Ribuan Orang Istighotsah Tolak Tol 
Senin, 16 Juni 2008 10:4 (www.nu.or.id)

Ciwaringin, NU Online
Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan jalur tol Cikampek-
Palimanan (Cikapa) terus berlanjut. Setelah beberapa kali dilakukan 
aksi unjukrasa besar-besaran oleh para santri, warga, mahasiswa, dan 
kalangan muda pesantren, kini aksi penolakan dilakukan dengan cara 
istighotsah yang dilangsungkan di Pondok Pesantren Babakan 
Ciwaringin, Kabupaten Cirebon yang dihadiri ribuan orang, Minggu 
(15/6). 

Istighotsah dipimpin sesepuh yang juga Ketua Persatuan Seluruh 
Pesantren Babakan KH Mahtum Hanan, sebagai bentuk keprihatin atas 
proyek jalan tol Cikampek-Palimanan (Cikapa) yang melintasi kompleks 
pendidikan pondok pesantren. 

Sebelum istighotsah dimulai, perwakilan pengasuh pesantren KH Marzuki 
Ahal menyampaikan kronologi tol Cikapa dihadapan ribuan umat. 
Disebutkan bahwa pada 1816 Gubernur Jendral Belanda William Herman 
Deandels berencana membuat jalan trans Jawa melintasi Pesantren 
Babakan, namun saat itu ditentang oleh pendiri pesantren KH Hasanudin 
atau Kiai Jatira yang dibantu Tubagus Rangin, Tubagus Serit dan tokoh 
lainnya, yang akhirnya gagal. 

Demikian juga pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, sekitar 1976 
juga berencana membuat jalan tol Cikampek-Kanci melintasi kawasan 
Pesantren Babakan pula dan meminta seluruh pengasuh Pontren Babakan, 
tokoh ulama dan masyarakat Cirebon untuk dipindah.

"Padahal bupati Cirebon juga pernah melayangkan surat ke Menteri PU 
untuk segera memindahkan trase 1996 ke trase 2006 yang tidak 
melintasi Pontren Babakan. Menteri PU dan Komisi V DPR RI juga 
sepakat untuk memindahkan trase 2006 ke arah selatan, tapi tidak 
pernah dilaksanakan dan dibuktikan oleh pemerintah dalam hal ini 
Departmen PU," ungkap KH Marzuki.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan kesempatan kepada sejumlah 
ulama, anggota DPRD dari PKB, tokoh muda dan lainnya untuk 
menyampaikan orasinya. Terungkap bahwa pihak pesantren segera akan 
mem-PTUN-kan Kementerian PU.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut KH Munawir, KH Mahtum Hanan, 
KH Muhaimin As'ad, KH Zamzam, KH Saefullah, KH Yahya Zainal, anggota 
DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa yang juga Ketua PP Fatayat NU 
Dra Hj Maria Ulfah, Ketua Fraksi FKB DPRD Kabupaten Cirebon Masykur 
Ibnu Ilyas.(ksd)

Kirim email ke