http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/irshad_manji051128
Irshad Manji
Seorang Muslima Liberal
Dheera Sujan

"Saya bergumul dengan pertanyaan apakah memang sejatinya Islam menentang
kesetaraan perempuan, dan yang saya maksud dengan itu adalah perlakuan
terhadap perempuan berbeda dengan perlakuan terhadap benda." Irshad Manji.

Irshad Manji

Mengungkapkan ini di forum umum, membutuhkan keberanian yang luar biasa. Tak
perlu diragukan lagi bahwa Irshad Manji memiliki keberanian itu. Perempuan
berwarganegara Kanada ini, dilahirkan di Uganda. Walau menganggap dirinya
sebagai feminis dan pengkritik Islam, ia tetap merasa mempunyai ikatan kuat
dengan agama yang dianutnya itu.
Menurut Manji, kombinasi itu tidak menimbulkan persoalan. Ia menyebut
dirinya, "Muslim yang tertolak". Bukunya yang berjudul "The Trouble with
Islam today: A Wake-up Call for Honesty and Change" (Masalahnya dengan Islam
terkini: Saatnya untuk Kejujuran dan Perubahan) diterjemahkan dalam pelbagai
bahasa, dan menarik banyak perhatian di kalangan Muslim maupun non Muslim.

Pelbagai reaksi
Pendirian Irshad Manji mendapat tanggapan dari pengagum maupun pengkritik.
Bagi kelompok pertama, Manji merupakan perempuan yang berani mengungkapkan
kata-kata yang sebenarnya sudah harus disampaikan jauh sebelumnya, terutama
oleh kalangan Muslim moderat. Bagi kelompok kedua, beberapa ceramah Manji,
kurang mendalam. Sementara kalangan Muslim konservatif, tidak bisa menerima
beberapa pandangan Manji, seperti dukungannya terhadap Israel, kelesbiannya
dan dukungannya terhadap invasi di Irak.

Interpretasi selektif
Tapi antusiasme Irshad Manji tampak dengan jelas. Latar belakangnya sebagai
pembawa acara televisi membuatnya seorang pembicara yang bersemangat dan
lihai. Ia menceritakan telah meluangkan sebagian besar waktunya untuk
membaca dan meneliti Al Quran dan Islam. Manji menyimpulkan bahwa Al Quran
berisikan ayat-ayat yang negatif maupun positif. Jadi setiap interpretasi
terhadap Islam adalah selektif.

“Dan interpretasi saya pun selektif. Saya menganggap ini sebagai berita
bagus. Karena ini berarti bahwa interpretasi-interpretasi penuh kebencian,
anti perempuan, anti Kristen atau anti Yahudi tak dapat dihindari.
Interpretasi-interpretasi lain sangatlah mungkin. Dan kaum Muslim moderatlah
yang harus mencari tahu mengenai interpretasi alternatif itu.”

Perempuan dan kehormatan
Dalam permasalahan apakah benar Islam menekan perempuan, Manji punya
tanggapan yang berbeda. Menurutnya bukan Al Quranlah yang mengajarkan “hak
milik” atas perempuan, akan tetapi budaya Arab yang menempatkan kehormatan
lingkungan masyarakat, suku, dan keluarga dalam perempuannya. “Budaya Arab
diterapkan dalam agama Islam," ujarnya. “Jadi menghormati tradisi menjadi
bagian dari ajaran sehari-hari Islam, karena itu, sekalipun hal tersebut
bukan masalah dari Islam, ia menjadi masalah bagi Islam.”

"Kami sebagai umat Islam bertanggungjawab untuk memisahkan kehormatan itu
dari ajaran Islam, ketimbang puas sesaat dengan berseru Islam berarti
kedamaian, cinta, dan mengungkapkan mohon percaya kami."

Menurut Manji, banyak warga Muslim di dunia sependapat dengan pandangan
liberalnya terhadap agama yang mereka anut, tapi mereka juga takut untuk
mengungkapkan pendapatnya karena takut kekerasan. Kekerasan yang bisa datang
dari para ulama atau bahkan keluarga sendiri.

Diusir dari madrasah
Irshad Manji, putri ayah Pakistan dan ibu Mesir, setiap hari Sabtu selama
bertahun-tahun pergi ke madrasah di Kanada sebelum akhirnya diusir karena
mengajukan terlalu banyak pertanyaan. Walau demikian, ia tetap berpegang
teguh pada agama Islam dan mengimbau umat Muslim untuk menemukan kembali
tradisi tertua Islam, yaitu Ijtihad atau debat, diskusi, dan berpikiran
kritis.

Ijtihad
Ijtihad merupakan istilah yang berulangkali dipakai Manji. Menurutnya,
ijtihad merupakan tiang Islam dalam Abad Emas antara abad kedelapan sampai
12. Tapi karena alasan politik, ijtihad dilarang abad ke-11. Dan sejak itu
umat Muslim diajar untuk tidak lagi mengajukan pertanyaan dengan ancaman
bisa disebut orang bida'ah atau murtad.

Menurut Manji, kaum muslim di negara-negara Barat harus mereformasi Islam.
Mereka inilah yang menikmati kebebasan dan mengambil keuntungan dari hidup
dalam negara yang dipimpin pemerintah yang demokratis. Dan merekalah yang
harus memakai kebebasan ini untuk menuntut perubahan bagi warga seiman yang
hidup dalam rezim represif.

Intergrasi dan multikulturalisme
 Mengenai integrasi dan multikulturalisme, Manji melihat Eropa dan Amerika
Serikat mempunyai perbedaan mendasar. Perbedaan utama yang paling mencolok
adalah sikap mereka terhadap agama itu sendiri. Di Amerika Serikat, agama
atau kepercayaan lebih bisa diterima sebagai bagian dari kehidupan
sehari-hari. Lain halnya di berbagai wilayah Eropa. “Di Eropa agama secara
umum dilihat sebagai sesuatu yang tidak rasional, dan orang yang memilih
untuk bersikap beriman dipandang sebagai orang yang dicuci otaknya ataupun
berbahaya,” ujar Manji. Di Amerika Utara, Muslim tidak memiliki pengalaman
seperti itu.

Menurut Manji, perbedaan terbesar kedua adalah pertanyaan soal status. Di
Amerika Utara orang bisa memiliki sendiri identitas dan statusnya. Seorang
binaragawan bisa jadi gubernur, seorang gadis yang dikirim setiap pekannya
ke madrasah bisa berkembang menjadi kritikus agamanya sendiri. Tetapi di
Eropa sangat sedikit terjadi kemajuan. Silsilah, asal-usul, keturunan dan
masa lalu jauh lebih penting ketimbang masa depan dan ke mana arah
cita-cita. “Inilah sebabnya, banyak Muslim generasi kedua dan ketiga di
Eropa masih dilihat sebagai pendatang, sekalipun mereka sudah menjadi
warganegara!” ujar Manji.

“Muslim di Amerika Utara merasa lebih banyak untungnya terintegrasi ke dalam
masyarakat, ketimbang Muslim di Eropa Barat, karena kami di Amerika Utara
sangat tidak mungkin dibawa ke dalam pemahaman bahwa kami tidak akan bisa
memenuhi standar  tempat ini, tapi saya justru mendengar sebaliknya dari
orang Muslim di Eropa Barat!”

===========

http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/pemikir_muslim061020/irsahd_manji_moslim061017
Irshad Manji
Pemikir Muslim Modern
Michel Hoebink

Irshad Manji

Cendekiawan Barat seharusnya tidak takut lagi mengkritik Islam. Kritik
mereka justru diperlukan untuk mewujudkan reformasi yang dibutuhkan agama
Islam. Demikian ujar reformis muslim asal Kanada, Irshad Manji. Bagian
pertama serial pemikir muslim moderen.

'Hirsi Alinya Kanada'
Di Belanda, Irshad Manji terkadang dijuluki 'Hirsi Alinya Kanada'. Memang
Manji memiliki banyak kesamaan dengan mantan anggota parlemen Belanda asal
Somalia yang kini bekerja di lembaga konservatif Amerika Serikat, AEI,
American Enterprise Institute. Keduanya adalah perempuan muda dengan latar
belakang muslim. Keduanya berang dengan ketidakadilan terhadap perempuan
atas nama Islam. Keduanya menjadi tenar dan dipuja sebagai pahlawan di dunia
Barat karena kritik agresif mereka terhadap Islam. Tetapi mereka dihujat di
dunia muslim.

'Provokator berjalan'
Sebagai seorang muslim dan feminis lesbian, Manji merupakan seorang
provokator berjalan di mata Islam tradisional. Tahun 2003 ia mempublikasikan
bukunya "The Trouble with Islam Today", yang merupakan kritik tajam terhadap
pelanggaran hak-hak perempuan dan kelompok minoritas agama lainnya atas nama
Islam. Buku itu akhirnya menjadi buku terlaris dan Manji - yang sampai saat
itu adalah pembawa acara talkshow televisi Kanada -merupakan sosok yang
sangat terkenal dalam setiap acara debat mengenai Islam. Bagi banyak muslim
pendapatnya samasekali tidak bisa diterima. Manji mengakui bahwa ia 'dibenci
oleh banyak orang yang justru ingin dibantunya.' Namun ia juga mendapat
banyak dukungan dari orang-orang Islam yang mendambakan perubahan.
Terjemahan bukunya dalam bahasa Arab, Farsi, dan Urdu yang dimuat di situs
webnya sangat laris.

