http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=340402 Kamis, 08 Mei 2008, Kita Ini Siapa?
Oleh Ahmad Tohari Dalam epos Mahabarata, terdapat kisah dua raja, yakni Santanu dan Palasara. Pada suatu masa, kedua raja itu terlibat perang berkepanjangan sehingga kerajaan porak-poranda dan rakyat ikut menderita. Melihat kerusakan yang terjadi pada rakyat di kedua negara tersebut, Dewa pun turun. Apalagi yang menjadi sumber sengketa antara Raja Santanu dan Raja Palasara bukan masalah tapal batas atau semacamnya, melainkan seorang putri jelita yang bernama Dewi Lara Amis. Dewa menyuruh kedua raja berhenti berperang. Mereka diminta mendekat, lalu Dewa berkata bahwa putri jelita yang mereka perebutkan adalah lambang kenikmatan dan tipu daya dunia. Maka, siapa yang menginginkannya berarti dia memilih kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Siapa yang menjauhinya berarti memilih samsara dunia, tapi bisa mencapai kenikmatan abadi. "Nah, Santanu dan Palasara, silakan pilih mana yang kalian suka." Takut terdahului oleh lawannya, Santanu segera menjawab memilih Dewi Lara Amis. Santanu sadar sepenuhnya bahwa putri jelita itu adalah lambang kenikmatan dunia. Dewa mengabulkan. Dengan sadar pula, Palasara memilih samsara, yang berarti hidupnya akan penuh penderitaan. "Baiklah," kata Dewa. "Kalian telah memilih apa yang kalian sukai. Santanu, kelak keturunanmu akan dikenal sebagai masyarakat Kurawa. Negara mereka kacau dan rakyatnya sengsara karena para penguasanya adalah keturunanmu yang serakah dan lebih menyukai kenikmatan duniawi. Santanu, kelak lihatlah keturunan Palasara yang akan dikenal sebagai masyarakat Pandawa. Negara mereka bernama Amarta yang berarti abadi. Negara itu aman-makmur dan rakyatnya sejahtera karena para pemimpinnya keturunan Palasara yang berarti buah penderitaan. Tidak seperti engkau yang memilih kenikmatan hidup bersama putri jelita, Palasara memilih menunda kesenangan hidup demi kebahagiaan keturunannya…." *** Itu cerita dalam Mahabarata yang cukup dikenal di Indonesia. Tapi tampaknya, Raja Palasara tidak melahirkan keturunan di negeri ini. Masyarakat yang mengamalkan "berakit-rakit dahulu berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian", ternyata, tidak tinggal di Indonesia. Masyarakat seperti itu malah tinggal di Jepang, misalnya. Jepang yang luluh pada 1945 akibat Perang Dunia II segera bangkit kembali dan menyamai Amerika, negara yang mengalahkannya hanya dalam waktu singkat. Seperti Palasara, pada awalnya orang Jepang pandai menunda kesenangan. Mereka mendahulukan kerja keras, membangun etos dan karakter bangsa, menyusun undang-undang yang keras, belajar dan belajar. Bekerja adalah kebahagiaan dan kebohongan adalah hal yang amat memalukan bagi mereka. Di luar harapan, agaknya Raja Santanu-lah yang meninggalkan keturunan di negeri ini. Di sini santanuisme berbiak dengan amat subur. Banyak pemimpin yang mendahulukan kenikmatan dunia seperti Santanu menikmati kejelitaan Dewi Lara Amis. Akibatnya, muncul keserakahan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan biaya kenikmatan itu. Korupsi menjadi kejahatan yang membudaya dan dianggap biasa. Banyak pemimpin yang korup dan hedonis pamer kemewahan di tengah masyarakat yang hidup pas-pasan atau bahkan miskin. Maka tak ayal, ulah mereka berusaha ditiru dan diteladani sehingga kemiskinan ikut berbiak menjadi kejahatan yang terus meningkat. Saya sering tergoda pertanyaan, apakah palasarisme yang intinya adalah kesadaran hidup berkelanjutan dan selalu mengusahakan kebaikan bertentangan dengan Islam? Pertanyaan tersebut muncul karena 87 persen masyarakat kita muslim, tapi malah dikuasai santanuisme yang egoistis dan memuja kenikmatan dunia untuk masa kini dan di sini. Itu pertanyaan menarik dan kita harus menjawabnya bersama . Atau, apakah kita harus mengatakan apa adanya bahwa kita adalah Santanu-Santanu yang tak pernah tahu diri? Buktinya, banyak di antara kita hidup amat kemaruk dan korup, tak peduli akan nasib anak-cucu yang kita lahirkan sendiri? Ahmad Tohari, penyair ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
