Hanya guyon, jangan khawatir, nanti akan banyak keluar produk islami lainnya, misalnya
sepeda motor islami, kalau lewat daerah kubangan najis otomatis mesinnya akan mogok... kasur islami, di desain tidak rata, bagian kasur condong menghadap ke kanan... kacamata elektronik islami yang mendektedi pergerakan mata, kalau melihat non muhrim otomatis covernya menutup ..jadi kacamata kuda tv islami, kalau ada siaran cewek pakai rok mini, otomatis gambatnya tersensor buram radio islami, kalau musik atau penyiarnya teriak terlalu kenceng otomatis suara akan mute sepatu islami, dua duanya modelnya miring ke kanan kotak fastfood islami, begitu dibuka langsung keluar suara allahumma bari... mobil islami, ketika pintu dibuka langsung ada suara assalamualaikum shock breaker sepedamotor islami, ketika lewat jalan berlubang atau nge rem ndadak, langsung keluar suara astaghfirullah gps islami yang menunjuk tempat masjid2, pesantren dan yayasan islam sehingga para musafir nggak bingung pisau islami, kalau buat motong daging otomatis berbunyi bismillah... kran air islami, orang tinggal merentangkan kaki dan tangan otomatis kran menyiram secara berurutan bagian2 wudhu dan yang terakhir beberapa tahun lalu temen saya menemukan produk mie instan merknya Islamie...tapi sayangnya selidik punya selidik yang bikin sama sekali bukan muslim memang kenyataannya begitulah, semua merk dan label islami yang bikin bukan orang2 yng bener2 peduli dg islam, selain urusan margin kekuntungan finansial. posisi kita dalam segala hal yang berbau islami hanyalah sebatas pembeli, beli, beli dan beli..tak ada kapasitas kemampuan berproduksi ya otomatis karena yang berproduksi nggak bener2 ngerti agama, maka ia selalu mencari pembenaran rujukan atas dagangannya. Siapa lagi yang resmi dan kuasa melegalkan kalau bukan MUI ? ya akhirnya yang untung ya seputar itu2 saja... kalau saya pribadi pusing amat dengan produk merek islami atau bukan, karena saya lebih fokus hati-hati memilih dan memilah orang islami daripada sekedar sibuk mencari merk islami yang dibelakangnya belum tentu orang2 islami. andaikan misalnya Nu dan Muhammadiyah bikin lembaga penghalalan sertifikasi produk sendiri. toh konon orang NU 50 jutaan, Muhammadiyah 40 jutaan...toh ini sudah lebih dari cukup dan teruji untuk mendirikan lembaga semacam ini....karena root dan akses ke masyarakat lebih teruji. Bukan sekedar akal-akalan legalitas politik... inilah pr kita semua... wassalam dody ide http://www.padhangjingglang.blogspot.com --- Pada Sen, 8/9/08, Muhammad Mawhiburrahman <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: Muhammad Mawhiburrahman <[EMAIL PROTECTED]> Topik: Re: [kmnu2000] Re: Hape Syariah Madzhab MUI Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 8 September, 2008, 6:52 PM Nis, Kalau boleh menambahkan, anjuranmu tak hanya terhenti dibuku karangan Yahya Muhammad. Ada baiknya, Gus Anam ini membaca juga buku al-Sulthat fi al-Islam: al-'Aql al-Fiqhiy al-Salafiy bayn al-Nash wa al-Tarikh karya 'Abdul Jawwad Yasin. Nah, agar semakin komplet, jangan ketinggalan baca al-Mihnah: Bahts fi Jadaliyyat al-Diniy wa al-Siyasi fi al-Islam karangan Fahmiy Jad'an. Tabik.. Muhammad Mawhiburrahman http://www.mmawhib. blogspot. com --- berbicara dari hati, dengan hati, demi ketenangan hati --- ----- Original Message ---- From: Anis Masduki <anismasduki@ softhome. net> To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Monday, September 8, 2008 5:41:42 AM Subject: [kmnu2000] Re: Hape Syariah Madzhab MUI Salam, Saya kira tidak ada yang akan membantah tulisan anda di bawah ini mas Anam. Tapi saya hanya bisa sarankan Anda membaca satu buku klasik karya Suyuti dan satu buku kontemporer karya pemikir Sudan yang hidup di Inggris, Yahya Muhammad. Dengan begitu kemungkinan anda tidak akan sebegitu husnudlon dengan MUI dan minimal ada sedikit nalar kehati-hatian dalam benak anda untuk membela MUI yang terlalu royal mengeluarkan fatwa dan seringkali mengecilkan kadar kehati-hatian. Belum lagi menyoal standar keulamaan dalam institusi MUI, maka saya setuju fit and proper test untuk rekruitmen persona MUI. Bagaimana mekanismenya ya monggo dipikirkan lebih lanjut. Man afta fi kulli ma yusal fahuwa majnun (HR. Ibn Abbas dan Ibn Masud) Salam, anismasduki --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "Kh Anam" <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Ehm;;;;..... . > Jangan terlalu sinis dan suudzon ke MUI nanti bisa kualat lho, hehe. > Beberapa hari yang lalu Grup Esia juga mengeluarkan produk hape untuk orang > kampung (hehe mungkin maksudnya kiai kampung) dan untuk pengusaha kecil. > Peluncurannya luar biasa, menghadirkan peraih nobel perdamaian 2006 dan > plopor grameen bank, Muhammad Yunus. Sama aja toh, bisnis ya bisnis. > Siapapun dan apapun bisa dipakai alat promosi. Suatu saat kalau kiai-kiai > kampung sudah sering masuk TV pasti juga akan jadi bintang iklan... > Ngomong-ngomong, "di sini" malah sedang sibuk membincang pembayaran zakat > dengan SMS dan lewat supermarket dan ritel-ritel dan diprogramkan BAZNAS. > Qita nggak hanya membincang bagaimana menentukan nishab, haul, dan > menghitung berapa zakatnya, tetapi sistem bagi kekuntungan antara panitia > zakat dan provider atau pihak supermarketnya yang kadang-kadang bisa 30% > banding 70% itu. Pertanyaannya apakah provider atau kasir supermarket itu > termasuk amil, tapi kenapa bagiannya lebih gede? kalau tidak dan jika yang > dihitung cuma uang yang lari ke panitia zakat, apakah dalam zakat dikenal > istilah bruto dan netto? ... > Pokoknya pihak penyelenggara zakat yang disebut profesional itu dari awal > sudah bilang target perolehan zakat. Wah sangat rumit. Belum lagi menyoal > mau dikemanakan harta itu? Apakah zakat yang diperoleh akan dilarikan semua > ke Jakarta? Bagaimana dengan missi utama zakat agar harta tidak dulatan > bainal aghniya? Belum lagi beberapa kasus zakat yang disalurkan secara > produktif dalam bentuk lapangan kerja atau beasiswa pendidikan sering hanya > ditujukan untuk kalangan tertentu saja yang adalah kelopoknya > sendiri...Begini- ini mungkin tidak menarik buat Fawaid yang sudah berpusing > dengan wacana Islam yang rumit-rumit, tapi ini nyata lohhhh...Persahabat an > agama dengan bisnis itu bisa menjadi sangat sejati, sama sejatinya dengan > persahabatan bisnis dengan tanpa-agama. Wallahu a'lam > > Salam semuanya > > > 2008/9/3 joni aji <[EMAIL PROTECTED]> > > > Syaikh Fawaid, > > > > Menarik juga ada HP syari'ah. Guyonan teman2 disini, jangan-jangan setelah > > isu fatwa haram, ke depan nanti akan diproduksi rokok dengan label "rokok > > syariah" kali... > > > > salam, > > > > j.a > > > > --- On Wed, 9/3/08, Ahmad Fawaid <fawaid.sjadzili@ ...<fawaid. sjadzili% 40gmail.com> > > > wrote: > > From: Ahmad Fawaid <fawaid.sjadzili@ ...<fawaid. sjadzili% 40gmail.com> > > > > > Subject: [kmnu2000] Hape Syariah Madzhab MUI > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <kmnu2000%40yahoogr oups.com> > > Date: Wednesday, September 3, 2008, 12:08 PM > > > > > > Manarik membaca iklan Kompas kemarin. Tertulis HAPE ESIA HIDAYAH TELAH > > > > MENDAPATKAN REKOMENDASI DARI KOMISI FATWA MUI PUSAT. > > > > Luar biasa. Dari labelisasi halal makanan, sekarang MUI juga masuk pada > > > > aspek intertain seperti HP. Hmmm, ternyata madzhab MUI juga pasar ya... > > Jadi > > > > menarik jika AGAMA dan PASAR berkolaborasi. Apa jadinya ya? > > > > Ramadlan Karim..... > > > > -- > > > > A. Fawaid Sjadzili > > > > http://fawaidku. blogspot. com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed]
