Muhib, Pemikiran, ideologi dan bahkan agama (tepatnya pemahaman agama) tidak ada salahnya (atau bahkan harus) diperjuangkan melalui politik...Tanpa harus mengatasnamakan Tuhan sehingga yang terjadi adalah penindasan manusia atas nama Tuhan.
Pemikir-pemikir Mesir itu banyak yang aktif di politik. Pemikir-pemikir Marxis afiliasinya ke partai-partai sosialis seperti Khalil dan Rif'at Said. Termasuk Hassan dulu pernah di IM. Sering-sering lah kamu ke Ammu Hasan dan mungkin Jamal Al Banna. Di Indonesia jarang saya menemukan pemikir yang ketika diwawancarai bisa elaboratif dan mendalam, terutama dalam khazanah Islam klasik. Makanya, saya kangen suasana wawancara dan seminar-seminar dengan tokoh-tokoh besar Mesir itu...;)Di hadapan mereka gairah intelektual saya terpuaskan meski hanya banyak mendengar. Saya menunggu buku itu. Buku Jabiri yang terbaru, Madkhal Ila Al Quran, sudah saya baca meski baru mukaddimah dan saya harus berhenti untuk konsentrasi bidang saya. Waktu saya wawancara Abu Zayd di Jogja, gagasan Jabiri dalam buku terbarunya punya kesamaan dengan Khalafullah. Jika memang benar, apa Jabiri menyebut Khalafullah? Abu Zayd bertanya begitu. Saya kira teman-teman Lakpesdam sudah waktunya menyambut antusias buku Jabiri yang baru ini dan mengkajinya perlahan. Salam, Anis M --- In [email protected], Muhammad Mawhiburrahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Anis, > > Satu minggu yang lalu saya bersama kawan-kawan Lakpesdam ke tempat Hassan Hanafi untuk meminta kata pengantar buku Lakpesdam yang baru. > > Ujar Hassan Hanafi, dengan nada menyayangkan, kenapa Gus Dur masih saja disibukkan dengan urusan politik. Semestinya, dia tetap dalam kapasitasnya sebagai guru bangsa seperti yang ditunjukkan dengan pembelaannya atas kasus pencekalan Nashr Hamid Abu Zayd. > > Jadi wajar saja, jika kakakmu patah hati dan memendam kekecewaan pada Gus Dur. Hassan Hanafi yang tak begitu tahu benar sepak terjang Gus Dur juga menaruh kekecewaan. > > Salam, > > ps: Oh ya, Nis, akhir musim panas ini buku Hassan Hanafi yang terbaru terbit. Judulnya, min al-Fana ila al-Baqa'. Dia sekarang sedang menulis buku baru berjudul min al-Naql ila al-'Aql. > > Muhammad Mawhiburrahman > Faculty of Theology > Department Of Creed and Philosophy > Al-Azhar University Cairo > http://www.mmawhib.blogspot.com > --- berbicara dari hati, dengan hati, demi ketenangan hati --- > > ----- Original Message ---- > From: Anis Masduki <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Saturday, April 5, 2008 6:38:17 AM > Subject: [kmnu2000] Re: tentang gus dur, untuk abdul mu'id > > Salam, > > Saya sepakat dengan Mas Anam, Gus Dur tidak bisa memaksakan kepada > awam untuk berpikir secara historis... > > Saudara saya, yang pernah aktif di IPPNU wilayah dan sekaligus > mengagumi GD, dan sekarang kagum dengan PKS kemudian sedemikian benci > dengan GD gara-gara membela Inul dan Musadeq misalnya. Saya hanya bisa > katakan merubah Inul dan Musadeq tidak bisa dengan gertakan... > > Yang sedang dilakukan GD saya kira adalah prinsip kesabaran dan > kearifan...Hasilnya memang memerlukan waktu...Karena kemungkinan > berubah bukan karena ketakutan, tapi keinsyafan.. . > > Salam, > Anis M > > -- > > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. > http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com > > [Non-text portions of this message have been removed] >
