Slamet Thohari (Amex) Yogyakarta

--- On Wed, 7/2/08, Slamet Thohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Slamet Thohari <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [difabelindonesia] Tanggapan atas Tanggapan Rektor UNY
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, July 2, 2008, 11:50 PM










    
            

Tanggapan Atas Tangapan Rektor UNY 

   

Kami, Front
Nasional Anti Diskriminasi (FNAD) sangat berterima kasih kepada Rektor 
Universitas
Negeri Yogyakarta (UNY) Bapak Prof Sugeng Mardiyanto PhD atas tanggapannya pada
opini pembaca 30 Juni 2008 di Kedaulatan
Rakyat. Inilah ruang publik, punggung demokrasi itu: memberikan hak yang
sama setiap warga negara untuk ber-argumentasi. 
 

Bapak Rektor
UNY yang terhormat. Apa yang kami lakukan (aksi demonstrasi) semata hanya demi
bangsa ini. Kami menganggap bahwa UNY adalah bagian dari unsur terpenting dari
negeri ini. Jadi, aksi yang telah kami lakukan (26/28/2008) di depan  gedung 
rektorat sungguh hanyalah karena
keinginan kami, agar UNY menjadi lebih baik dan mampu mejadi bagian perubahan
menuju bangsa Indonesia 
yang demokratis. Sungguh, tak ada niat sama sekali bagi kami memusuhi UNY. Apa
yang kami lakukan merupakan bagian dari kecintaan kami pada UNY.  

Bapak Rektor
UNY yang terhormat. Pada tanggal 27 April SIGAB (Sasana Integrasi dan Advokasi
Difabel) yang merupakan salah satu elemen penting dari FNAD (Front Nasional
Anti Diskriminasi) mengirimkan surat 
audensi ke Rektorat UNY. Rencananya, sebagaimana audensi ke beberapa kalangan
lain yang kami lakukan, SIGAB mengajak beberapa komunitas dan lembaga yang
konsen terhadap perjuangan implementasi hak kaum difabel untuk berdialog
membicarakan hal-hal sekitar hak-hak kaum difabel di dalam dunia pendidikan.  

Setelah
mengirimkan surat Audensi tersebut,
kami melakukan beberapa kali konfirmasi kepada staf di rektorat UNY via telpon
perihal waktu senggang Bapak Rektor untuk bertemu. Akhirnya, jawaban kami
temukan. Staf memberikan tanggal dan waktu audensi: Tanggal 7 Mei pukul 11.00
WIB. Kami temen-temen difabel dari berbagai komunitas, berangkat ke sana .
Sungguh, untuk menuju ruangan rektorat bukanlah hal mudah bagi kami. Sebuah
bangunan yang tidak aksesibel dan tidak ramah mesti kami lalui dengan liku dan
susah payah. Namun, sesampai di sana ,
staf rektorat memberitahukan pada kami bahwa Bapak Rektor telah pulang sekitar
pukul 10.00 WIB sebelumnya. Kami juga menanyakan, apakah ada pesan? Atau
mungkin dapat ketemu dengan Purek 1 atau yang lainnya?. “Tidak ada pesan”,
demikian jawab staf. Dan kami dianjurkan untuk megirimkan surat 
lagi bila hendak menemui salah satu dari pimpinan rektorat. 

 Kami tidak melakukan itu, sebab kami merasa surat 
pertama kali sudah cukup.  Haruskah untuk
menemui salah satu dari pimpinan UNY musti melalui surat 
yang berbeda-beda? Tidak cukupkah dengan satu surat ?
Dan bila rektor sibuk tak kepalang,
bukankah sangat bisa beliu memberikan wewenang salah satu dari sekian pembantu
rektor untuk menemui kami? Lantas, kami pun bernegoisasi, menanyakan kira-kira
kapan bapak rektor mempunyai waktu senggang?. Staf memberikan informasi tentang
betapa sibuknya bapak rektor. Namun, salah satu staf rektorat akan memberikan
konfirmasi soal waktu kepada kami. Akhirnya beberapa hari kemudian kami
konformasi berulang-ulang. Akan tetapi, waktu untuk ketemu belum juga ada
jawaban. Demikian kira-kira kronologi sederhana usaha audensi kami.  

            Bapak
Rektor UNY yang terhormat. Dalam Surat tanggapan demo kami, bapak menyebut
majalah Solider. Majalah Solider adalah majalah yang di kelola oleh SIGAB
(Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel). Dan SIGAB adalah salah satu bagian
penting dari FNAD. Sekedar informasi bahwa wartawan yang mengunjungi bapak juga
pegiat- FNAD. Dan lagi, Yuli merupakan salah satu dari “korban diskriminasi”
yang telah dilakukan oleh UNY. Dahulu, setelah mengikuti ujian, dia lolos masuk
jurusan pendidikan PPKN. Akan tetapi, sebelum Ospek dimulai, pihak UNY
mendatanginya, dan mengatakan bahwa dia harus pindah jurusan di PLB (Pendidikan
Luar Biasa) dengan alasan dia DIFABEL.
Bapak Rektor UNY, apa hubungan kaki Yuli dengan Pendidikan PPKN? Ada 
banyak orang yang bisa menjadi bukti atas tindak diskriminasi ini. Dan bagi
kami kasus-kasus diskriminasi ini mesti diungkap. Sebab ini adalah masalah hak
asasi mansia!.  

            Pada
suatu kesempatan di tahun ini, SIGAB bekerjasama dengan beberapa lembaga yang
konsen implementasi hak kaum difabel pernah mengadakan acara dialog/diskusi
publik perihal difabel dalam dunia pendidikan di UNY. Dialog tersebut akhirnya
menyingung perihal difabel yang harus dimasukkan di PLB. Salah satu peserta
yang juga staf pengajar di UNY memberikan klarifikasi, bahwa sebenarnya jurusan
PLB tidak melakukan kebijakan ini. Kebijakan ini dilakukan dari atas
(rektorat). Atas berbagai kegelisahan inilah, kami mengajukan audensi tersebut. 

Bapak Rektor
UNY yang terhormat. Terima kasih telah menyempatkan untuk turun menemui 
pegiat-pegiat
FNAD ditengah kesibukan bapak yang amat akut. Tapi, bagi kami itu merupakan
kewajiban Bapak. Bukan sebuah tindakan yang “wah”, bahkan sebaliknya. Perasaan 
malu sejatinya menjadi hal yang
patut dirasakan oleh Bapak saat itu, karena kampus UNY—yang merupakan layanann
publik—tidak akseibel bagi Difabel. Bukahkah salah satu unsur demokrasi adalah
layanan publik yang dapat dinikmati oleh semua orang, tanpa mengenal batas,
identitas, difabel maupun non difabel?. Dan perihal aturan fasilitas publik
yang aksesibel ini pun sudah diatur dalam Keputusan Menteri PU No. 
468/KPTS/1998. Ah..
aturan ini memang selalu saja diabaikan. 
 

            Dalam surat Bapak terdapat
kalimat yang bagi kami sangat keberatan. ”Pada
dasarnya UNY memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap anak bangsa
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu, untuk tujuan tersebut, keberhasilan
proses, effisiensi, kualitas dan produktivitas perlu ditetapkan sebagai
prasyarat demi mendukung tercapainya tujuan”. Bapak Rektor, atas dasar
effiseiensi itulah, banyak gedung dan fasilitas publik tidak ramah dan
aksesibel bagi difabel. Atas nama menjaga kualitas sekolah-sekolah umum pula
kaum difabel sering ditolak di sekolah umum. Atas nama effisiesi dan kemudahan
dalam mengurus itulah, Sekolah Luar Biasa (SLB) di bangun, untuk memisahkan dan
membeda-bedakan kami dari warga negara yang lain. Paham effisensi ini merupakan
logika dari developmentaslisme yang diusung leh Orde Baru. Dalam gemerlap
demokrasi yang sedang kita rayakan, patutkah sebuah tempat pendidikan negeri
menerapkan perisip effisiensi?. Bukahkah nilai-nilai keseteraan, dapat
dinikmati untuk semua, dan kebersamaan lebih manusiawi dan demokratis?.  

            Demikian surat tanggapan
ini disampaikan. Kami melakukan aksi demonstrasi bukan berarti kami ”ngawur”
dan tidak punya bukti. Apa yang kami lakukan hanyalah karena kecintaan kami
pada UNY secara khusus dan pada institusi pendidikan di Indonesia secara luas:
Agar UNY dan pendidikan yang lainnya menjadi lebih inkusif, terbuka untuk
semua. Dan tentu saja demi cita-cita Indonesia: mencerdaskan semua anak bangsa,
tanpa membeda-bedakan. Termasuk apakah difabel atau tidak.  

 Salam Demokrasi!.   

             

Yogyakarta 3 Juli 2008.  

Front Nasional Anti Diskriminasi (FNAD)  

   

Koordinator Lapangan Aksi
FNAD 
Slamet Thohari 
 

   

   




      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke