MENJADI CERDAS DENGAN MENULIS

Halimi Zuhdy Ls*)

"Menulis akan merangsang pemikiran, jadi saat anda 
tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah 
mencoba untuk menulis" (Barbara)

Tulisan ini berangkat dari sebuah buku yang menurut saya 
sangat luar biasa pengolahannya, sistematika penulisannya, 
ide-ide yang diluapkannya, dan mempunyai karakteristik 
tersendiri yang membuat pembaca ingin memperaktekkan 
teori-teori yang ada di dalamnya, penuh dengan ide-ide 
besar, cara berfikir kreatif  dan buku ini mengajarkan 
kita menjadi orang hebat, tetapi tetap bersabar dengan 
segala kekurangan. buku itu berjudul Accidental Genius 
:Revolutionizw Your Thinking Through Private Writing. 
Karangan Mark Levy, penulis buku best seller Magic for 
Dummies ia oleh Paul Harris di gambarkan sebagai salah 
satu 100 penyihir yang paling berpengaruh abad ini.

Cerdas kita pahami sebagai proses kreatif untuk menuju 
pada pemikiran hebat, cerdik, logis, penuh inovasi-inovasi 
dan kreatifitas. Orang dianggap cerdas jika ia mampu 
memecahkan seabrak persoalan dengan penuh kebijaksanaan, 
atau melihat persoalan secara kritis.

Untuk menjadi cerdas tidaklah semudah membolak balikkan 
tangan, karena ia memerlukan beberapa tahapan-tahapan yang 
harus dilalui, bahkan orang yang sudah melalui 
tahapan-tahapan yang sulit pun masih belum tentu menjadi 
cerdas, karena berkaitan proses yang harus ia lalui, Mark 
Levy dalam bukunya Accidental Genius menawarkan cara 
menjadi cerdas dengan menulis, ia sangat percaya bahwa 
orang yang produktif dalam menulis akan menjadikannya 
cerdas, karena ia merasakan sendiri kemunculan- ide-ide 
kreatifnya, briliannya dan geniusnya di saat ia menuliskan 
sesuatu bahkan tanpa sengaja. Sebagaimana yang 
dikatakannya "siapakah saya ini, saya adalah 
seseorang yang telah menggunakan penulisan untuk membuat 
perbedaan dalam pekerjaan hidup saya, selama lima belas 
terakhir, saya telah diberbagai segmen grosir, eceran, dan 
penerbitan dalam industri buku. Selama itu, saya telah 
menjual buku dengan nilai lebih dari seperempat miliar 
dollar, pernah dinominasikan untuk tiga anugerah 
"Rep of the Year" yang bergengsi, dan telah 
meluncurkan beberapa proyek yang melibatkan beberapa 
bintang dari dunia bisnis yang paling dicari. Semua 
kesuksesan ini diraih, sebagian besar, melalui penulisan 
saya yang informal dan penuh penggalian".

Dan masih banyak tokoh-tokoh lain seperti, Bill Gates 
penemu Microsoft, W.B Yeats, Harun Yahya, Peter Elbow, Pat 
Belanoff, Tom Peterr. Mereka memanfaatkan dunia tulis, 
lebih-lebih tulisan pribadi, untuk merangsang munculnya 
ide-ide cemerlang dan genius, karena dengan menulis bisa 
mengubah berbagai materi mentah pemikiran seseorang 
menjadi sesuatu yang bisa digunakan, bahkan menjadikannya 
luar biasa.

Tulisan pribadi tidak hanya membawa penulisnya menjadi 
penulis buku-buku terkenal, namun mampu memunculkan 
pikiran-pikiran yang cemerlang dan mengutuhkan ide-ide 
yang berserakan di sana-sini. Ada frasa yang cukup menarik 
yang diciptakan oleh Peter Elbow dan Pat Belanoff, yaitu 
membuat tulisan pribadi, ia adalah sebuah metode yang 
cepat dan diperuntukkan untuk bagi-diri-Anda untuk 
berfikir di atas kertas yang membuat Anda mampu meraih 
tingkat pemikiran yang sering kali terasa sulit untuk 
dipertahankan di tengah urusan sehari-hari. Dengan 
memanfaatkan beberapa rahasia, maka Anda akan merasa 
senang karena menemukan berbagai ide dan cara yang mungkin 
Anda miliki, tetapi belum Anda sadari.

