Luar biasa Mas Baso, Kalau Snouck Hurgronje juga ke Amerika dan melihat apa yang dilakukan KH Saifuddin Zuhri pasti langsung membuat laporan bahwa ada orang timur yang berani-beraninya berkomentar tentang Barat. "Ini orang timur, nggak usah ngomong soal Amerika, tahu apa kamu? ngomong negaramu sendiri aja. Itu masih banyak pesantren-pesantren yang bangunannya reot, santri-santrinya berpenyakit gatal-gatal, banyak yang belum punya TV, kiainya masih feodalistik, pelajaran tentang demokrasi belum diterapkan. Ayo buat penelitian disana nanti kita belikan laptop, kita biayai lah...! kalau pas pulang kita belikan tiket kapal terbang dan uang saku, lumayan buat sowan kiai biar dikata sukses...."
Hehe, maaf 2008/7/16 Ahmad Fawaid <[EMAIL PROTECTED]>: > Gak sabar menunggu lanjutannya. Tapi lebih tidak sabar lagi bila Sang > Komisioner kita > ini menuliskan kisah dirinya bila berkunjung ke Amerika. Apa yang bakal > dilakukan dilakukan? He..he.... > > > On Wed, Jul 16, 2008 at 11:27 AM, ahmad baso <[EMAIL > PROTECTED]<ahmadbaso%40yahoo.com>> > wrote: > > > Kalau Kiai Saifuddin Zuhri ada di Amerika, apa yang akan dia lakukan? > > Membaca buku di ruang kelas, mengiktui ceramah dosen dan bertamsya > keliling > > kota menikmati musim semi? Setelah itu mendakwahkan freedom dan kebebasan > > bagi bangsa Indonesia, bak CEO yang ingin menanamkan kapitalnya di Papua > > yang minta pemerintah memberi peluang modal mereka masuk > sebebas-bebasnya? > > Sambil makan di cafe membayankan ancaman kelompok-kelompok Islam > > fundamentalis bagi warga Nahdliyyin? > > > > Kiai Saifuddin adalah seorang santri dan juga kiai yang cerdas. Ia adalah > > penulsi beberapa buku monumental. Dialah yang pertama memeprkenalkan > > pendekatan etnografis baru kepada dunia luar cara membaca dan melihat > > pesantren di tenagh arus deras pembacaan dangkal kaum sarjana modernis > > (pengikut Weber dan Parson) di awal 1970-an tentang kiai dan pesantren. > > > > Beliau punya kekuatan metodologis itu karena gurunya eprgaulannya dengan > > orang-orang tua di kampugnya dis ebuah salon, eprgaulannya dengan guru- > yang > > brilian, seperti Kiai Halimi yang jagoan pencak silat tapi ahli falak dan > > tokoh gerakan, Pak Mukhtar yang berkaraketr mandiri dan sosialis tapi > > asisten mursyid tarekat, Kiai Wahid Hasyim yang mengajarin siasat-siasat > > menghdapai kolonialisme Belanda dan Jepang dan modernisasi, dengan Kiai > > Wahab yang mengajarkan solidariats kebangsaan dengan kelompok manapun.... > > Nah, dengan ketajaman dan kekuatan modal seperti itu, kalau Kai Saifuddin > > datang ke Amerika, apa yang dia lakukan? Tentu akan menempatkan > > pendekatannya itu ke sana, dan melihat Amerika sebagai sebuah obyek > > pengetahuan. Pertama, yang akan dia lakukan adalah pertama-tama > mengunjungi > > penjara-penjara di AS. Nggak usah jauh-jauh ke Abu Ghraib atau > Guantanamo. > > Cukup ke penjara-penjara federal atau negara bagian. Mengapa penjara, dan > > bukan malah ke simbol peradaban Ameirka, seperti MIT, Harvard atau New > York, > > the Big Apple? > > Seperti halnya ketika Kiai Saifuddin kecil, di usia 10 tahun, dimaksukkan > > ke penjara kolonial hanya gara-gara mengejek seornag polisi kolonial yang > > masuk kampung dengan arogan. > > Karena di penjaralah ia menemukan ternyata tesis-tesis keagungan dan > > kedigdayaan Amerika itu rontok di depan matanya. Katanya Amerika > mengajarkan > > HAM dan demokrasi, tapi nyatanya ia menemukan di penjara AS berbagai > > kekerasan dilakukan terhadap para napi. Katanya mengajarkan persamaan, > tapi > > di sana ia menemukan kebanyakan para napi adalah orang-orang ebrkulit > hitam, > > kaum Hispanik dan kaum imigran. Katanya mengajarkan pemberadaban > > bangsa-bangsa (civilizing), tapi nyatanya ia menemukan pembodohan > berlapis > > dan permanen terhadap para napi, dan juga para sipir. > > Dari penjara, apakah ia akan menegok kampus-kampus mentereng Amerika? > > Tunggu dulu. Kiai Saifuddin akan ke daerah pedesaan dulu, belum ke kota. > Ia > > ingin tahu apakah ia bisa menemukan seperti di kampung halamannya adanya > > salon atau tukang gurnint rambut yang seperti ruang publik bebas dimana > > semua ide dan bacaan kiri sampai kanan dilahap habis, dimana kebersamaan > > dari beragam komunitas digalang. > > Alangkah kagetnya ia ketika masuk ke sana, di sebuah daerah dalam > Amerika, > > ia menemukan seorang pengkhotbah yang mencaci maki keunggulan seornag > > berkulit hitam sebagai calon presiden. Ia kaget, mengapa orang-orang > ndeso > > Amerika sangat konservatif, dan bahkan fasis terhadap orang-orang > "asing"? > > Kemudian giliran masuk ke kampus. (BERSAMBUNG) > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------------------------------ > > > > __________________________________________________________ > > http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir > > dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda > > harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: > > [EMAIL PROTECTED]<kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com> > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > -- > A. Fawaid Sjadzili > http://fawaidku.blogspot.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