Karena tafsiran harfiah
Seperti halnya Hirsi Ali, Manji juga percaya bahwa Islam mengalami krisis
yang akan mengancam dan menyeret dunia lainnya. Memang semua agama memiliki
kelompok fundamentalis tersendiri yang menerapkan tafsiran harfiah, namun di
agama Islam kelompok itu merupakan mayoritas. Obsesi kelompok fundamentalis
untuk menelan ajaran Islam secara harfiah, menurut Manji merupakan penyebab
semua masalah yang melanda Islam saat ini. Pola pemikiran seperti itulah
yang menyebabkan muslim menganggap dirinya sebagai kelompok superior dan
mendiskriminasi perempuan serta orang lain yang memiliki pandangan berbeda.
Pola pemikiran seperti itu pula yang menjadi sumber kekerasan, serangan
bunuh diri dan terorisme.

Alternatifnya: Ijtihad
Kendati demikian ada perbedaan penting di antara kedua perempuan itu. Hirsi
Ali adalah seorang aktivis yang merasa wajib membebaskan perempuan Islam
dari semua tradisi yang menindas dan memperingatkan dunia Barat tentang
bahaya Islam politik. Hirsi Ali tak banyak berkecimpung dalam gerakan
reformasi Islam. Menurutnya reformasi Islam suatu hal yang mustahil. Irshad
Manji justru sebaliknya dan menyatakan dirinya seorang reformis. Berita
baiknya adalah, kata Manji, bahwa tafsiran fundamentalis, anti demokrasi dan
anti perempuan bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Ada alternatif
lainnya.

Alternatif itu menurut Manji adalah kembali menghidupkan Ijtihad, yaitu
tradisi muslim yang berpikiran merdeka dan kritis. Tradisi itu mengajak
muslim untuk tidak secara mentah-mentah atau harfiah menerima ajaran Islam,
namun sebaliknya menyadarkan orang Islam  akan "jiwa" ajaran Islam dan
secara berkala menafsirkannya kembali sesuai dengan keadaan sejarah yang
berubah-ubah terus. Sayangnya tradisi Ijtihad itu di abad 11 terdesak dengan
pandangan ortodoks yang secara harfiah menerapkan ajaran Islam.

Salah orang Islam sendiri
Ketidakmampuan muslim untuk turut ambil bagian dalam dunia moderen saat ini
bukan karena faktor luar seperti kolonialisme, melainkan karena adanya
penindasan terhadap pandangan bebas dan kritis. Manji menantang kaum muslim
untuk kembali menentukan nasibnya sendiri dengan mengembalikan pandangan
bebas dan kritis guna 'memperbaharui' Islam untuk abad 21. Ia sanggup
berjuang menyebarkan Itjihad, sampai semua orang mengenalnya seperti halnya
kata Jihad, perang suci.

Yang mencolok adalah bahwa imbauan Manji untuk mereformasi Islam itu tidak
radikal ataupun asli. Seruannya untuk membuka kembali 'gerbang Ijtihad' dan
pendapatnya bahwa orang Islam sendirilah yang bertanggungjawab atas
terpuruknya Islam saat ini, merupakan seruan para pencetus reformasi Islam
sejak abad 19.

Membutuhkan kritik
Tetapi jika seruan Manji untuk mereformasi Islam bukan sesuatu yang istimewa
lagi, lalu mengapa dia menjadi sosok kontroversial di kalangan muslim?
Selain pengakuan homoseksualitasnya ia juga secara provokatif mendukung apa
yang dipandang muslim sebagai serangan terhadap Islam: mulai dari invasi
Amerika Serikat di Irak hingga publikasi karikatur Nabi Muhammad di Denmark.
Hal itu pulalah yang kembali menyamakannya dengan Ayaan Hirsi Ali dan
membedakannya dari kebanyakan muslim modern yang mengkritik Islam
tradisional, namun menolak serangan Barat yang dianggap 'oriental' terhadap
agamanya.

Seperti halnya Hirsi Ali, Manji juga mendorong kaum cendekiawan Barat
mengkritik Islam. Menurutnya kritik itu sangat dibutuhkan untuk membawa
pembaharuan yang dibutuhkan. Di Barat filsafat multikultural, menurut Manji,
sudah ditingkatkan menjadi pandangan ortodoks, yang seperti halnya aliran
agama ortodoks lainnya, selalu mengintimidasi dan membungkam orang, sehingga
tidak berani menyuarakan apa yang mereka pikirkan. Orang-orang Barat takut
dicap rasialis jika mengkritik Islam. Namun mengkritik Islam untuk membela
hak asasi manusia bukanlah tindakan rasialis. Budaya, tambah Manji, layak
dihormati selama budaya itu juga menghormati.



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke