selamat. semoga membawa manfaat bagi NU
http://enhidayat.multiply.com/
http://enhidayat.blogspot.com/
  ----- Original Message ----- 
  From: Nasrul Afandi 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, March 15, 2008 8:48 PM
  Subject: [kmnu2000] (Arsip) Doktor Muda NU, Pertama dari Maroko


  http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=10858

  http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=5492_0_4_0_M


  Kader Muda NU Raih Doktor Tasawuf Pertama di Maroko 
  Jumat, 23 November 2007 12:48 


  Rabat, NU Online
  Prestasi menggembirakan kembali dicapai kader muda Nahdlatul Ulama (NU). 
Ahmad Najib Afandi, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Adab, Universitas Abdel 
Malik Esaadi Tetouan, Maroko, berhasil meraih gelar doktor di bidang tasawuf. 
Ia merupakan orang pertama yang meraih gelar bergengsi itu di Maroko.

  Najib, begitu panggilan akrabnya, meraih gelar doktor tersebut setelah sukses 
mempertahankan desertasinya yang berjudul "Al-Harakah Assufiyah bi Indonesia wa 
Atsaruha Fi Al-Falsafat Al Ahlak" di hadapan para dosen pengujinya di Aula 
Muktamar kampusnya, pada Kamis (22/11) lalu. Demikian dilaporkan Kontributor NU 
Online di Rabat, Nasrullah Afandi.

  Selain menjadi orang pertama di Maroko yang mendapat gelar doktor di bidang 
tasawuf, Najib juga dicatat sebagai doktor keempat dari Asia Tenggara yang 
belajar di negeri tersebut. 

  Promosi doktor itu juga dihadiri sejumlah staf Kedutaan Besar RI di Rabat, 
anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia di Maroko, juga beberapa mahasiswa asal 
Thailand dan Malaysia yang belajar di Maroko.

  Pada sidang yang diuji oleh Prof. Dr. Abdel Aziz Sahbar, Abdullah Murabit El 
Tirgi, Dr. Abdul Latif Syahbun dan Dr. Abderahman Badu itu, Najib dalam 
desertasinya menjelaskan beberapa hal menjadi kajian pokok dan kritik 
disertasinya terhadap pergerakan dan praktik tasawuf serta tarekat di Indonesia.

  Selain itu, mantan sekretaris Keluarga Mahasiswa NU Bagdad tahun 1998 itu 
juga mencoba menelusuri sisa-sisa keemasan tasawuf di Indonesia dan 
persambungan antara tasawuf Indonesia dengan tasawuf Maroko yang selama ini 
dibiarkan oleh banyak orang.

  "Sejarah keberhasilan pergerakan dan perjuangan kaum tarekat dalam bidang 
pendidikan, pembinaan ahlak, spiritual dan politik serta ekonomi Indonesia 
tidak diragukan lagi sejak awal kedatangan Islam sampai pasca-kemerdekaan 
Indonesia. Warisan dan pengaruh sufistik, hingga kini, begitu kental dalam 
budaya dan tradisi masyarakat Indonesia, Jawa khususnya, bahkan karya-karya 
mereka yang menjadi simbol keberhasilan pergerakan spiritualnya tetap eksis 
menjadi rujukan dan kajian pokok madrasah, sekolah dan pondok pesantren hingga 
kini," tulis Najib dalam desertasinya.

  Lebih jauh, ia menjelaskan, pergerakan kaum tarekatlah yang mendominasi 
perjuangan kemerdekaan dan mengisi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 
"Seperti, pergerakan dan dakwah Walisongo, revolusi petani di Banten pada tahun 
1888 M di bawah komando Tarekat Naqsabandiyah, Perjuangan K. Rifai Kalisalak 
dan perjuanagan K. Soleh Darat di Semarang, baik fisik maupun pemikirannya, 
yang cerdas," papar Najib.

  Najib mengatakan, kenyataan tersebut tak dapat dipungkiri, kecuali bagi 
mereka yang tak memiliki nasionalisme. Karena, bagaimanapun, kaum tarekat dan 
doktrin tasawuf adalah dua kekuatan supranatural dan lintas batas kelompok dan 
golongan. Ia merupakan murni kemanusiaan dan memanusiakan manusia seutuhnya 
termasuk kemerdekaan, kebebasan dan hak hidup yang aman dan damai yang 
dilakukan tanpa mengharapkan imbalan dan balas jasa. (rif) 

  « Kembali ke arsip Warta | Print 
  Berita Terkait:




  ---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke