Stetemen "PBNU" ini bener-bener bikin puyeng!
   
  yang saya khawatirkan, statemen ini tidak melalui mekanisme organisasi dan 
teologi. sebaliknya, saya membayangkan statemen ini dipikirkan Pak Hasyim di 
tengah kemacetan dari depok menuju kramat. ya, maksimal via sms.
  wah!
   
   
  salam, hamzah
   
  PBNU: Pemerintah Sebaiknya Nyatakan Ahmadiyah Bukan Islam 
Rabu, 7 Mei 2008 17:14 
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta 
pemerintah agar menetapkan Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. Karena itu pula, 
katanya, Ahmadiyah sebaiknya tidak mendakwahkan ajarannya kepada umat Islam.

"Pemerintah hendaknya menyatakan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam dan tidak 
boleh ‘meng-Ahmadiyah-kan’ orang Islam atas dasar kebebasan," ujar Pengasuh 
Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa timur, itu, di Jakarta, Rabu (7/50).

Namun demikian, Hasyim menegaskan bahwa pengikut Ahmadiyah tetap harus 
dilindungi sebagai warga negara Indonesia. Pemerintah juga harus mencegah 
setiap upaya yang mencoba melakukan kekerasan pada pengikut aliran yang 
mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad itu.

Presiden World Conference on Religions for Peace itu mengaku tak sependapat 
dengan sikap sebagian kalangan yang menghubungkan kasus Ahmadiyah dengan 
kebebasan beragama. Sebab, katanya, aliran yang difatwa sesat oleh Majelis 
Ulama Indonesia itu bukan merupakan agama tersendiri.

"Yang ada adalah mereka merasa (mengaku) Muslim tapi sudah belok dari 
ke-Islam-annya. Maka, umat Islam wajib menolaknya," jelas Hasyim yang juga 
Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars.

Hal yang harus dilakukan NU dan para ulama, lanjut Hasyim, adalah memberikan 
penyadaran kepada para pengikut Ahmadiyah. Tujuannya agar mereka kembali pada 
ajaran Islam yang benar.

Di tempat terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto menyatakan bahwa 
pemerintah tak memiliki target kapan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri 
untuk Ahmadiyah diterbitkan. Menurutnya, pemerintah tidak ingin berpolemik di 
tengah masyarakat, sehingga butuh masukan dan kajian lebih rinci dan dalam.

Pemerintah akan menampung lebih dulu aspirasi yang berkembang saat ini. 
Masyarakat luas akan diberi keleluasaan memberikan kontribusi dan masukan yang 
positif. "Prinsipnya seperti itu. Tapi, kita akan komunikasikan lebih dulu. 
Memang waktunya akan lebih lama sedikit, tapi itu lebih baik," tegasnya.

Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah akan tetep melakukan 
kegiatan-kegiatan pembinaan, mencegah kegiatan-kegiatan yang anarki dan melawan 
hukum. (okz/rif) 
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke