Klarifikasi dari nong di milis jurnal perempuan.. mungkin bisa membantu..

 

 

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nong Mahmada
Sent: 05 Juni 2008 1:10
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Jurnal Perempuan] Email hoax kejadian Monas beredar

 

Mas Muhkito,
Saya tidak pernah menulis email seperti ini. email ini jelas-jelas bohong
dan fitnah karena banyak yang tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan.
Menurut saya email ini bertujuan memecah belah perjuangan dan gerakan yang
sudah kita bangun bersama2. saya pun sudah tidak memakai alamat email isai
sudah lama sekali. ini membuktikan bahwa yang menulis email ini tidak
up date tentang saya lagi dan benar-benar ngawur.

pasca peristiwa tragedi monas, saya tidak sempat menulis dan membaca email
bahkan membuka internet karena kesibukan mengurus korban dan rapat yang
terus menerus, baik rapat AKKBB maupun rapat di kantor. saya baru mau
merencanakan menulis tentang tragedi itu versi saya setelah waktunya agak
longgar dan sampai sekarang saya belum menemukannya.
 
malam ini saya disms senior saya di metro tv, mas muzakkir, kalau ada email
atas nama saya yang tersebar dimilis2 tentang aksi minggu kemarin. meski
saya cape karena udah jam 1 dini hari, saya paksakan untuk membuka email dan
ternyata betul adanya. ada-ada aja orang bikin seperti ini. banyak yang
ngawur datanya, misalnya data elementer ini: ngga mungkinlah rizal
mallarangeng bisa satu pertemuan dengan denny JA, ngawur itu hehehe..
 
salam,
nong

--- On Wed, 4/6/08, Muhkito Afiff <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:muhkito%40yahoo.com> com&gt; wrote:

From: Muhkito Afiff &lt;[EMAIL PROTECTED] <mailto:muhkito%40yahoo.com> com&gt;
Subject: [Jurnal Perempuan] Email hoax kejadian Monas beredar
To: jurnalperempuan@ <mailto:jurnalperempuan%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
Date: Wednesday, 4 June, 2008, 5:55 PM

Mbak Nong, saya baca di forum kaskus URLnya: http://www.kaskus. us/
showthread.php? t=893851, telah beredar email yang seakan-akan ditulis 
oleh mbak Nong.

Saya harap mbak Nong segera mengklarifikasikann ya.
Saya akan sebarkan klarifikasi dari mbak.

Kutipan email tersebut:

------------ --------- --------- --------- -
Untuk menyakinkan tulisan ini, saya perlu memperkenalkan diri dulu, 
nama Saya adalah Nong Darol Mahmada, saya salah seorang aktivis 
Jaringan Islam Liberal dan saya aktif di JIL sejak berdirinya JIL.
Dalam kesempatan sekarang izinkan saya memberikan kesaksian kepada 
kawan-kawan sebangsa dan setanah air melalui milis ini kejadian 
sebenarnya dibalik kejadian yang terjadi di Monas pada tanggal 1 Juni 
yang lalu. 

Perlu kawan-kawan ketahui bersama bahwa aksi ini merupakan aksi yang 
telah di skenariokan oleh pihak pemerintah untuk mengalihkan isu BBM 
yang sedang marak ditengah masyarakat. Aliansi Kebangsaan untuk 
Kebebasan Beragama dan Beryakinan (AKK BB) hanya dijadikan kedok saja 
untuk mencegah agar ajaran Ahmadiyah tidak dibubarkan.

Setelah presiden SBY menaikan harga BBM, kalangan kontributor JIL 
Goenawan Mohammad, Hamid Basyaib, Rizal Mallarangeng, Denny JA, 
Nasaruddin Umar melakukan pertemuan secara diam-diam di kediaman SBY 
di Cikeas, Bogor. Hal ini mereka bisa akses langsung kedalam berkat 
orang dalam yaitu Andi Malarangeng yang notabene kakak kandung dari 
Rizal Mallarangeng.

Dalam pertemuan ini membahas isu yang berkembang di tengah masyarakat 
mengenai aksi demo-demo yang dilakukan adek-adek mahasiswa. Lalu SBY 
selaku presiden dan kepala pemerintah meminta kalangan JIL 
mengalihkan isu yang sedang berkembang di masyarakat dengan isu lain. 
Rizal M, yang merupakan pemuda JIL yang cerdas memberikan usul 
bagaimana isu kenaikan BBM yang sekarang ini diupayakan diganti 
dengan isu membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dengan mengangkat 
isu pembubaran ajaran Ahmadiyah. Karena selama ini JIL selalu 
mendapatkan perlakuan keras dari FPI. 

Lalu setelah mendapatkan 'restu' dari presiden Goenawan Mohammad, 
Hamid Basyaib dan Rizal Mallarangeng datang ke markas JIL di Jl. Utan 
Kayu No. 68 H Utan Kayu. Di Kedai Tempo mereka membahas bagaimana 
membuat skenario agar anggota FPI bisa melakukan tindakan anarkis dan 
perusakan yang membuat masyarakat tidak simpati lagi dengan FPI. Lalu 
setelah melakukan diskusi selama 3 jam, ketiga kontributor JIL itu 
akhirnya berhasil membuat skenario yang bagus, dengan memanfaatkan 
momentum kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni, mereka akan membuat 
semacam aksi simpatik (damai) dalam kebebasan beragama dan 
berkeyakinan. Aksi ini dilakukan di Monas, yang mana para peserta 
yang hadir sudah disetting sedemikian rupa agar anggota FPI turut 
datang dan membubarkan asyik tersebut. Mereka sangat paham betul, 
bahwa massa FPI sangat mudah sekali untuk dipancing agar melakukan 
kekerasan dan pengerusakan. 

Setelah membuat skenario tersebut lalu Goenawan Mohammad, menghubungi 
SBY melalui ponselnya, setelah mendengar penjelasan dari Goenawan 
Mohammad secara terperinci, akhirnya presiden menyetujui aksi 
tersebut dan akan mentrasferkan dananya sebesar 10 miliard rupiah 
untuk melancarkan aksi tersebut.
Malam sebelum kejadian, beberapa pentolan JIL berkumpul di markas 
JIL, termasuk saya sendiri. Waktu itu yang hadir sangat ramai sekali 
dan sedang membahas persiapan untuk aksi besok pagi. Dari beberapa 
kawan-kawan yang diberikan tugas juga sudah selesai menjalankan 
tugasnya seperti mengundang kalangan pers media cetak dan media 
elektronik untuk hadir di acara tersebut. Orang-orang Ahmadiyah pun 
bersedia mengerahkan beberapa massanya untuk menghadiri aksi damai 
besok. Begitu juga dengan FPI, sudah dikontak melalui SMS membuat isu 
kalau besok jamaah Ahmadiyah, akan menggelar aksi damai di silang 
damai.

Saya tidak tahu bagaimana persiapan dari FPI untuk merespon isue 
tersebut, tetapi nyatanya besok pagi ketika aksi damai itu sedang 
berlangsung dengan membawa nama AKKBB FPI datang dengan belasan truk 
dan ratusan anggotanya melakukan pemukulan kepada anggota aksi 
tersebut. Yang akhirnya terjadi aksi kekerasan tersebut. Hal ini yang 
diketahui dikalangan anggota FPI adalah aksi tersebut adalah aksi 
yang dilakukan umat Ahmadiyah sehingga secara kasar dan memaksa 
membubarkan aksi tersebut. 

Dari pemaparan dalam tulisan saya disini harus kawan-kawan milis 
ketahui bahwa, 
1. Bahwa aksi kekerasan yang terjadi di Monas itu merupakan suatu 
skenario yang dilakukan pemerintah dan pihak JIL untuk mengalihkan 
isu BBM.
2. Aksi yang terjadi di Monas itu, JIL ingin FPI dibubarkan karena 
selama ini FPI merupakan yang menjadi sandungan kalau JIL melakukan 
aksi.
3. Dari jamaah Ahmadiyah dengan aksi ini, diharapkan mendapatkan 
simpati dari masyarakat Indonesia agar organisasi ini tidak jadi 
dibubarkan.
4. Kalangan petinggi JIL telah sekian kalinya, mendapatkan keuntungan 
untuk memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada. 

Demikian tulisan ini saya buat dengan sebenarnya, karena hal ini yang 
membuat saya selalu merasa bersalah dan berdosa telah bersama-sama 
dengan kawan-kawan JIL melakukan pemutaran balikan fakta. Saya harap 
kawan-kawan setanah air dan sebangsa mau menyebarkan email kekawan-
kawan sekalian. Terima kasih.

Salam

Nong Darol Mahmada
[EMAIL PROTECTED] <mailto:nong%40isai.or> . id
------------ --------- --------- --------- -

salam,

muhkito

__________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs. <http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html>
yahoo.com/nowyoucan.html

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke