saya kira itu komparasi yang serampangan! bung, kehidupan sosial-politik di amerika saya kira tidak sekotor di negeri ini. saya yakin, gus dur dan orang-orang yang tajam penciumannya, mencium bau busuk para politisi di negeri, termasuk para politisi muslim, baik yang berkecimpung langsung di partai ataupun di ormas islam. kondisi seperti ini menuntut orang seperti gus dur bersikap "tidak sopan". dan saya mendukungnya. klo negeri ini ingin berubah, saya kira kita harus berbuat "tidak sopan". tentu ketidaksopanannya bukan seperti FPI.
sayangnya, penciuman gus dur tidak dapat mengendus org2 di sekelilingnya. salam, hamz` ----- Original Message ---- From: Kupretist <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, June 23, 2008 11:26:44 AM Subject: [kmnu2000] Hillary Clinton Vs Gusdur Ketika Hillary kalah pendukung, dia legowo menyerahkan tampuk calon orang nomor satu AS di tangan rival separtainya Obama. Berbeda dengan Gusdur yang berang ketika telinganya dibisiki ada orang-orang yang berusaha melepaskan dukungan baginya untuk maju di 2009. Ketika Hillary kalah delegasi, dia secara sportif dan fair mengajak para pendukungnya untuk bersama-sama mendukung kubu Obama agar dapat meraih kursi kepresidenan. Sedangkan Gusdur, ketika kubunya kalah gugatan, tetap ngotot kasasi. Ketika Hillary berulang kali meminta maaf atas beberapa kampanye negatif yang dilakukannya sebelum dia mundur, tetapi Gusdur sedang asik menghina siapa saja yang tengah menghalanginya. Itulah sisi positifnya politisi wanita Amerika dengan politisi pria Indonesia. ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Sent from Yahoo! Mail. A Smarter Email http://uk.docs. yahoo.com/ nowyoucan. html [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