Rahasia-rahasia itu adalah; (1) jangan tunjukkan tulisan 
pribadi Anda kepada siapa pun (2) Biarkan diri Anda 
berfikir buruk dan menulis jelek (3) Tulislah secepat 
mungkin dan terus menerus semampu tangan Anda (4) 
seranglah sebuah situasi untuk waktu tertentu, dan 
kemudian lanjutkan kehal-hal yang lain (5) Ungkapkan 
berbagai ide Anda yang paling jujur dengan menggunakan 
"bahasa dapur" dan gunakan logika (6) 
Kembangkan berbagai pemikiran Anda di luar lingkup 
normalnya (7) Arahkan kembali fokus anda, sesering 
mungkin.

Dan Anda akan merasakan bahwa kecerdasan itu akan muncul 
dari menulis, setelah Anda mengikuti berbagai banyak efen 
dan kegiatan-kegiatan; seperti seminar, diskusi, rapat dan 
lainnya. Ketika Anda duduk mendengarkan,  dan tangan Anda 
mencorat-coret apa yang anda dengar dari pemateri,  dan 
Anda mencatat  beberapa poin yang ingin ditanyakan, 
dipersoalkan, dan didebatkan maka muncullah 
gagasan-gagasan yang sebelumnya berantakan, menjadi utuh. 
Bahkan yang belum terpikirkan akan bermuncullan karena ada 
rangsangan dari gerak tangan Anda.

  Maka cobalah dalam banyak kesempatan untuk  merangsang 
ide-ide muncul dengan menuliskan sesuatu. Gerakkan tangan 
Anda, rangsanglah pikiran anda untuk memunculkan ide-ide 
cemerlang, dan percepatlah menulis. Meminjam bahasa Mark 
Levy semakin cepat menulis maka semakin banyak ide yang 
akan dituliskan, semakin cepat menulis semakin terangsang 
ide untuk muncul. Dan seperti pernyataannya 
"seringkali saya ingin menulis, tapi apa yang akan 
saya tulis saya tidak tahu, tapi setelah saya ambil kertas 
dan pena muncullah ide-ide itu, bahkan sesuatu yang belum 
pernah saya pikirkan seketika  itu berdesakan 
muncul."
  
Kita sering merasakan munculnya ide tersebut karena ada 
usaha untuk memainkan peran otak yang punya potensi untuk 
dipercikkan, diledakkan dan  dimunculkan. Kalau otak 
diberi rangsangan-rangsang untuk dikeluarkan baik dengan 
munulis atau berbicara ngarang –ngidul maka ia akan 
muncul entah dengan bentuk apa yang jelas ia kan muncul.

Kita memanfaatkan prinsip bahwa pikiran sebenarnya keluar 
dari kepala kita sepanjang waktu, seperti saat ia berjalan 
di sebuah rangkaian yang sempurna, hal ini menjelaskan 
mengapa sering kali, sebuah pemikiran yang aneh, tiba-tiba 
akan muncul di kepala kita  tanpa alasan yang jelas. 
Kemungkinannya, kita sedang berada di dekat pikiran orang 
lain yang sedang meloncat keluar, hanya kita tidak 
menyadarinya.". betapa mudah sebenarnya, untuk 
memunculkan ide-ide cemerlang, jikalau kita memberikan 
jatah sedikit saja untuk menulis, menulis apa saja, 
meskipun tidak pernah terlintas apa yang seharusnya kita 
tulis, karena banyak tokoh-tokoh besar dikarenakan hanya 
menulis sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dan tidak 
pernah terlintas, namun karena keanihan dari tulisan 
itulah muncul banyak inspirasi-inspirasi.[ ]

Halimi Zuhdy Ls. Peneliti sastra, kolumnis, penulis puisi, 
Alumni Fakultas Humaniora Budaya, Jurusan sastra Arab UIN 
Malang, Mantan Pimpinan Umum Jurnal MAHARDIKA,  Pimred 
majalah AL-FUAD dan kini Ketua Linguistic and literature 
Malang. Direktur CAS (Central Arabic Study) Malang

halimizuhdy.blogspot.com
ibnuzuhdy.multiply.com

Kirim email ke