Ketika
Hillary kalah pendukung, dia legowo menyerahkan tampuk calon orang
nomor satu AS di tangan rival separtainya Obama. Berbeda dengan Gusdur
yang berang ketika telinganya dibisiki ada orang-orang yang berusaha
melepaskan dukungan baginya untuk maju di 2009.



Ketika Hillary kalah delegasi, dia secara sportif dan fair mengajak
para pendukungnya untuk bersama-sama mendukung kubu Obama agar dapat
meraih kursi kepresidenan. Sedangkan Gusdur, ketika kubunya kalah
gugatan, tetap ngotot kasasi.



Ketika Hillary berulang kali meminta maaf atas beberapa kampanye
negatif yang dilakukannya sebelum dia mundur, tetapi Gusdur sedang asik
menghina siapa saja yang tengah menghalanginya.



Itulah sisi positifnya politisi wanita Amerika dengan politisi pria Indonesia.

 





      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke