Justru karena sering mendapat masukan daripada teman yang tidak sehaluan dengan NU dan Gus Dur itulah, saya dapat informasi yang seimbang. Dan kalau saya menutup diri dari informasi atau kritikan dari "tetangga" ya kapan wawasan kita akan terbuka, apalagi dalam konteks NU. Namanya manusia pasti susah untuk mengkritik dirinya sendiri. Ya walaupun kadang kritikan "tetangga" sering pedas. Ya bukan berarti kita sentimen terhadap kritikan itu. Terus terang saja. Saya dulu sangat fanatik dengan Gus Dur dan NU semenjak saya SD/MI mungkin namun seiring bertambahnya pergaulan dan mendengar penilaian dari "tetangga" ya mau gak mau kita, NU, Gus Dur yang harus mendengarkan "bisikan" mereka. Apalagi ketika dulu saya peribadi kenyataannya fanatik buta. Terus terang saja, sebagian kritikan2 saya adalah hasil dari "bisikan" teman2 NU sendiri yang katanya "tidak merasakan adanya manfaat ketika memeluk NU". Lho ini kan perlu kita intropeksikan dengan cara evaluasi dan berkaca kepada organisasi lain. Thank Waallahu a'lam
--- On Mon, 6/9/08, Syaikhul Amin - MTD <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Syaikhul Amin - MTD <[EMAIL PROTECTED]> Subject: RE: [kmnu2000] [Menyedihkan] NU diadu Domba To: [email protected] Date: Monday, June 9, 2008, 8:45 PM Mas, kalau sampeyan ke milis Negara tetangga atau golongan walantardlo. ..itu kerjaaanya tiap hari memfitnah gus dur dan menjelek2annya. Seolah2 orang ini nggak ada manfaatnya sama sekali. Dan salah satu kelebihan manusia ini adalah tahan terhadap cacian dan makian...mungkin wis gawan bayi...:-)) ____________ _________ _________ __ From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] s.com] On Behalf Of saiful yazid Sent: Tuesday, June 10, 2008 7:09 AM To: [EMAIL PROTECTED] s.com Subject: RE: [kmnu2000] [Menyedihkan] NU diadu Domba Tapi yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Gus Dur sering "ngenyek" tapi gak ada yang menegur dan mengingatkannya. Namun ketika orang lain "ngenyek" Gus Dur, para militansi Gus Dur siap membelanya sampai mati-matian? Kenapa ya.....?Apa memang yang berhak "ngenyek" cuma Gus Dur saja? Saya kira perlu ada orang yang menegur dan mengingatkan Gus Dur. Karena tidak mungkin Gus Dur akan selalu maksum. Dan yang tepat untuk melaksanakan tugas ini ya...orang-orang lebih senior daripada Gus Dur. Tp gimana kalau Gus Dur nggak mau diingatkan dan ditegur? Jawabannya ya...emboh heheheheh --- On Mon, 6/9/08, Syaikhul Amin - MTD &lt;[EMAIL PROTECTED] com <mailto:Syaikhul% 40capcx.com> &gt; wrote: From: Syaikhul Amin - MTD &lt;[EMAIL PROTECTED] com <mailto:Syaikhul% 40capcx.com> &gt; Subject: RE: [kmnu2000] [Menyedihkan] NU diadu Domba To: [EMAIL PROTECTED] s.com <mailto:kmnu2000% 40yahoogroups. com> Date: Monday, June 9, 2008, 2:36 AM Gus dur "ngenyek" kyai hasyim dah biasa itu...nggak perlu didramatisir. .. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
