, agar tidak terjebak pada kebodohan yang
akan menimbulkan radikalisme dalam beragama dengan dogma-dogma yang dibungkus
dengan indahnya.
Salawat salam bagimu muhammadku, hari ini (12 robiul awal) dulu kamu lahir
dan menjadi muallimku hingga hari itu menjemputku kembali bersama, dihadapan
Dzat yang maha pemurah dan pemaaf atas apa yang aku potong dari jenggotku,
Mungkin bukan karena aku maksiat kepadaNya, namun mungkin karena aku belum
mampu memelihara jenggot yang menjadi sunnahmu, karena engkaulah kekasihNya
maka siapa saja yang mengasihimu adalah dikasihi olehNya.
Alliem
Kamis, 20 Maret 2008
Met Lahir Kembali Dihatiku
Mochammad Moealliem
http://www.muallimku.tk or http://www.muallimku.blogspot.com
Ingin gabung di komunitas sahabat lintas batas? Klik aja
http://tech.groups.yahoo.com/group/kang_guru/
[Non-text portions of this message have been removed]