sayang sekali, anak burung garuda itu memiliki penyakit keturunan yaitu tubuhnya gatal-gatal. hari demi hari, kuman itu semakin merajalela dan menjalar ke seluruh tubuh burung itu. bulu indah pada kedua sayapnya yang dulu kokoh, kini rontok semua. badannya lemah. dia tidak mampu berdiri sendiri apalagi terbang di udara bebas, sungguh memalukan, burung garuda itu kini menjadi tertawaan dunia. kondisi burung itu tidak bisa di sebut hidup atau pun dinyatakan mati. semua itu karena penyakit yang tidak ada obatnya dikenal dengan nama korupsi. martin
--- On Thu, 29/5/08, Jamaluddin Mohammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Jamaluddin Mohammad <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [kmnu2000] Garuda Indonesia Raya To: "KMNU 2000" <[email protected]>, "milis Babakan" <[EMAIL PROTECTED]>, "media baca" <[EMAIL PROTECTED]>, "wong cerbon" <[EMAIL PROTECTED]>, "PPI India" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thursday, 29 May, 2008, 7:09 PM Alkisah, Raja Amangkurat II menghadiai VOC burung Garuda. VOC memasukkan Garuda ke dalam sangkar kecil. Garuda ngamuk: ia ingin segera keluar dari sangkar: merindukan kebebasan seperti burung-burung yang lain. Ia ingin mengepakkan kedua sayapnya, terbang bebas, memburu mangsa, mengelilingi angkasa. Garuda itu kemudian punya anak. Anaknya biasa hidup di dalam sangkar. Ia tidak seperti ibunya: sayapnya tidak begitu tangguh karena tidak pernah dilatih, tidak bisa berburu, mengandalkan makanan dari sang majikan, tubuhnya kecil, ringkih dan rapuh. (disarikan dan diolah dari pidato Cak Nun) Garuda kecil itu bernama: "Indonesia raya" Selamat HARI KESAKTIAN PANCASILA. SEMOGA PANCASILA MASIH SAKTI. Salam, Jamaluddin Mohammad http://www.wong- cerbon.blogspot. com [Non-text portions of this message have been removed] __________________________________________________________ Sent from Yahoo! Mail. A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html [Non-text portions of this message have been removed]
