Saya jadi ingat, banyak kawan2 muslim yang begitu antipati dan buta hati 
asal bersinggungan dan berhubungan dengan yahudi sampai2 ada orang yang 
punya ijtihad untuk mendamaikan yahudi dituduh antek zionis.

Salam,
Mukhlisin

http://www.syirah.com/new/index.php?option=com_content&task=view&id=304&Itemid=60

Selasa, 06-05-2008 | 05:21 WIB
Syeikh Qardawi : Islam Tak Membenci Yahudi    
Oleh: Antara  
 
Advertisement

Doha | Ulama kharismatik dari Qatar, Prof. Dr. Yusuf Qardhawi membantah 
ada permusuhan antara Muslim dan Yahudi, dan menegaskan Islam hanya 
menentang gerakan permusuhan dan ekspansionis Zionis.

"Tidak ada permusuhan antara Islam dan Yahudi," Syeikh Qardhawi, yang 
juga mengetuai Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim (IUMS), 
mengatakan hal itu saat menerima kunjungan para pendeta Yahudi dari 
gerakan anti-Zionis, Neturei Karta.

Ia mengungkapkan bahwa selama berabad-abad warga Yahudi telah hidup 
dalam kedamaian dan hidup berdampingan di negara-negara Muslim.

"Warga Yahudi adalah orang-orang terkaya di Mesir dan di sejumlah negara 
Muslim," kata Qardhawi kepada tiga pendeta Yahudi yang melakukan 
kunjungan muhibah ke kediamannya di ibu kota Qatar, Doha.

Pendeta Aharon Cohen mendukung pernyataan Syeikh Qardhawi, yang dikenal 
sebagai pakar kebudayaan Islam dan alumnus Universitas Al-Azhar Mesir.

"Warga Yahudi tidak menemui masalah ketika hidup di negara-negara 
Muslim," kata Cohen, seperti dilaporkan IINA.

Latar belakang sama

Syeikh Qardhawi menegaskan Muslim dan Yahudi memiliki latar belakang 
sama sebagai pengikut dua agama syamawi (langit).

"Kaum Yahudi yang percaya kepada Kitab Taurat yang asli adalah sangat 
dekat dengan Islam," ujarnya.

"Para pengikut kedua agama itu memiliki kesamaan dalam sejumlah ritual 
dan praktek ibadah, seperti khitan bagi lelaki, penyembelihan hewan 
halal, haram daging babi dan pelarangan patung apa pun di dalam masjid 
dan sinagog (gereja Yahudi)."

Syeikh Qardhawi mengemukakan warga Muslm dan Yahudi sama-sama mengalami 
penyiksaan setelah jatuhnya kekuasaan Islam di Andalusia, kini Spanyol.

Ia menegaskan Islam dan Yahudi, yang percaya kepada satu Tuhan, 
sepatutnya bergandengan tangan untuk memberantas ateisme, pornografi, 
perkawinan sejenis, dan ketidakadilan.

Suatu perhimpunan Cendikiawan Islam dan para pakar antar-iman pada 25 
Februari lalu menerbitkan surat terbuka bagi masyarakat Yahudi dunia 
yang menyerukan suatu dialog untuk mempererat hubungan antara Muslim dan 
Yahudi.

Syeikh Qardhawi menegaskan hubungan antara Muslim dan Yahudi terkendala 
munculnya Zionisme dan pembentukan negara Israel di atas puing-puing 
Palestina.

"Islam menentang ekspansionis dan gerakan Zionisme yang menindas, dan 
bukan memusuhi kaum Yahudi," katanya.


Zionisme

Para pendeta Yahudi yang berkunjung ke Rumah Syeikh Qardhawi itu 
mengenakan lencana di dada baju mereka bertulis "Saya orang Yahudi bukan 
Zionis", dan berbagi keyakinan yang sama.

"Agama Yahudi, yang didasarkan pada ajaran yang benar dari Taurat, tidak 
mengakui Zionisme," kata Pendeta Cohen, dan menambahkan, "Taurat dan 
agama Yahudi tidak mengenal pendudukan, pembunuhan dan pengusiran 
orang-orang dari rumah mereka."

Zionisme adalah suatu gerakan politik internasional yang bertujuan 
membentuk suatu tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina, Islam Online 
melaporkan.

Pada 18 April 1948, tanah Palestina dicaplok oleh kelompok militan Irgun 
pimpinan Menachem Begin, yang memaksa 5.500 warga Palestina melarikan 
diri dari rumah mereka.

Pada 22 April, Haifa jatuh ke tangan militan Zionis dan 70.000 warga 
Palestina lari meninggalkan rumah mereka.

Pada 25 April, Irgun mulai membombardir wilayah-wilayah sipil di kota 
Jaffa, kota terbesar di Palestina ketika itu, memaksa 750.000 warga 
Palstina melarikan diri.

Pada 14 Mei 1948, sehari menjelang deklarasi kemerdekaan Israel, Jaffa 
secara penuh telah dikuasai militan Zionis dan hanya tinggal 4.500 warga 
Palestina di kota besar tesebut.

Israel kemudian membentuk negara di atas puing-puing Palestina pada 15 
Mei 1948.

Jurubicara Neturei Karta, Yisrael David Weiss, mengatakan praktek Israel 
itu bertentangan dengan ajaran suci Yahudi.

Neturei Karta mewakili ratusan ribu orang Yahudi Otodoks dari seluruh dunia.

Kelompok itu yakin bahwa pendirian negara Palestina merdeka dan 
meruntuhkan negara Israel akan dapat memberi kedamaian di Timur Tengah.

"Taurat dan sejarah Yahudi mengatakan bahwa hidup Israel pada suatu saat 
akan berakhir," ujar Pendeta Weiss. (*)
 

Kirim email ke