Dear all,

Saat usia ku baru 20-an tahun, kadang bermimpi menjadi orang besar di saat 
muda. Saat itu membayangkan bagaimana alm. "senior2" kita dulu pun menjadi 
tokoh2 negeri di saat muda. Dan saya terbukti tidak bisa, usia kini 26 tahun 
dan begini2 saja. Bergelut dalam aktifitas rutin. Ya, alhamdulillah, yang 
penting bisa "berbhakti", meski sedikit.

Siang ini, saya melihat artikel dari Didik Rachbini, berjudul Mengenang 
Soedarpo. Sungguh jadi kagum kembali dengan anak2 muda dulu. Dari mulai 1908, 
1928 dan kemudian peristiwa2 bersejarah lain di"dalangi" oleh anak2 muda. 
Berikut petikan dari tulisannya :

"Ketika posisi kemerdekaan Indonesia belum kukuh karena Belanda masih belum 
mengakui kemerdekaan RI, pada 1949, delegasi Indonesia pergi berunding ke Lake 
Success di New York. Para pejuang diplomasi itu, termasuk Soedarpo, menghadapi 
delegasi Belanda yang sudah kawakan di kancah internasional.

Delegasi Indonesia dicatat dalam sejarah karena menang berunding dan 
menghasilkan penyerahan kedaulatan kepada bangsa Indonesia di Konferensi Meja 
Bundar (KMB) di Den Haag.

Delegasi Indonesia yang berunding tersebut adalah anak-anak muda yang idealis, 
yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir. Sutan Sjahrir pada waktu itu baru berumur 29 
tahun yang sekaligus menjadi perdana menteri RI. Para anggotanya adalah 
Soedarpo (baru berumur 28 tahun), L.N. Palar (28 tahun), pejabat eselon I di 
Departemen Luar Negeri Dr Sumitro Djojohadikusumo (28 tahun), Sudjatmoko (26 
tahun), dan yang tua hanya Menteri Luar Negeri RI Haji Agus Salim (44 tahun).

Soedarpo adalah bagian dari pejuang diplomasi masa kemerdekaan waktu itu yang 
perannya dicatat sejarah. Tapi, sekarang beliau dikenang sebagai pengusaha. 
Perjuangan diplomasi anak-anak muda tersebut ternyata berhasil menaklukkan 
perjuangan diplomasi Belanda yang sudah banyak makan asam garam di dunia 
internasional."
Sumber : http://opinibebas.epajak.org/search/konferensi+meja+bundar

Memang ada sedikit koreksi di sana, yaitu penyerahan kedaulatan bukan di Den 
Haag (tempat KMB) tetapi di Burgerzaal, Amsterdaam- Belanda bulan Desember 1949.

Sungguh luar biasa anak2 muda dulu ... bagaimana dengan kita? yang jelas, 
pemimpin2 kita sekarang di atas 55-an dan 60-an tahun. Usia 40 tahun untk 
sekarang dianggap masih sangat muda, tapi dulu cukup tua. Perbedaan yang tajam.

Bagaimana pendapat Anda? Ada solusi regenerasi kepemimpinan yang efektif ? 
Ataukah biarkan saja mengalir apa adanya?


Regards,

[EMAIL PROTECTED]
       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke