Tiba-tiba
aku merindukannya, seseorang yang dulu pernah menemaniku, seseorang yang dulu
pernah menjaga hatiku. Rasya, wajah ayunya dulu membuat aku tak bisa
melupakannya. Aku masih ingat benar terakhir kali aku mencium keningnya. Putih,
wangi, halus. Tak ada cacat yang aku temukan darinya selama dua tahun aku
menjalin hubungan dengannya. Aku sendiri bingung mengapa waktu itu aku
meninggalkannya. Aku sendiri tak habis pikir mengapa dulu aku menggantikannya
dengan pilihan orang tuaku, yang kini menjadi istriku? Ah, lupakan saja.
Selengkapnya baca di http://adonborneo.blogspot.com/





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke